Usai Coldplay, Pengamat Ungkap 2 Sistem Jual Tiket Pengganti War
CNN Indonesia
Sabtu, 20 Mei 2023 14:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Pengamat musik menilai ada dua alternatif sistem penjualan tiket di Indonesia yang dapat dicoba, seperti lotere dan
Namun, Nuran tidak dapat memastikan apakah sistem tersebut dapat berjalan optimal jika diterapkan di Indonesia. Ia merasa bisnis pertunjukan musik di Indonesia masih memiliki banyak lubang yang perlu diperbaiki.
"Walau aku masih sedikit meragukan ya, apa itu bisa diterapkan secara ideal di Indonesia? Mengingat reputasi kita yang cerdik dan terampil mengakali berbagai sistem," ujar Nuran.
Selain sistem lotere, Nuran juga mengenang penerapan penjualan tiket konser dengan pola yang lebih tradisional: melalui pihak ketiga. Nama platform yang populer di masa lalu, Ibu Dibjo, kembali mencuat di tengah pembicaraan netizen.
Nuran menilai sistem 'Ibu Dibjo' memang lebih detail dan adil, namun tidak dapat difungsikan dalam konser skala akbar layaknya Coldplay di Jakarta.
"Beberapa bahkan merujuk ke masa lalu, jual tiket secara sporadis, ke banyak pihak ketiga, seperti Ibu Dibjo," kata Nuran.
"Itu mungkin efektif buat konser skala kecil-menengah yang kapasitasnya mungkin ribuan sampai belasan ribu," sambungnya.
"Kalau udah nyampe 30-60 ribu penonton mungkin akan repot juga mengaturnya, jadi kurang efektif," tambahnya.
Seluruh tiket konser Coldplay di Jakarta untuk umum resmi sold out setelah diumumkan PK Entertainment selaku promotor pada Jumat (19/5) atau setelah public on-sale berlangsung sejak pagi.
Kuota tiket penjualan umum resmi dinyatakan ludes sekitar pukul 13.15 WIB atau lebih dari tiga jam jam setelah dibuka pukul 10.00 WIB.
Antusiasme itu hadir usai Coldplay resmi diumumkan bakal menggelar konser untuk pertama kalinya di Indonesia pada 15 November 2023.
Band asal Inggris itu akan menggeber panggung Music of the Spheres World Tour di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.
Penjualan tiket konser Coldplay di Jakarta sesuai prediksi mengundang antusiasme yang tinggi. Ratusan ribu orang berkompetisi untuk mendapatkan tempat duduk untuk menyaksikan penampilan band asal Inggris itu nanti di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 15 November 2023.
Dikenal dengan julukan 'war tiket', para calon pemegang tiket harus merelakan waktu, energi, dan pastinya jaringan internet yang optimal untuk memperebutkan hal yang belum pasti.
Tak jarang, penantian antre setelah berjam-jam kandas di tengah jalan karena "kalah perang" untuk mendapatkan tiket karena tingginya permintaan pembeli. Alhasil, waktu dan energi pun menjadi terbuang sia-sia.
Menilik fenomena tersebut, pengamat pertunjukan musik Nuran Wibisono menilai ada dua alternatif sistem penjualan tiket di Indonesia yang dapat dicoba selain sistem war tiket yang kurang nyaman.
Salah satunya adalah sistem lotere. Meski ia mengaku belum pernah membeli tiket konser dengan cara tersebut, Nuran berkata tidak ada salahnya bagi Indonesia untuk mencoba menggunakan sistem tersebut.
"Itu memang menurutku sistem yang bagus, ya. Semua bergantung pada keberuntungan," kata Nuran Wibisono kepada CNNIndonesia.com pada Jumat (19/5).
"Pembeli tiket tinggal mengisi data diri, memilih kelas, dan isi kartu kredit. Kalau menang, kepotong. Kalau enggak, ya enggak kepotong," imbuh penulis buku Nice Boys Don't Write Rock N Roll, Obsesi Busuk Menulis Musik itu.
Beberapa kelebihan yang terdapat di sistem lotere, menurut Nuran, adalah serba praktis dan efektif. Pengguna hanya perlu mengandalkan nasib dan kemujuran.
Sistem ini juga terbukti berfungsi di negara yang sering dikunjungi grup musik internasional, salah satunya di Jepang. Sehingga, dapat dijadikan acuan terlebih dahulu oleh penyelenggara pertunjukan musik di Indonesia sebelum menganut sistem lotere.
Pengamat musik menilai ada dua alternatif sistem penjualan tiket di Indonesia yang dapat dicoba, seperti lotere dan
Namun, Nuran tidak dapat memastikan apakah sistem tersebut dapat berjalan optimal jika diterapkan di Indonesia. Ia merasa bisnis pertunjukan musik di Indonesia masih memiliki banyak lubang yang perlu diperbaiki.
"Walau aku masih sedikit meragukan ya, apa itu bisa diterapkan secara ideal di Indonesia? Mengingat reputasi kita yang cerdik dan terampil mengakali berbagai sistem," ujar Nuran.
Selain sistem lotere, Nuran juga mengenang penerapan penjualan tiket konser dengan pola yang lebih tradisional: melalui pihak ketiga. Nama platform yang populer di masa lalu, Ibu Dibjo, kembali mencuat di tengah pembicaraan netizen.
Nuran menilai sistem 'Ibu Dibjo' memang lebih detail dan adil, namun tidak dapat difungsikan dalam konser skala akbar layaknya Coldplay di Jakarta.
"Beberapa bahkan merujuk ke masa lalu, jual tiket secara sporadis, ke banyak pihak ketiga, seperti Ibu Dibjo," kata Nuran.
"Itu mungkin efektif buat konser skala kecil-menengah yang kapasitasnya mungkin ribuan sampai belasan ribu," sambungnya.
"Kalau udah nyampe 30-60 ribu penonton mungkin akan repot juga mengaturnya, jadi kurang efektif," tambahnya.
Seluruh tiket konser Coldplay di Jakarta untuk umum resmi sold out setelah diumumkan PK Entertainment selaku promotor pada Jumat (19/5) atau setelah public on-sale berlangsung sejak pagi.
Kuota tiket penjualan umum resmi dinyatakan ludes sekitar pukul 13.15 WIB atau lebih dari tiga jam jam setelah dibuka pukul 10.00 WIB.
Antusiasme itu hadir usai Coldplay resmi diumumkan bakal menggelar konser untuk pertama kalinya di Indonesia pada 15 November 2023.
Band asal Inggris itu akan menggeber panggung Music of the Spheres World Tour di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.