Cerita Tio Pakusadewo Soal Dugaan Bisnis Anak Menteri di Penjara
CNN Indonesia
Rabu, 03 Mei 2023 12:15 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Tio Pakusadewo membongkar bisnis di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang disebutnya melibatkan salah satu anak menteri. (Detikcom/Hanif Hawari)
Jakarta, CNN Indonesia --
Cerita Tio Pakusadewo membongkar bisnis di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan dimonopoli anak menteri viral di media sosial. Tio mengaku mengetahui hal itu saat ia mendekam di penjara karena kasus narkoba.
Dalam pengakuan Tio kepada Uya Kuya yang diunggah di YouTube pada Sabtu (29/4), bisnis itu dikelola oleh sebuah yayasan. Yayasan itu, disebut aktor senior tersebut, melibatkan anak seorang menteri di Indonesia.
"Yang menggagas itu bekas napi koruptor. Cuma dia pintarlah, link-nya banyak. Terus, dia menggaet salah satu anak menteri," kata Tio Pakusadewo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uya kemudian mencoba mencari tahu menteri yang dimaksud oleh Tio. Namun, Tio mengaku tidak tahu apakah menteri itu masih aktif atau tidak. Aktor tersebut juga enggan menyebut nama menteri tersebut karena khawatir menjadi masalah.
"Entar kalau gue sebut, lo repot, gue repot. Pokoknya ada lah," ujar Tio. "Dia [anak menteri itu] paling banyak berkuasa di penjara. Kayaknya ada beberapa penjara, enggak cuma Cipinang."
Yayasan yang dikelola oleh anak menteri itu disebut memfasilitasi para narapidana lewat sebuah program. Tujuannya, agar ketika para napi itu keluar dari penjara, mereka bisa mendapatkan kesempatan kedua yang lebih baik.
Meski demikian, Tio merasa program yang digagas yayasan itu tidak berguna.
"Tujuannya itu mengelola napi-napi itu supaya hidupnya jadi lebih baik katanya. Banyak yang sudah keluar habis itu enggak jadi apa-apa juga. Bu**s*it saja," cibirnya.
Selain itu, Tio juga mengatakan bahwa yayasan tersebut memonopoli bisnis air hingga kantin di dalam lapas.
Para narapidana di dalam lapas, kata Tio, mau tidak mau membeli air untuk minum hingga makanan di kantin karena yang disediakan oleh lapas kualitasnya tidak bagus.
"Maksudnya, karena enggak enak otomatis harus ke kantin?" tanya Uya Kuya kepada Tio Pakusadewo.
"Iya, kantin milik mereka. Semua dikelola sama merekalah," jawab Tio.
CNNIndonesia.com telah mendapat izin dari Uya Kuya untuk mengutip unggahan tersebut.
Video obrolan Tio Pakusadewo dengan Uya Kuya itu kemudian viral di media sosial. Meski Tio tidak menyebutkan nama anak menteri yang dimaksud, tapi nama anak Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly yang bernama Yamitema Laoly mencuat di media sosial.
Yasonna pun kemudian membantah cerita Tio tersebut. Ia menjelaskan pelatihan di lapas digelar atas kerja sama Yayasan Jeera dengan beberapa lapas. Dia memastikan Yamitema Laoly tak terlibat dalam proyek itu.
"Ah, bohong besar itu. Enggak ada. Jadi Jeera itu yayasan yang membina napi, barista, (perajin) kulit, mereka memang ada kerja sama dengan koperasi di tempat dia itu," kata Yasonna di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/5).
Yasonna mengaku heran dengan klaim Tio. Menurut Yasonna, Tio juga pernah ikut dalam program Yayasan Jeera sebagai pelatih.
Dia menyebut kerja sama Tio dengan Jeera berakhir karena sebuah pelanggaran. Namun, Yasonna enggan membeberkan apa pelanggaran yang dilakukan Tio.
"Tio pernah diminta pelatih, tetapi karena dia melakukan pelanggaran berat, diberhentikan. Bahkan, dia pernah dimasukkan ke straft cell," ujarnya.
Cerita Tio Pakusadewo membongkar bisnis di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan dimonopoli anak menteri viral di media sosial. Tio mengaku mengetahui hal itu saat ia mendekam di penjara karena kasus narkoba.
Dalam pengakuan Tio kepada Uya Kuya yang diunggah di YouTube pada Sabtu (29/4), bisnis itu dikelola oleh sebuah yayasan. Yayasan itu, disebut aktor senior tersebut, melibatkan anak seorang menteri di Indonesia.
"Yang menggagas itu bekas napi koruptor. Cuma dia pintarlah, link-nya banyak. Terus, dia menggaet salah satu anak menteri," kata Tio Pakusadewo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uya kemudian mencoba mencari tahu menteri yang dimaksud oleh Tio. Namun, Tio mengaku tidak tahu apakah menteri itu masih aktif atau tidak. Aktor tersebut juga enggan menyebut nama menteri tersebut karena khawatir menjadi masalah.
"Entar kalau gue sebut, lo repot, gue repot. Pokoknya ada lah," ujar Tio. "Dia [anak menteri itu] paling banyak berkuasa di penjara. Kayaknya ada beberapa penjara, enggak cuma Cipinang."
Yayasan yang dikelola oleh anak menteri itu disebut memfasilitasi para narapidana lewat sebuah program. Tujuannya, agar ketika para napi itu keluar dari penjara, mereka bisa mendapatkan kesempatan kedua yang lebih baik.
Meski demikian, Tio merasa program yang digagas yayasan itu tidak berguna.
"Tujuannya itu mengelola napi-napi itu supaya hidupnya jadi lebih baik katanya. Banyak yang sudah keluar habis itu enggak jadi apa-apa juga. Bu**s*it saja," cibirnya.
Selain itu, Tio juga mengatakan bahwa yayasan tersebut memonopoli bisnis air hingga kantin di dalam lapas.
Tio Pakusadewo membongkar bisnis di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang disebutnya melibatkan salah satu anak menteri. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Para narapidana di dalam lapas, kata Tio, mau tidak mau membeli air untuk minum hingga makanan di kantin karena yang disediakan oleh lapas kualitasnya tidak bagus.
"Maksudnya, karena enggak enak otomatis harus ke kantin?" tanya Uya Kuya kepada Tio Pakusadewo.
"Iya, kantin milik mereka. Semua dikelola sama merekalah," jawab Tio.
CNNIndonesia.com telah mendapat izin dari Uya Kuya untuk mengutip unggahan tersebut.
Video obrolan Tio Pakusadewo dengan Uya Kuya itu kemudian viral di media sosial. Meski Tio tidak menyebutkan nama anak menteri yang dimaksud, tapi nama anak Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly yang bernama Yamitema Laoly mencuat di media sosial.
Yasonna pun kemudian membantah cerita Tio tersebut. Ia menjelaskan pelatihan di lapas digelar atas kerja sama Yayasan Jeera dengan beberapa lapas. Dia memastikan Yamitema Laoly tak terlibat dalam proyek itu.
"Ah, bohong besar itu. Enggak ada. Jadi Jeera itu yayasan yang membina napi, barista, (perajin) kulit, mereka memang ada kerja sama dengan koperasi di tempat dia itu," kata Yasonna di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/5).
Yasonna mengaku heran dengan klaim Tio. Menurut Yasonna, Tio juga pernah ikut dalam program Yayasan Jeera sebagai pelatih.
Dia menyebut kerja sama Tio dengan Jeera berakhir karena sebuah pelanggaran. Namun, Yasonna enggan membeberkan apa pelanggaran yang dilakukan Tio.
"Tio pernah diminta pelatih, tetapi karena dia melakukan pelanggaran berat, diberhentikan. Bahkan, dia pernah dimasukkan ke straft cell," ujarnya.