Belum Sejam Penjualan Presale, 'WTS' Tiket Coldplay Banjir di Medsos
CNN Indonesia
Rabu, 17 Mei 2023 12:07 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Antusiasme penjualan tiket presale konser Coldplay di Jakarta membeludak dan dimanfaatkan oleh calo-calo di media sosial. (REUTERS/CHRISTOPHER PIKE)
Jakarta, CNN Indonesia --
Antusiasme penjualan tiket presale konser Coldplay di Jakarta membeludak seperti yang diprediksi. Ratusan ribu orang telah mengantre sejak situs dibuka tepat pada 10.00 WIB, Rabu (17/5).
Bahkan, beberapa kategori utama seperti Ultimate dan CAT 1 telah ludes terjual hanya beberapa menit sejak penjualan resmi dibuka di situs coldplayinjakarta.com.
Ramainya permintaan ini pun sontak menjadi ladang mencari cuan bagi para 'calo' yang telah bertebaran di media sosial.
Pantauan CNNIndonesia.com mulai sekitar pukul 10.45 WIB di linimasa Twitter, sejumlah akun dengan tagar #wts atau "want to sale" tiket Coldplay pun juga marak beredar,.
Beberapa di antara para pengguna tersebut memiliki pola penjualan yang bervariasi. Sebagian ada yang telah berhasil menuntaskan transaksi pembelian tiket, dan menjamin akan mengawal penukaran tiket hingga masuk ke area konser.
Diprediksi sejumlah akun tersebut menjajakan tiket mereka dengan harga tinggi untuk menjemput permintaan para penggemar Coldplay.
Namun tak sedikit pula yang menawarkan tiket meski masih dalam ruang tunggu di situs pembelian dan belum menyelesaikan transaksi.
"War Coldplay CAT 4 2 tiket dan CAT 5 sejumlah 3 tiket. DM cepat," tulis yang lain dengan menyertakan tangkapan layar bahwa dirinya masih dalam waktu tunggu selama empat jam sebelum menuntaskan transaksi.
Beberapa akun lain bahkan tak ragu untuk berani mematok harga nyaris dua kali lipat dari harga tiket aslinya.
"WTS - Coldplay CAT 4B ada dua tiket. Rp 4,5 juta per tiket. Diurus sampai tiket fisik," tulis yang lain pada pukul 10.56 WIB.
Dalam gambar yang tertera di cuitan tersebut, akun itu menawarkan harga tiket CAT 4B sebesar Rp4,5 juta. Padahal harga asli tiket CAT 4B adalah Rp2,5 juta per tiket.
Hadirnya para 'calo' di medsos ini pun mengundang keresahan para penggemar lain yang tak kebagian tiket. Tak jarang di antara mereka yang mengumpat dan mengeluhkan kehadiran mereka.
"Siapa yang WTS WTS Tiket Coldplay, terkhususnya CAT 6? Mending lo kagak usah ikut war anjir," keluh seorang netizen.
"Yang beli tiket Coldplay terus dijual lagi itu definisi orang k***ol. WTS WTS mending antrean lo buat gua tadi," kata yang lain sembari mengumpat.
Maraknya penjual tiket tangan kedua ini patut diwaspadai, terutama oleh para penggemar yang telah pasrah dan lelah setelah gagal mendapatkan tiket.
Lanjut ke sebelah...
Penipuan atau scam penjualan tiket konser belakangan telah memakan banyak korban dengan kerugian jutaan rupiah bagi penggemar.
Panitia pun sebelumnya telah mengimbau untuk melakukan pembelian tiket presale Coldplay hanya di situs resmi dan bukan dari pihak ketiga.
"Tiket yang dibeli dari website pihak ketiga dan reseller yang tidak sah seperti Viagogo, Stubhub, tiketX, thekaryll dll menjadi tanggung jawab pribadi dan risiko dari Pembeli Tiket." tulis panitia dalam syarat dan ketentuan.
Waspada tiket jalur WTS
Jika memang terpaksa untuk membeli melalui perantara atau 'tiket jalur WTS' di medsos, maka calon penonton harus menyiapkan beberapa perhatian ekstra supaya tidak menelan rugi.
Langkah pertama yang wajib diminta adalah meminta bukti pembayaran dan tangkapan layar e-ticket. Bukti-bukti tersebut wajib diminta sejak awal, termasuk konfirmasi pembayaran yang dikirim melalui e-mail.
Setelah itu, jangan lupa untuk melihat keaslian tiket secara detail. Beberapa kejanggalan biasanya terlihat dari perbedaan jenis font, besar kecil huruf, hingga detail layout seperti garis pembatas pada e-ticket.
Tak lupa, jangan ragu untuk menanyakan identitas asli penjual. Beberapa di antaranya seperti nama lengkap, nomor rekening, hingga foto KTP.
Bila perlu, calon pembeli juga bisa bertukar media sosial dengan penjual untuk mengetahui latar belakang dan riwayat penjual di internet.
Pembelian tiket melalui media sosial juga masih berisiko hingga hari H, sehingga jangan ragu untuk menyelesaikan transaksi dengan bertemu di venue konser.
Menengok beberapa waktu ke belakang, sejumlah penggemar BLACKPINK alias BLINK mengalami kerugian setelah menjadi korban penipuan. Sebagian besar korban tertipu setelah membeli tiket melalui tangan kedua.
Tiket dijual oleh banyak individu di media sosial dengan menggunakan kata kunci 'want to sell' atau WTS. Motif penipuan di balik jual beli tiket via media sosial itu pun begitu beragam dan berhasil mengundang banyak korban.
Jakarta, CNN Indonesia --
Antusiasme penjualan tiket presale konser Coldplay di Jakarta membeludak seperti yang diprediksi. Ratusan ribu orang telah mengantre sejak situs dibuka tepat pada 10.00 WIB, Rabu (17/5).
Bahkan, beberapa kategori utama seperti Ultimate dan CAT 1 telah ludes terjual hanya beberapa menit sejak penjualan resmi dibuka di situs coldplayinjakarta.com.
Ramainya permintaan ini pun sontak menjadi ladang mencari cuan bagi para 'calo' yang telah bertebaran di media sosial.
Pantauan CNNIndonesia.com mulai sekitar pukul 10.45 WIB di linimasa Twitter, sejumlah akun dengan tagar #wts atau "want to sale" tiket Coldplay pun juga marak beredar,.
Beberapa di antara para pengguna tersebut memiliki pola penjualan yang bervariasi. Sebagian ada yang telah berhasil menuntaskan transaksi pembelian tiket, dan menjamin akan mengawal penukaran tiket hingga masuk ke area konser.
Diprediksi sejumlah akun tersebut menjajakan tiket mereka dengan harga tinggi untuk menjemput permintaan para penggemar Coldplay.
Namun tak sedikit pula yang menawarkan tiket meski masih dalam ruang tunggu di situs pembelian dan belum menyelesaikan transaksi.
"War Coldplay CAT 4 2 tiket dan CAT 5 sejumlah 3 tiket. DM cepat," tulis yang lain dengan menyertakan tangkapan layar bahwa dirinya masih dalam waktu tunggu selama empat jam sebelum menuntaskan transaksi.
Beberapa akun lain bahkan tak ragu untuk berani mematok harga nyaris dua kali lipat dari harga tiket aslinya.
"WTS - Coldplay CAT 4B ada dua tiket. Rp 4,5 juta per tiket. Diurus sampai tiket fisik," tulis yang lain pada pukul 10.56 WIB.
Dalam gambar yang tertera di cuitan tersebut, akun itu menawarkan harga tiket CAT 4B sebesar Rp4,5 juta. Padahal harga asli tiket CAT 4B adalah Rp2,5 juta per tiket.
Hadirnya para 'calo' di medsos ini pun mengundang keresahan para penggemar lain yang tak kebagian tiket. Tak jarang di antara mereka yang mengumpat dan mengeluhkan kehadiran mereka.
"Siapa yang WTS WTS Tiket Coldplay, terkhususnya CAT 6? Mending lo kagak usah ikut war anjir," keluh seorang netizen.
"Yang beli tiket Coldplay terus dijual lagi itu definisi orang k***ol. WTS WTS mending antrean lo buat gua tadi," kata yang lain sembari mengumpat.
Maraknya penjual tiket tangan kedua ini patut diwaspadai, terutama oleh para penggemar yang telah pasrah dan lelah setelah gagal mendapatkan tiket.
Lanjut ke sebelah...
Panitia Tak Bertanggung Jawab Tiket dari Pihak Ketiga / Reseller
Antusiasme penjualan tiket presale konser Coldplay di Jakarta membeludak dan dimanfaatkan oleh calo-calo di media sosial. (REUTERS/CHRISTOPHER PIKE)
Penipuan atau scam penjualan tiket konser belakangan telah memakan banyak korban dengan kerugian jutaan rupiah bagi penggemar.
Panitia pun sebelumnya telah mengimbau untuk melakukan pembelian tiket presale Coldplay hanya di situs resmi dan bukan dari pihak ketiga.
"Tiket yang dibeli dari website pihak ketiga dan reseller yang tidak sah seperti Viagogo, Stubhub, tiketX, thekaryll dll menjadi tanggung jawab pribadi dan risiko dari Pembeli Tiket." tulis panitia dalam syarat dan ketentuan.
Waspada tiket jalur WTS
Jika memang terpaksa untuk membeli melalui perantara atau 'tiket jalur WTS' di medsos, maka calon penonton harus menyiapkan beberapa perhatian ekstra supaya tidak menelan rugi.
Langkah pertama yang wajib diminta adalah meminta bukti pembayaran dan tangkapan layar e-ticket. Bukti-bukti tersebut wajib diminta sejak awal, termasuk konfirmasi pembayaran yang dikirim melalui e-mail.
Setelah itu, jangan lupa untuk melihat keaslian tiket secara detail. Beberapa kejanggalan biasanya terlihat dari perbedaan jenis font, besar kecil huruf, hingga detail layout seperti garis pembatas pada e-ticket.
Tak lupa, jangan ragu untuk menanyakan identitas asli penjual. Beberapa di antaranya seperti nama lengkap, nomor rekening, hingga foto KTP.
Bila perlu, calon pembeli juga bisa bertukar media sosial dengan penjual untuk mengetahui latar belakang dan riwayat penjual di internet.
Pembelian tiket melalui media sosial juga masih berisiko hingga hari H, sehingga jangan ragu untuk menyelesaikan transaksi dengan bertemu di venue konser.
Menengok beberapa waktu ke belakang, sejumlah penggemar BLACKPINK alias BLINK mengalami kerugian setelah menjadi korban penipuan. Sebagian besar korban tertipu setelah membeli tiket melalui tangan kedua.
Tiket dijual oleh banyak individu di media sosial dengan menggunakan kata kunci 'want to sell' atau WTS. Motif penipuan di balik jual beli tiket via media sosial itu pun begitu beragam dan berhasil mengundang banyak korban.