Penyedia Jastip Bidik Untung Besar Saat Tiket Coldplay Terjual
CNN Indonesia
Selasa, 16 Mei 2023 19:15 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Penyedia jasa titip berlomba-lomba menarik perhatian para penggemar agar memakai jasa mereka saat tiket konser Coldplay dijual. (Getty Images/Euan Cherry)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah akun penyedia jasa pembelian tiket marak beredar di media sosial jelang penjualan tiket konser Coldplay di Jakarta mulai dibuka esok hari, Rabu (17/5).
Para penyedia jasa itu berlomba-lomba menarik perhatian para penggemar yang khawatir tidak mendapatkan tiket agar memakai jasa mereka.
Berdasarkan pengamatan CNNIndonesia.com pada Selasa (16/5), semua akun penyedia jasa mengambil keuntungan. Mereka cenderung mematok tarif sebesar Rp200 ribu hingga Rp750 ribu untuk satu kali transaksi pembelian tiket Coldplay.
Meski total yang harga tiket jadi memiliki selisih yang cukup jauh dari harga tiket semestinya, jasa tersebut nyatanya tetap laris peminat.
Salah satu penyedia jasa, Jastip by Cita, mengaku telah mendapatkan 40 jumlah pesanan tiket Coldplay dari berbagai kategori sejak diumumkan pada awal Mei lalu.
"Jumlah order sudah ada di kisaran 40, ini disesuaikan dengan tim war kita," jelas salah satu perwakilan Jastip by Cita saat dihubungi oleh CNNIndonesia.com, Selasa (16/5).
Untuk Coldplay, Cita memilih untuk mematok harga rata sebesar Rp300 ribu untuk seluruh kategori. Namun, untuk kategori Ultimate Experience atau Cat 1, ia menerapkan tarif berbeda karena harga tiket yang sangat tinggi.
Senada dengan Cita, salah satu penyedia jastip berinisial AG juga menerapkan tarif yang cukup tinggi untuk proses pembelian tiket Coldplay.
"List yang aku terima sudah 10 tiket, belum yang dari pusat. Range harga untuk Coldplay kami patok antara Rp350ribu sampai Rp700 ribu," ujar AG dihubungi terpisah oleh CNNIndonesia.com.
Menurut AG, tingkat kesulitan untuk mendapatkan tiket Coldplay menjadi salah satu faktor alasan ia berani mematok tarif yang tinggi. Terutama, cakupan pendengar Coldplay yang menurutnya sangat luas dan mengundang peminat yang sangat banyak.
"Tingkat kesulitannya (Coldplay) cukup sulit sih karena ini cukup berbeda segmennya. Misal, kalau konser K-pop yang minat cuma K-popers doang. Tapi, kalo Coldplay cakupannya luas banget," imbuhnya membandingkan.
Memiliki pola strategi penjualan yang serupa, baik tim Cita maupun AG nyatanya memiliki pengalaman yang sama. Keduanya sudah memiliki jam terbang lewat menjual jasa pembelian tiket konser K-pop yang juga memiliki ribuan peminat dalam satu waktu.
"Pada awalnya kami hanya di konser K-pop. Saat ini semua konser kita open jastip (jasa titip) sesuai permintaan. Untuk targetnya juga kami sekarang ke semua kalangan," ujar Cita.
Hal serupa diterapkan oleh AG dan timnya. Ia mulai menekuni usaha pembelian tiket konser karena pernah berhasil menang war tiket konser untuk diri sendiri. Pada akhirnya, ia memberanikan diri menggunakan ketekunannya untuk membantu orang lain.
"Awalnya dari berhasil beli tiket konser buat diri sendiri, terus bantu teman-teman sendiri, sampai akhirnya ke orang-orang lain," kata AG.
Berbekal dari pengalaman tersebut, Cita dan AG sudah tak merasa kewalahan untuk mengatasi para pelanggan yang khawatir akan nasib tiketnya.
"Sistem di kami, untuk fee jastip akan dibayarkan setelah e-voucher keluar. Kalau tidak dapat tiket, uang akan dikembalikan 100 persen dan tidak perlu membayar jastip," jelas Cita.
"Jadi, tidak ada pihak yang dirugikan dan untuk payment juga kami sistemnya menggunakan self payment menggunakan virtual account," jelasnya.
"Yang dijamin sebenarnya enggak ada, cuma memperlihatkan testimoni dari pelanggan-pelanggan sebelumnya yang udah pernah beli di kami," jelas AG.
Baik Cita maupun AG sama-sama yakin atas jasa yang ditawarkan. Selain itu, mereka tak bekerja sendirian.
Dalam sebuah tim penyedia jastip, terdapat beberapa orang yang bekerja di balik layar untuk mempermudah proses pembelian tiket yang diinginkan.
"Yakin banget bisa dapat tiket sampai masuk konser sih. Karena, enggak cuma mengandalkan satu-dua orang doang, tapi ada tim yang bisa bantu war tiket," kata AG.
Penjualan tiket konser Coldplay di Jakarta bakal resmi dibuka dalam 24 jam ke depan. Chris Martin dkk akan menyambangi Indonesia dalam rangkaian Music of the Spheres World Tour di Asia.
Akan ada dua jenis sistem penjualan tiket konser Coldplay, yakni presale pada 17-18 Mei serta penjualan umum pada 19 Mei lewat situs www.coldplayinjakarta.com.
Sejumlah akun penyedia jasa pembelian tiket marak beredar di media sosial jelang penjualan tiket konser Coldplay di Jakarta mulai dibuka esok hari, Rabu (17/5).
Para penyedia jasa itu berlomba-lomba menarik perhatian para penggemar yang khawatir tidak mendapatkan tiket agar memakai jasa mereka.
Berdasarkan pengamatan CNNIndonesia.com pada Selasa (16/5), semua akun penyedia jasa mengambil keuntungan. Mereka cenderung mematok tarif sebesar Rp200 ribu hingga Rp750 ribu untuk satu kali transaksi pembelian tiket Coldplay.
Meski total yang harga tiket jadi memiliki selisih yang cukup jauh dari harga tiket semestinya, jasa tersebut nyatanya tetap laris peminat.
Salah satu penyedia jasa, Jastip by Cita, mengaku telah mendapatkan 40 jumlah pesanan tiket Coldplay dari berbagai kategori sejak diumumkan pada awal Mei lalu.
"Jumlah order sudah ada di kisaran 40, ini disesuaikan dengan tim war kita," jelas salah satu perwakilan Jastip by Cita saat dihubungi oleh CNNIndonesia.com, Selasa (16/5).
Untuk Coldplay, Cita memilih untuk mematok harga rata sebesar Rp300 ribu untuk seluruh kategori. Namun, untuk kategori Ultimate Experience atau Cat 1, ia menerapkan tarif berbeda karena harga tiket yang sangat tinggi.
Senada dengan Cita, salah satu penyedia jastip berinisial AG juga menerapkan tarif yang cukup tinggi untuk proses pembelian tiket Coldplay.
"List yang aku terima sudah 10 tiket, belum yang dari pusat. Range harga untuk Coldplay kami patok antara Rp350ribu sampai Rp700 ribu," ujar AG dihubungi terpisah oleh CNNIndonesia.com.
Menurut AG, tingkat kesulitan untuk mendapatkan tiket Coldplay menjadi salah satu faktor alasan ia berani mematok tarif yang tinggi. Terutama, cakupan pendengar Coldplay yang menurutnya sangat luas dan mengundang peminat yang sangat banyak.
"Tingkat kesulitannya (Coldplay) cukup sulit sih karena ini cukup berbeda segmennya. Misal, kalau konser K-pop yang minat cuma K-popers doang. Tapi, kalo Coldplay cakupannya luas banget," imbuhnya membandingkan.
Memiliki pola strategi penjualan yang serupa, baik tim Cita maupun AG nyatanya memiliki pengalaman yang sama. Keduanya sudah memiliki jam terbang lewat menjual jasa pembelian tiket konser K-pop yang juga memiliki ribuan peminat dalam satu waktu.
"Pada awalnya kami hanya di konser K-pop. Saat ini semua konser kita open jastip (jasa titip) sesuai permintaan. Untuk targetnya juga kami sekarang ke semua kalangan," ujar Cita.
Penyedia jasa titip berlomba-lomba menarik perhatian para penggemar agar memakai jasa mereka saat tiket konser Coldplay dijual. (REUTERS/CHRISTOPHER PIKE)
Hal serupa diterapkan oleh AG dan timnya. Ia mulai menekuni usaha pembelian tiket konser karena pernah berhasil menang war tiket konser untuk diri sendiri. Pada akhirnya, ia memberanikan diri menggunakan ketekunannya untuk membantu orang lain.
"Awalnya dari berhasil beli tiket konser buat diri sendiri, terus bantu teman-teman sendiri, sampai akhirnya ke orang-orang lain," kata AG.
Berbekal dari pengalaman tersebut, Cita dan AG sudah tak merasa kewalahan untuk mengatasi para pelanggan yang khawatir akan nasib tiketnya.
"Sistem di kami, untuk fee jastip akan dibayarkan setelah e-voucher keluar. Kalau tidak dapat tiket, uang akan dikembalikan 100 persen dan tidak perlu membayar jastip," jelas Cita.
"Jadi, tidak ada pihak yang dirugikan dan untuk payment juga kami sistemnya menggunakan self payment menggunakan virtual account," jelasnya.
"Yang dijamin sebenarnya enggak ada, cuma memperlihatkan testimoni dari pelanggan-pelanggan sebelumnya yang udah pernah beli di kami," jelas AG.
Baik Cita maupun AG sama-sama yakin atas jasa yang ditawarkan. Selain itu, mereka tak bekerja sendirian.
Dalam sebuah tim penyedia jastip, terdapat beberapa orang yang bekerja di balik layar untuk mempermudah proses pembelian tiket yang diinginkan.
"Yakin banget bisa dapat tiket sampai masuk konser sih. Karena, enggak cuma mengandalkan satu-dua orang doang, tapi ada tim yang bisa bantu war tiket," kata AG.
Penjualan tiket konser Coldplay di Jakarta bakal resmi dibuka dalam 24 jam ke depan. Chris Martin dkk akan menyambangi Indonesia dalam rangkaian Music of the Spheres World Tour di Asia.
Akan ada dua jenis sistem penjualan tiket konser Coldplay, yakni presale pada 17-18 Mei serta penjualan umum pada 19 Mei lewat situs www.coldplayinjakarta.com.