Jakarta, CNN Indonesia -- Tio Pakusadewo baru-baru ini ramai jadi perbincangan di media sosial. Nama sang aktor mencuat usai mengungkap dugaan bisnis di dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP) yang dimonopoli anak menteri.
Pengakuan itu disampaikan Tio kala berbincang dengan Uya Kuya dalam video yang diunggah di YouTube pada Sabtu (29/4). Ia menyebut bisnis itu dikelola sebuah yayasan yang melibatkan anak menteri di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang menggagas itu bekas napi koruptor. Cuma dia pintar lah, link-nya banyak. Terus, dia menggaet salah satu anak menteri," kata Tio Pakusadewo.
Sebelum ramai diperbincangkan karena ucapannya, sosok Tio Pakusadewo sudah malang melintang di industri film Indonesia sejak akhir 1980-an. Ia mengawali karier akting dengan membintangi Bilur-bilur Penyesalan (1987).
Namun, namanya baru mulai dikenal publik saat membintangi Cinta Dalam Sepotong Roti (1990) arahan Garin Nugroho. Kualitas akting Tio kemudian mendapat pengakuan saat berperan sebagai Aria dalam Lagu Untuk Seruni (1991).
[Gambas:Video CNN]
Ia berhasil meraih Piala Citra perdana dalam Festival Film Indonesia 1991. Kala itu, Tio membawa pulang piala untuk kategori Pemeran Utama Pria Terbaik.
Sejak saat itu, popularitas Tio terus melambung dengan membintangi berbagai film populer. Beberapa di antaranya yakni Kuldesak (1997), Berbagi Suami (2006), Quickie Express (2007), hingga Pintu Terlarang (2009).
Pria kelahiran 2 September 1963 itu kembali memenangkan Piala Citra ketika membintangi Identitas (2009). Ia terpilih sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2009.
Pada 2010-an, karier Tio juga masih berada di puncak. Ia bahkan nyaris selalu membintangi lebih dari empat film setiap waktu dalam periode tersebut.
Namun, karier sang aktor sempat terganjal kasus narkoba pada akhir 2017. Ia ditangkap polisi karena positif narkoba jenis sabu dengan barang bukti berupa sabu seberat 1,06 gram.
Tio kemudian harus mendekam di penjara, hingga bebas setahun kemudian. Ia pun sempat comeback dengan aktif membintangi sejumlah film setelah bebas dari penjara.
Sang aktor kembali ditangkap polisi atas penyalahgunaan narkoba pada April 2020. Polisi menyatakan Tio Pakusadewo positif mengonsumsi narkoba jenis sabu dan ganja, hingga divonis penjara satu tahun.
Lanjut ke sebelah...
Profil Tio Pakusadewo, Aktor yang Cerita Dugaan Bisnis di Penjara
Berikut profil Tio Pakusadewo, aktor yang menarik perhatian publik usai bersuara soal dugaan bisnis dalam lapas dimonopoli anak menteri. (detikcom/Hanif Hawari)
Pengalaman mendekam penjara hingga dua kali masa tahanan itu kemudian menjadi alasan Tio mengungkap cerita seputar bisnis di dalam penjara. Ia mengaku mendapati yayasan itu memfasilitasi narapidana lewat sebuah program.
Program itu bertujuan agar napi mendapat kesempatan kedua yang lebih baik ketika keluar dari penjara. Namun, ia merasa program yang digagas tidak berguna.
Tio juga mengatakan yayasan tersebut turut memonopoli bisnis air hingga kantin di dalam lapas.
Para narapidana, kata Tio, terpaksa harus membeli air minum hingga makanan di kantin karena kualitas makanan yang disediakan tidak bagus.
"Maksudnya, karena enggak enak otomatis harus ke kantin?" tanya Uya Kuya kepada Tio Pakusadewo.
[Gambas:Video CNN]
"Iya, kantin milik mereka. Semua dikelola sama mereka lah," jawab Tio.
Pengakuan tersebut kemudian menyeret nama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly dan anaknya, Yamitema Laoly.
Nama anak Menkumham itu ramai disebut netizen karena diduga sebagai sosok yang dimaksud oleh Tio Pakusadewo. Yasonna kemudian membantah rumor tersebut dan menyebut cerita sang aktor bohong.
Ia menjelaskan pelatihan di lapas digelar atas kerja sama Yayasan Jeera dengan beberapa lapas. Dia memastikan Yamitema Laoly tak terlibat dalam proyek tersebut.
"Ah, bohong besar itu. Enggak ada. Jadi Jeera itu yayasan yang membina napi, barista, [perajin] kulit, mereka memang ada kerja sama dengan koperasi di tempat dia itu," kata Yasonna di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/5).