Elon Musk Kritik Film Barbie Gunakan Kata Patriarki Berlebihan

CNN Indonesia
Kamis, 27 Jul 2023 15:25 WIB
Elon Musk Kritik Film Barbie Gunakan Kata Patriarki Berlebihan
Elon Musk mengkritik Barbie karena dirasa menggunakan kata patriarki berlebihan sepanjang film yang digarap Greta Gerwig itu. (AFP/Suzanne Cordeiro)

Menurut pemahaman Morgan, konsep patriarki milik feminis adalah "pria penindas jahat, wanita adalah korban yang tidak bisa disalahkan, dan siapa pun yang berani menantang pandangan ini adalah seorang misoginis yang menjijikkan."

Dalam kritikannya, Morgan menilai bahwa "Barbie tidak melakukan apa pun untuk menghilangkan pandangan ini."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Satu-satunya solusi untuk keadaan patriarki yang mengerikan ini adalah wanita memimpin dunia, dan lebih baik melakukannya sendiri tanpa pria mengerikan yang merusak baik planet maupun mereka," tulis Morgan bernadakan satir untuk menyampaikan kritiknya terhadap Barbie.

Morgan menuduh film hit box office karya Gerwig 'memaksakan' pesan ini ke 'para penonton' dan ia mengkritik semua karakter Barbie sebagai bentuk hipokrisi para pejuang woke berdasarkan kompas moral mereka.

Namun, karakter Ken juga tidak luput dari kritikan Morgan, di mana Morgan mengatakan Ken menganut patriarki dengan 'gairah penuh semangat dan menjadi seorang laki-laki sombong, arogan, dan seorang macho yang bodoh.'



Morgan berpendapat 'dunia nyata' sebenarnya penuh dengan perempuan percaya diri dan berprestasi tinggi.

Sehingga, mereka diyakini "akan tertawa melihat penggambaran karakter mereka yang sepenuhnya salah, sehingga film tersebut tidak menggambarkan dunia nyata dengan akurat."

Barbie merupakan film terbaru garapan Greta Gerwig, sutradara yang terkenal lewat Lady Bird (2017) hingga Little Women (2019). Gerwig berkolaborasi dengan pasangannya, Noah Baumbach, yang menjadi penulis naskah.

Margot Robbie dan Ryan Gosling ditunjuk sebagai pemeran utama, yakni Barbie dan Ken. Namun, film tersebut juga diramaikan deretan aktor dan aktris yang berperan sebagai Barbie dan Ken varian lain.

Beberapa varian Barbie diperankan Dua Lipa, Emma Mackey, Kate McKinnon, Issa Rae, Hari Nef, Alexandra Shipp, dan Sharon Rooney. Sementara itu, varian Ken lainnya diperankan oleh Simu Liu, Kingsley Ben-Adir, Scott Evans, Ncuti Gatwa, dan John Cena.

Barbie tayang sejak 19 Juli di bioskop Indonesia. 

[Gambas:Youtube]



(far/chri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengusaha dan miliarder Elon Musk mengkritik film Barbie. Ia menilai film garapan sutradara Greta Gerwig dan dibintangi Margot Robbie itu berlebihan dalam menggunakan kata patriarki.

Dalam salah satu cuitannya di Twitter pada awal pekan ini, Musk merespons sebuah akun meme yang mengolok-olok keputusannya untuk mengubah logo burung biru di Twitter menjadi logo 'X'.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cuitan itu pun disampaikan dengan menyantumkan foto dari film Barbie dan Oppenheimer yang tayang bersamaan pada Juli 2023. Elon Musk kemudian merespons kritik itu lewat sindiran untuk film Barbie.

"Jika kamu menenggak minuman [alkohol] setiap kali Barbie mengucapkan kata 'patriarki,' maka kamu akan pingsan sebelum filmnya selesai," tulis Musk pada Senin (24/7).

Elon Musk bukan satu-satunya yang mengkritik penggunaan kata patriarki dalam film Barbie. Aktivis sayap kanan AS Ben Shapiro juga menyatakan keberatannya atas kata 'patriarki' yang berlebihan dalam film itu.

[Gambas:Video CNN]



"Yang perlu Anda ketahui tentang film Barbie adalah bahwa film ini menggunakan kata 'patriarki' lebih dari 10 kali, tanpa bermaksud ironis," cuit Saphiro beberapa waktu lalu, seperti dilaporkan oleh NY Post.

Penulis ini kemudian membagikan video dirinya melemparkan boneka Barbie ke alat pemanggang dan membakarnya.

Dalam laporan New York Post beberapa waktu lalu, kritik terhadap film Barbie yang berasal dari kalangan konservatif bukan hanya muncul dari laki-laki, tapi juga perempuan.

Istri Matt Gaetz yang merupakan anggota DPR Partai Republik, Ginger Gaetz, bahkan menyerukan kampanye boikot terhadap film yang diadaptasi dari boneka Mattel tersebut.

"Sayangnya, film Barbie mengabaikan gagasan tentang keyakinan atau keluarga, dan mencoba untuk menormalisasi gagasan bahwa pria dan wanita tidak dapat berkolaborasi dengan baik (ewh)," tulis Ginger Gaetz di Twitter.

"Aku benar-benar ingin menikmatinya, tetapi malah merasa kecewa," sambungnya tentang pengalamannya menonton Barbie.

Kritik terhadap Barbie juga muncul dari jurnalis konservatif asal Inggris Piers Morgan. Dalam kolom pribadi yang disiarkan New York Post, Senin (24/7), Morgan memulai kritik panjangnya terhadap film Barbie dengan pertanyaan soal definisi patriarki.



"Apa itu patriarki? Saya yakin banyak sekali orang yang membaca ini juga tidak akan mengerti?" kata Morgan di paragraf awal tulisannya tentang Barbie.

Ia menekankan bahwa konsep patriarki telah dibajak dan disalahgunakan oleh para aktivis feminis yang ia sebut sebagai 'feminazi' demi melanggengkan agenda bahwa seluruh aspek kehidupan memang benar-benar dikuasai oleh laki-laki.

Lanjut ke sebelah...

Pesan Film Barbie Soal Patriarki Dikritik Aktivis

Elon Musk mengkritik Barbie karena dirasa menggunakan kata patriarki berlebihan sepanjang film yang digarap Greta Gerwig itu. (Warner Bros. Pictures via IMDb)

Menurut pemahaman Morgan, konsep patriarki milik feminis adalah "pria penindas jahat, wanita adalah korban yang tidak bisa disalahkan, dan siapa pun yang berani menantang pandangan ini adalah seorang misoginis yang menjijikkan."

Dalam kritikannya, Morgan menilai bahwa "Barbie tidak melakukan apa pun untuk menghilangkan pandangan ini."

"Satu-satunya solusi untuk keadaan patriarki yang mengerikan ini adalah wanita memimpin dunia, dan lebih baik melakukannya sendiri tanpa pria mengerikan yang merusak baik planet maupun mereka," tulis Morgan bernadakan satir untuk menyampaikan kritiknya terhadap Barbie.

Morgan menuduh film hit box office karya Gerwig 'memaksakan' pesan ini ke 'para penonton' dan ia mengkritik semua karakter Barbie sebagai bentuk hipokrisi para pejuang woke berdasarkan kompas moral mereka.

Namun, karakter Ken juga tidak luput dari kritikan Morgan, di mana Morgan mengatakan Ken menganut patriarki dengan 'gairah penuh semangat dan menjadi seorang laki-laki sombong, arogan, dan seorang macho yang bodoh.'

[Gambas:Video CNN]



Morgan berpendapat 'dunia nyata' sebenarnya penuh dengan perempuan percaya diri dan berprestasi tinggi.

Sehingga, mereka diyakini "akan tertawa melihat penggambaran karakter mereka yang sepenuhnya salah, sehingga film tersebut tidak menggambarkan dunia nyata dengan akurat."

Barbie merupakan film terbaru garapan Greta Gerwig, sutradara yang terkenal lewat Lady Bird (2017) hingga Little Women (2019). Gerwig berkolaborasi dengan pasangannya, Noah Baumbach, yang menjadi penulis naskah.

Margot Robbie dan Ryan Gosling ditunjuk sebagai pemeran utama, yakni Barbie dan Ken. Namun, film tersebut juga diramaikan deretan aktor dan aktris yang berperan sebagai Barbie dan Ken varian lain.

Beberapa varian Barbie diperankan Dua Lipa, Emma Mackey, Kate McKinnon, Issa Rae, Hari Nef, Alexandra Shipp, dan Sharon Rooney. Sementara itu, varian Ken lainnya diperankan oleh Simu Liu, Kingsley Ben-Adir, Scott Evans, Ncuti Gatwa, dan John Cena.

Barbie tayang sejak 19 Juli di bioskop Indonesia. 

[Gambas:Youtube]




HALAMAN:
1 2