160 Ribu Aktor Hollywood Bakal Mogok Susul Penulis
CNN Indonesia
Kamis, 13 Jul 2023 17:16 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Sebanyak 160 ribu aktor Hollywood bisa segera menyusul kawan-kawan penulis untuk melakukan mogok massal. (Getty Images via AFP/MARIO TAMA)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sebanyak 160 ribu aktor Hollywood bisa segera menyusul kawan-kawan penulis untuk melakukan mogok massal. Hal itu terjadi usai pertemuan serikat aktor dengan perwakilan studio dan produser mencapai gagal sepakat.
Diberitakan Variety pada Kamis (13/7), serikat para aktor Amerika atau Screen Actors Guild - American Federation of Television and Radio Artists (SAG-AFTRA) menyampaikan bahwa perpanjangan kontrak kesepakatan antara mereka dengan para studio akan berakhir tengah malam ini.
Sementara itu, pertemuan Kamis pagi dengan asosiasi produser dan studio atau Alliance of Motion Picture and Television Producers (AMPTP) soal perpanjangan kontrak menemui jalan buntu. Bahkan SAG-AFTRA menyebut respons AMPTP atas permintaan serikat aktor sebagai "menghina dan tidak sopan,"
"SAG-AFTRA bernegosiasi dengan niat baik dan semangat untuk mencapai kesepakatan yang cukup memenuhi kebutuhan para penampil, tapi respons AMPTP pada proposal paling penting lembaga ini adalah menghina dan tidak sopan terharap kontribusi besar kami ke industri ini," kata Fran Drescher, presiden SAG-AFTRA.
"Para studio dan perusahaan itu menolak untuk terlibat secara bermakna dalam beberapa topik dan pada topik lainnya dan itu menghalangi kami. Sampai mereka bernegosiasi dengan niat baik, kami tak bisa memulai mencapai sebuah kesepakatan," lanjutnya.
Sementara itu, SAG-AFTRA yang mewakili lebih dari 160 ribu penampil menyebut sudah mendapatkan 'restu' untuk melakukan mogok bila tidak mencapai kesepakatan dengan para produser.
Dalam jajak pendapat yang dilakukan SAG-AFTRA pada awal Juni 2023, serikat aktor itu mengatakan 98 persen peserta japat yang tak disebutkan jumlahnya itu menyetujui aksi mogok seperti yang dilakukan para penulis Hollywood.
Bila para aktor Hollywood sungguh mogok, entah esok saat kontrak berhenti atau pun dalam waktu dekat, maka aksi mogok ini adalah yang pertama bagi SAG-AFTRA.
Diberitakan Variety, mereka belum pernah melakukan mogok terhadap studio film dan televisi sejak 1980. Terakhir kali para aktor dan penulis Hollywood mogok kerja secara berturut-turut adalah pada 1960.
Di sisi lain, asosiasi para studio atau AMPTP menyatakan kekecewaan mereka atas tindakan SAG-AFTRA. Mereka menilai bahwa serikat tersebut memang sudah berniat untuk mogok alih-alih menemui kata sepakat untuk memperpanjang kontrak.
Lanjut ke sebelah...
"Kami sungguh kecewa bahwa SAG-AFTRA memutuskan untuk menjauh dari negosiasi kami," kata asosiasi tersebut. "Ini adalah pilihan dari serikat, bukan kami,"
AMPTP menyebut penolakan SAG-AFTRA juga sekaligus membuang tawaran mereka terkait peningkatan gaji dan bayaran yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya, pemberian yang lebih besar pada dana pensiun dan asuransi kesehatan, perlindungan saat audisi dan dari penggunaan AI.
"Alih-alih melanjutkan negosiasi, SAG-AFTRA telah menempatkan kami pada jalur yang akan memperdalam kesulitan keuangan bagi ribuan orang yang bergantung pada industri untuk mata pencaharian mereka." kata AMPTP.
Kesepakatan ini sudah dimulai sejak 7 Juni lalu, seiring dengan 'standar' upah studio dengan para pekerja yang berakhir bulan ini. Namun pembaharuan standar tersebut pun berbalut sejumlah isu yang beredar di industri film.
Beberapa isu yang beredar seperti penggunaan kecerdasan buatan atau AI pada tenaga kreatif, hingga bayaran yang dianggap belum menyesuaikan dengan tren penayangan yang kini lebih ramai di layanan streaming.
Meski begitu, pihak studio enggan membuka data jumlah penonton mereka dari streaming. Hal ini yang dianggap berpengaruh pada pendapatan royalti yang tidak jelas seperti pada penayangan konvensional di layar lebar.
Sejauh ini, baru serikat penulis yang melakukan mogok kerja karena tidak menemui kesepakatan dengan AMPTP. Mogok sudah dimulai sejak awal Mei lalu dan belum berhenti hingga saat ini.
Sementara itu, para sutradara film dan televisi memilih untuk meratifikasi kontrak baru tiga tahunan dengan studio besar Hollywood, mencegah mogok kerja kedua yang bisa bikin industri film itu makin terguncang.
Diberitakan Reuters pada Jumat (23/6), ratifikasi tersebut terjadi setelah para penulis masih menjalankan mogok mereka yang membuat banyak proyek tertunda dan mundur.
Serikat sutradara Hollywood, Directors Guild of America (DGA), mengatakan sebanyak 87 persen dari jajak pendapat yang dilakukan mendukung kesepakatan dengan the Alliance of Motion Picture and Television Producers (AMPTP).
Jakarta, CNN Indonesia --
Sebanyak 160 ribu aktor Hollywood bisa segera menyusul kawan-kawan penulis untuk melakukan mogok massal. Hal itu terjadi usai pertemuan serikat aktor dengan perwakilan studio dan produser mencapai gagal sepakat.
Diberitakan Variety pada Kamis (13/7), serikat para aktor Amerika atau Screen Actors Guild - American Federation of Television and Radio Artists (SAG-AFTRA) menyampaikan bahwa perpanjangan kontrak kesepakatan antara mereka dengan para studio akan berakhir tengah malam ini.
Sementara itu, pertemuan Kamis pagi dengan asosiasi produser dan studio atau Alliance of Motion Picture and Television Producers (AMPTP) soal perpanjangan kontrak menemui jalan buntu. Bahkan SAG-AFTRA menyebut respons AMPTP atas permintaan serikat aktor sebagai "menghina dan tidak sopan,"
"SAG-AFTRA bernegosiasi dengan niat baik dan semangat untuk mencapai kesepakatan yang cukup memenuhi kebutuhan para penampil, tapi respons AMPTP pada proposal paling penting lembaga ini adalah menghina dan tidak sopan terharap kontribusi besar kami ke industri ini," kata Fran Drescher, presiden SAG-AFTRA.
"Para studio dan perusahaan itu menolak untuk terlibat secara bermakna dalam beberapa topik dan pada topik lainnya dan itu menghalangi kami. Sampai mereka bernegosiasi dengan niat baik, kami tak bisa memulai mencapai sebuah kesepakatan," lanjutnya.
Sementara itu, SAG-AFTRA yang mewakili lebih dari 160 ribu penampil menyebut sudah mendapatkan 'restu' untuk melakukan mogok bila tidak mencapai kesepakatan dengan para produser.
Dalam jajak pendapat yang dilakukan SAG-AFTRA pada awal Juni 2023, serikat aktor itu mengatakan 98 persen peserta japat yang tak disebutkan jumlahnya itu menyetujui aksi mogok seperti yang dilakukan para penulis Hollywood.
Bila para aktor Hollywood sungguh mogok, entah esok saat kontrak berhenti atau pun dalam waktu dekat, maka aksi mogok ini adalah yang pertama bagi SAG-AFTRA.
Diberitakan Variety, mereka belum pernah melakukan mogok terhadap studio film dan televisi sejak 1980. Terakhir kali para aktor dan penulis Hollywood mogok kerja secara berturut-turut adalah pada 1960.
Di sisi lain, asosiasi para studio atau AMPTP menyatakan kekecewaan mereka atas tindakan SAG-AFTRA. Mereka menilai bahwa serikat tersebut memang sudah berniat untuk mogok alih-alih menemui kata sepakat untuk memperpanjang kontrak.
Lanjut ke sebelah...
Para Studio Kecewa
Sebanyak 160 ribu aktor Hollywood bisa segera menyusul kawan-kawan penulis untuk melakukan mogok massal. (AFP/FREDERIC J. BROWN)
"Kami sungguh kecewa bahwa SAG-AFTRA memutuskan untuk menjauh dari negosiasi kami," kata asosiasi tersebut. "Ini adalah pilihan dari serikat, bukan kami,"
AMPTP menyebut penolakan SAG-AFTRA juga sekaligus membuang tawaran mereka terkait peningkatan gaji dan bayaran yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya, pemberian yang lebih besar pada dana pensiun dan asuransi kesehatan, perlindungan saat audisi dan dari penggunaan AI.
"Alih-alih melanjutkan negosiasi, SAG-AFTRA telah menempatkan kami pada jalur yang akan memperdalam kesulitan keuangan bagi ribuan orang yang bergantung pada industri untuk mata pencaharian mereka." kata AMPTP.
Kesepakatan ini sudah dimulai sejak 7 Juni lalu, seiring dengan 'standar' upah studio dengan para pekerja yang berakhir bulan ini. Namun pembaharuan standar tersebut pun berbalut sejumlah isu yang beredar di industri film.
Beberapa isu yang beredar seperti penggunaan kecerdasan buatan atau AI pada tenaga kreatif, hingga bayaran yang dianggap belum menyesuaikan dengan tren penayangan yang kini lebih ramai di layanan streaming.
Meski begitu, pihak studio enggan membuka data jumlah penonton mereka dari streaming. Hal ini yang dianggap berpengaruh pada pendapatan royalti yang tidak jelas seperti pada penayangan konvensional di layar lebar.
Sejauh ini, baru serikat penulis yang melakukan mogok kerja karena tidak menemui kesepakatan dengan AMPTP. Mogok sudah dimulai sejak awal Mei lalu dan belum berhenti hingga saat ini.
Sementara itu, para sutradara film dan televisi memilih untuk meratifikasi kontrak baru tiga tahunan dengan studio besar Hollywood, mencegah mogok kerja kedua yang bisa bikin industri film itu makin terguncang.
Diberitakan Reuters pada Jumat (23/6), ratifikasi tersebut terjadi setelah para penulis masih menjalankan mogok mereka yang membuat banyak proyek tertunda dan mundur.
Serikat sutradara Hollywood, Directors Guild of America (DGA), mengatakan sebanyak 87 persen dari jajak pendapat yang dilakukan mendukung kesepakatan dengan the Alliance of Motion Picture and Television Producers (AMPTP).