Hedi Yunus Ungkap Sikap Beda Carlo Saba Kahitna Sebelum Meninggal
CNN Indonesia
Kamis, 20 Apr 2023 16:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Hedi Yunus mengungkapkan merasakan ada yang berbeda dari Carlo Saba, beberapa hari sebelum pria itu meninggal dunia pada Rabu (19/4). (Screenshot dari Instagram @carlo_saba )
Jakarta, CNN Indonesia --
Hedi Yunus mengungkapkan dirinya merasakan ada yang berbeda dari rekannya sesama vokalis di Kahitna, Carlo Saba, beberapa hari sebelum pria itu meninggal dunia pada Rabu (19/4).
Dalam unggahan di Instagram, Kamis (20/4), Hedi menampilkan video kompilasi kebersamaan dirinya dengan Carlo hingga kemudian berakhir di ruang jenazah rumah sakit.
"Carlo... terima kasih sudah menutup kebersamaan kita selama 36 tahun dengan kenangan indah buat saya," kata Hedi Yunus dalam unggahan tersebut.
"Hal yang enggak pernah dilakukan selama puluhan tahun, duduk berlama-lama di mal sama-sama, makan, mengobrol," lanjutnya.
Hedi mengisahkan ia dapat informasi dari kenalan mereka bahwa Carlo Saba mendadak mengajak bertemu. Mereka kemudian memutuskan bertemu di sebuah pusat belanja di Jakarta Pusat dan setelahnya, Carlo mengajak bertemu lagi.
"Pas mau pulang Carlo bilang entar bukber ya.... Minggu lalu dikasih tahu lagi Carlo ngajakin bukber nih sebelum tindakan pasang ring," kata Hedi Yunus.
"Saya iyain ketemuan lagi taggal 10 April bukber di Senayan Park. Habis makan lanjut ngopi sampai mal tutup, AC dimatiin, lampu digelapin, keketawaan," lanjutnya.
"Sejujurnya dalam hati sempat bertanya-tanya kenapa Carlo tumben banget ya.... tapu berusaha untuk buang 'pikiran yg terlalu jauh' itu," katanya.
Bahkan, Hedi Yunus terkejut saat Carlo menawarkan diri untuk mentraktir pesanan rekan vokalisnya di Kahitna tersebut.
"Carlo pegang pundak saya sambil ngelus-ngelus dan agak ngedeketin wajahnya ke saya bilang 'Sok Hedi mau pesan apa, Carlo yang bayar ya sekarang'. Selama puluhan tahun sama-sama enggak pernah kayak begitu. Malam itu manis banget," tulis Hedi.
Lanjut ke sebelah..
"Maafin saya selama ini sering judes kalau komunikasi di panggung. Kalau sudah ditinggal begini berasa kehilangan banget Lo," lanjutnya.
"Masih belum kebayang kalau kemarin-kemarin manggung tanpa Carlo karena memang lagi sakit, tapi nanti-nanti lagi manggung sama Kahitna Carlo sudah enggak ada," kata Hedi.
CNNIndonesia.com sudah meminta izin kepada Hedi Yunus untuk mengutip unggahan tersebut.
Carlo Saba meninggal dunia di umur 54 tahun, Rabu (19/4) malam. Sang musisi legendaris itu tutup usia pada pukul 21.41 WIB.
Nama Carlo Saba mulai tenar seiring dengan kiprah perjalanan Kahitna di belantika musik Indonesia. Pria kelahiran 5 Januari 1969 itu menjadi satu dari personel awal Kahitna sejak dekade '80-an.
Namun Carlo Saba yang selama ini dikenal penampilannya dengan kacamata, kumis, dan jenggot yang khas di atas panggung juga memiliki karier di luar Kahitna.
Ia bersama adik-adiknya, Marthin, Denny, dan Ivan, sempat mendirikan grup musik Saba. Selain itu, ia juga berkarier sebagai penyanyi solo melalui debut album solo pada 2014 yang bergenre rohani.
Tercatat, Carlo bersama Kahitna sudah menetaskan 10 album yang terdiri dari 8 album studio dan 2 album kompilasi. Sementara untuk karier solo, Carlo memiliki dua album studio.
Jenazah Carlo Saba saat ini masih disemayamkan di Rumah Duka Sentosa, Jakarta Pusat, dengan agenda kebaktian akan dilangsungkan pada nanti malam dan penutupan peti akan digelar besok, Jumat (21/4) pukul 10.00 WIB yang dilanjutkan pemakaman di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Jakarta, CNN Indonesia --
Hedi Yunus mengungkapkan dirinya merasakan ada yang berbeda dari rekannya sesama vokalis di Kahitna, Carlo Saba, beberapa hari sebelum pria itu meninggal dunia pada Rabu (19/4).
Dalam unggahan di Instagram, Kamis (20/4), Hedi menampilkan video kompilasi kebersamaan dirinya dengan Carlo hingga kemudian berakhir di ruang jenazah rumah sakit.
"Carlo... terima kasih sudah menutup kebersamaan kita selama 36 tahun dengan kenangan indah buat saya," kata Hedi Yunus dalam unggahan tersebut.
"Hal yang enggak pernah dilakukan selama puluhan tahun, duduk berlama-lama di mal sama-sama, makan, mengobrol," lanjutnya.
Hedi mengisahkan ia dapat informasi dari kenalan mereka bahwa Carlo Saba mendadak mengajak bertemu. Mereka kemudian memutuskan bertemu di sebuah pusat belanja di Jakarta Pusat dan setelahnya, Carlo mengajak bertemu lagi.
"Pas mau pulang Carlo bilang entar bukber ya.... Minggu lalu dikasih tahu lagi Carlo ngajakin bukber nih sebelum tindakan pasang ring," kata Hedi Yunus.
"Saya iyain ketemuan lagi taggal 10 April bukber di Senayan Park. Habis makan lanjut ngopi sampai mal tutup, AC dimatiin, lampu digelapin, keketawaan," lanjutnya.
"Sejujurnya dalam hati sempat bertanya-tanya kenapa Carlo tumben banget ya.... tapu berusaha untuk buang 'pikiran yg terlalu jauh' itu," katanya.
Bahkan, Hedi Yunus terkejut saat Carlo menawarkan diri untuk mentraktir pesanan rekan vokalisnya di Kahitna tersebut.
"Carlo pegang pundak saya sambil ngelus-ngelus dan agak ngedeketin wajahnya ke saya bilang 'Sok Hedi mau pesan apa, Carlo yang bayar ya sekarang'. Selama puluhan tahun sama-sama enggak pernah kayak begitu. Malam itu manis banget," tulis Hedi.
Lanjut ke sebelah..
'Nanti Lagi Manggung Sama Kahitna, Carlo Sudah Enggak Ada'
Hedi Yunus mengungkapkan merasakan ada yang berbeda dari Carlo Saba, beberapa hari sebelum pria itu meninggal dunia pada Rabu (19/4). (Screenshot dari Instagram @carlo_saba )
"Maafin saya selama ini sering judes kalau komunikasi di panggung. Kalau sudah ditinggal begini berasa kehilangan banget Lo," lanjutnya.
"Masih belum kebayang kalau kemarin-kemarin manggung tanpa Carlo karena memang lagi sakit, tapi nanti-nanti lagi manggung sama Kahitna Carlo sudah enggak ada," kata Hedi.
CNNIndonesia.com sudah meminta izin kepada Hedi Yunus untuk mengutip unggahan tersebut.
Carlo Saba meninggal dunia di umur 54 tahun, Rabu (19/4) malam. Sang musisi legendaris itu tutup usia pada pukul 21.41 WIB.
Nama Carlo Saba mulai tenar seiring dengan kiprah perjalanan Kahitna di belantika musik Indonesia. Pria kelahiran 5 Januari 1969 itu menjadi satu dari personel awal Kahitna sejak dekade '80-an.
Namun Carlo Saba yang selama ini dikenal penampilannya dengan kacamata, kumis, dan jenggot yang khas di atas panggung juga memiliki karier di luar Kahitna.
Ia bersama adik-adiknya, Marthin, Denny, dan Ivan, sempat mendirikan grup musik Saba. Selain itu, ia juga berkarier sebagai penyanyi solo melalui debut album solo pada 2014 yang bergenre rohani.
Tercatat, Carlo bersama Kahitna sudah menetaskan 10 album yang terdiri dari 8 album studio dan 2 album kompilasi. Sementara untuk karier solo, Carlo memiliki dua album studio.
Jenazah Carlo Saba saat ini masih disemayamkan di Rumah Duka Sentosa, Jakarta Pusat, dengan agenda kebaktian akan dilangsungkan pada nanti malam dan penutupan peti akan digelar besok, Jumat (21/4) pukul 10.00 WIB yang dilanjutkan pemakaman di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.