Indro menyebut lima film Warkop DKI favorit yang begitu berkesan bagi sang aktor. (CNN Indonesia/Mundri Winanto)
Jakarta, CNN Indonesia --
Grup legendaris Warkop DKI telah membintangi puluhan film komedi yang masih layak ditonton meski sudah berumur puluhan tahun.
Film-film Warkop DKI tetap eksis di masa kini berkat suguhan cerita yang mengundang gelak tawa. Penampilan apik para pemeran menjadi keunggulan lainnya, terutama aksi trio Dono Kasino Indro.
Berbagai judul Warkop DKI juga masih banyak diminati masyarakat umum karena unsur komedi yang ditampilkan kerap menyinggung berbagai isu sosial. Sentilan-sentilan itu dibawakan dengan cara jenaka sehingga diterima baik penonton.
Pengikut setia Warkop DKI tentu punya film favorit dari semua judul yang dirilis pada era '80-an hingga '90-an tersebut.
Begitu pula bagi Indro Warkop yang menjadi salah satu nyawa dari film-film itu. Saat berbincang dengan CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu, Indro menyebut lima film Warkop DKI favorit yang begitu berkesan bagi sang aktor.
Berikut lima rekomendasi film Warkop DKI favorit versi Indro Warkop.
1. Mana Tahaaan... (1979)
Mana Tahaaan... menjadi rekomendasi pertama yang disebutkan Indro Warkop. Alasan utamanya tentu saja karena film tersebut merupakan karya pertama Warkop DKI.
Ia juga menjelaskan Mana Tahaaan... merupakan satu-satunya film Warkop DKI yang diangkat dari cerita garapan grup pelawak tersebut.
"Mana Tahaaan... film pertama, dan itu satu-satunya cerita dari Warkop DKI," ucap Indro.
Film ini disutradarai oleh Nawi Ismail, sosok yang terlibat di balik layar berbagai film Warkop DKI selanjutnya. Selain trio Dono Kasino Indro, film ini juga dibintangi Nanu, Elvy Sukaesih, dan Rahayu Effendi.
Indro kemudian menyebut Manusia 6 Juta Dollar sebagai rekomendasi selanjutnya. Pasalnya, film itu disebut sebagai kali pertama Warkop DKI menerapkan konsep parodi.
Konsep parodi itu kemudian juga diterapkan saat Warkop DKI mengerjakan Chips (1982) yang bertema kepolisian.
"Itu pertama ilmu parodi. Orang mikirnya plesetan, padahal itu parodi. Chips juga parodi," ucap Indro.
Manusia 6 Juta Dollar merupakan parodi dari serial berjudul The Six Million Dollar Man. Film ini digarap oleh Ali Shahab. Sederet aktor ternama bergabung dalam film itu, yakni A. Hamid Arief, Eva Arnaz, Dorman Borisman, dan Eddy Gombloh.
Sama Juga Bohong menjadi rekomendasi Indro lainnya. Kali ini, ia menyebut judul tersebut karena menampilkan komedi semi satir dalam berbagai adegan.
Film berdurasi 98 menit tersebut dirilis pada 1986 dengan Chaerul Umam sebagai sutradara. Ayu Azhari, Chintami Atmanegara, Nia Zulkarnaen, dan Rina Hassim ikut bergabung bersama Warkop DKI.
Jodoh Boleh Diatur juga dipilih sebagai film favorit Indro Warkop dengan alasan yang mirip seperti Sama Juga Bohong. Film ini disebut mengandung berbagai muatan satir tentang kehidupan dan isu-isu sosial.
"Ini sebetulnya film semi satir, Sama Juga Bohong dan Jodoh Boleh Diatur," kata Indro. "Walaupun enggak satir banget, tapi penulis di situ memang memasukkan unsur satir terhadap sebuah kehidupan,"
Jodoh Boleh Diatur disutradarai oleh Ami Prijono dengan naskah garapan Djamsan Djakiman. Film itu diperankan oleh Ira Wibowo, Nia Zulkarnaen, Raja Ema, hingga Ida Kusumah.
Judul terakhir yang menjadi rekomendasi Indro Warkop adalah Maju Kena Mundur Kena. Film garapan Arizal itu memiliki tipe yang berbeda dibanding karya Warkop DKI lainnya.
Indro menyebut Maju Kena Mundur Kena sebagai film yang menepikan plot dan mengutamakan adegan komikal lewat berbagai sketsa.
"Maju Kena Mundur Kena itu bagi kami simbol bahwa cerita tidak penting, yang penting sketsanya lucu," ucap Indro.
Selain trio Warkop DKI, film tersebut dibintangi Eva Arnaz, Anis Chan, Lydia Kandou, hingga Us Us. Film ini juga menjadi salah satu judul yang paling populer di masyarakat.
Grup legendaris Warkop DKI telah membintangi puluhan film komedi yang masih layak ditonton meski sudah berumur puluhan tahun.
Film-film Warkop DKI tetap eksis di masa kini berkat suguhan cerita yang mengundang gelak tawa. Penampilan apik para pemeran menjadi keunggulan lainnya, terutama aksi trio Dono Kasino Indro.
Berbagai judul Warkop DKI juga masih banyak diminati masyarakat umum karena unsur komedi yang ditampilkan kerap menyinggung berbagai isu sosial. Sentilan-sentilan itu dibawakan dengan cara jenaka sehingga diterima baik penonton.
Pengikut setia Warkop DKI tentu punya film favorit dari semua judul yang dirilis pada era '80-an hingga '90-an tersebut.
Begitu pula bagi Indro Warkop yang menjadi salah satu nyawa dari film-film itu. Saat berbincang dengan CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu, Indro menyebut lima film Warkop DKI favorit yang begitu berkesan bagi sang aktor.
Berikut lima rekomendasi film Warkop DKI favorit versi Indro Warkop.
1. Mana Tahaaan... (1979)
Mana Tahaaan... menjadi rekomendasi pertama yang disebutkan Indro Warkop. Alasan utamanya tentu saja karena film tersebut merupakan karya pertama Warkop DKI.
Ia juga menjelaskan Mana Tahaaan... merupakan satu-satunya film Warkop DKI yang diangkat dari cerita garapan grup pelawak tersebut.
"Mana Tahaaan... film pertama, dan itu satu-satunya cerita dari Warkop DKI," ucap Indro.
Film ini disutradarai oleh Nawi Ismail, sosok yang terlibat di balik layar berbagai film Warkop DKI selanjutnya. Selain trio Dono Kasino Indro, film ini juga dibintangi Nanu, Elvy Sukaesih, dan Rahayu Effendi.
Indro kemudian menyebut Manusia 6 Juta Dollar sebagai rekomendasi selanjutnya. Pasalnya, film itu disebut sebagai kali pertama Warkop DKI menerapkan konsep parodi.
Konsep parodi itu kemudian juga diterapkan saat Warkop DKI mengerjakan Chips (1982) yang bertema kepolisian.
"Itu pertama ilmu parodi. Orang mikirnya plesetan, padahal itu parodi. Chips juga parodi," ucap Indro.
Manusia 6 Juta Dollar merupakan parodi dari serial berjudul The Six Million Dollar Man. Film ini digarap oleh Ali Shahab. Sederet aktor ternama bergabung dalam film itu, yakni A. Hamid Arief, Eva Arnaz, Dorman Borisman, dan Eddy Gombloh.
Indro menyebut lima film Warkop DKI favorit yang begitu berkesan bagi sang aktor. (dok. PT Parkit Films)
3. Sama Juga Bohong (1986)
Sama Juga Bohong menjadi rekomendasi Indro lainnya. Kali ini, ia menyebut judul tersebut karena menampilkan komedi semi satir dalam berbagai adegan.
Film berdurasi 98 menit tersebut dirilis pada 1986 dengan Chaerul Umam sebagai sutradara. Ayu Azhari, Chintami Atmanegara, Nia Zulkarnaen, dan Rina Hassim ikut bergabung bersama Warkop DKI.
Jodoh Boleh Diatur juga dipilih sebagai film favorit Indro Warkop dengan alasan yang mirip seperti Sama Juga Bohong. Film ini disebut mengandung berbagai muatan satir tentang kehidupan dan isu-isu sosial.
"Ini sebetulnya film semi satir, Sama Juga Bohong dan Jodoh Boleh Diatur," kata Indro. "Walaupun enggak satir banget, tapi penulis di situ memang memasukkan unsur satir terhadap sebuah kehidupan,"
Jodoh Boleh Diatur disutradarai oleh Ami Prijono dengan naskah garapan Djamsan Djakiman. Film itu diperankan oleh Ira Wibowo, Nia Zulkarnaen, Raja Ema, hingga Ida Kusumah.
Judul terakhir yang menjadi rekomendasi Indro Warkop adalah Maju Kena Mundur Kena. Film garapan Arizal itu memiliki tipe yang berbeda dibanding karya Warkop DKI lainnya.
Indro menyebut Maju Kena Mundur Kena sebagai film yang menepikan plot dan mengutamakan adegan komikal lewat berbagai sketsa.
"Maju Kena Mundur Kena itu bagi kami simbol bahwa cerita tidak penting, yang penting sketsanya lucu," ucap Indro.
Selain trio Warkop DKI, film tersebut dibintangi Eva Arnaz, Anis Chan, Lydia Kandou, hingga Us Us. Film ini juga menjadi salah satu judul yang paling populer di masyarakat.