Kritikus Puji Serial One Piece Sanggup Adaptasi Cerita dengan Apik
CNN Indonesia
Minggu, 03 Sep 2023 20:24 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
One Piece juga mendapat komentar positif dari kritikus, salah satunya sanggup mengadaptasi cerita dengan apik. (dok. Netflix)
Jakarta, CNN Indonesia --
Penantian panjang penggemar akhirnya terjawab saat serial live action One Piece dirilis Netflix pada Kamis (31/8). Serial adaptasi manga legendaris karya Eiichiro Oda itu mengikuti petualangan Bajak Laut Topi Jerami mencari harta karun One Piece.
Sambutan meriah datang dari penggemar seluruh dunia yang sudah menunggu cerita kru bajak laut itu dalam format live action. Tak hanya itu, One Piece juga mendapat komentar kritikus dalam ulasan di berbagai media.
Berdasarkan laman agregator Rotten Tomatoes, Jumat (1/9), One Piece mendapat skor kritikus 82 persen dari 34 ulasan. Serial itu juga berhasil mendapat rating yang tinggi dari audiens, yakni sebesar 94 persen dari 5 ribu lebih penilaian pengguna.
Sebagian ulasan kritikus memuji serial ini sebagai karya adaptasi yang memuaskan. David Opie dalam ulasan di Empire Magazine menilai live action tersebut unik dan layak dinikmati penggemar maupun penonton awam.
Hal serupa juga diungkapkan kritikus Vulture bernama Angelica Bastien. Ia menilai live action One Piece bisa membuktikan komitmen kreator dalam menggarap karya adaptasi yang patuh terhadap versi aslinya.
"Ini adalah adaptasi yang menyenangkan, unik, dan pantas didapatkan oleh penggemar dan pemula One Piece," tulis Opie dari Empire Magazine.
"One Piece dari Netflix membuktikan kemauannya dalam mempertahankan apa yang membuat versi aslinya begitu fantastis," tutur Angelica Bastien.
Beberapa kritikus lainnya juga menyoroti kualitas cerita dan berbagai elemen di dalamnya, seperti ulasan yang ditulis Steven Nguyen di Slant Magazine. Menurutnya, One Piece sanggup memadukan aksi dengan komedi meski tidak menghasilkan unsur drama yang apik.
Sementara itu, Liz Miller dari Consequence menilai One Piece menyelipkan begitu banyak materi untuk cerita satu musim. Namun, semua itu terbayar lunas dengan petualangan yang menarik disaksikan.
"Serial ini mungkin bukan drama yang bagus, tetapi perpaduan aksi dan komedi yang fantastis begitu menyenangkan," ungkap Steven Nguyen.
"One Piece pada akhirnya berisi banyak hal dalam satu suguhan, tetapi yang terpenting adalah petualangannya," tutur Miller dari Consequence.
Meski demikian, ada juga beberapa kritikus yang menilai serial ini gagal mengadaptasi secara optimal. Mike Hale dari New York Times membandingkan One Piece dengan Cowboy Bebop yang juga merupakan salah satu live action produksi Netflix.
Hale menilai live action One Piece tetap terasa hambar dan terlalu generik, bahkan jika dibandingkan dengan Cowboy Bebop yang juga berasal dari rumah produksi Tomorrow Studios.
Sementara itu, Brian Lowry menilai serial ini ditujukan kepada penggemar yang mengikuti Kru Bajak Laut Topi Jerami sejak lama. Ia pun meyakini para pemula yang menyaksikan One Piece kemungkinan akan merasa kebingungan dengan tontonan tersebut.
"Bahkan meski lebih dari Cowboy Bebop, One Piece versi Netflix terasa hambar dan generik," ujar Hale dari New York Times.
"Mereka yang hanya ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi kemungkinan besar akan berada di posisi yang sulit dan kebingungan," ujar Brian Lowry dari CNN.
Eiichiro Oda mengawasi langsung produksi serial live action One Piece dengan menduduki kursi produser eksekutif. Sedangkan, Steven Maeda berlaku sebagai sutradara dan penulis, dan Matt Owens menjadi salah satu penulis dan produser eksekutif.
Serial live action One Piece memiliki lima pemeran utama, yaitu Iñaki Godoy yang berperan sebagai Monkey D. Luffy, Mackenyu sebagai Roronoa Zoro, Emily Rudd sebagai Nami, Jacob Romero Gibson sebagai Usopp, dan Taz Skylar sebagai Sanji.
Selain itu, serial ini juga turut dibintangi Vincent Regan sebagai Garp, Morgan Davies sebagai Koby, Peter Gadiot sebagai Shanks, Aidan Scott sebagai Helmeppo, hingga Langley Kirkwood sebagai Axe-Hand Morgan.
Ada pula Jeff Ward sebagai Buggy the Clown, Celeste Loots sebagai Kaya, Alexander Maniatis sebagai Klahadore, hingga Ilia Isorelýs Paulino sebagai Alvida.
One Piece live action tayang di Netflix mulai 31 Agustus 2023.
Jakarta, CNN Indonesia --
Penantian panjang penggemar akhirnya terjawab saat serial live action One Piece dirilis Netflix pada Kamis (31/8). Serial adaptasi manga legendaris karya Eiichiro Oda itu mengikuti petualangan Bajak Laut Topi Jerami mencari harta karun One Piece.
Sambutan meriah datang dari penggemar seluruh dunia yang sudah menunggu cerita kru bajak laut itu dalam format live action. Tak hanya itu, One Piece juga mendapat komentar kritikus dalam ulasan di berbagai media.
Berdasarkan laman agregator Rotten Tomatoes, Jumat (1/9), One Piece mendapat skor kritikus 82 persen dari 34 ulasan. Serial itu juga berhasil mendapat rating yang tinggi dari audiens, yakni sebesar 94 persen dari 5 ribu lebih penilaian pengguna.
Sebagian ulasan kritikus memuji serial ini sebagai karya adaptasi yang memuaskan. David Opie dalam ulasan di Empire Magazine menilai live action tersebut unik dan layak dinikmati penggemar maupun penonton awam.
Hal serupa juga diungkapkan kritikus Vulture bernama Angelica Bastien. Ia menilai live action One Piece bisa membuktikan komitmen kreator dalam menggarap karya adaptasi yang patuh terhadap versi aslinya.
"Ini adalah adaptasi yang menyenangkan, unik, dan pantas didapatkan oleh penggemar dan pemula One Piece," tulis Opie dari Empire Magazine.
"One Piece dari Netflix membuktikan kemauannya dalam mempertahankan apa yang membuat versi aslinya begitu fantastis," tutur Angelica Bastien.
Beberapa kritikus lainnya juga menyoroti kualitas cerita dan berbagai elemen di dalamnya, seperti ulasan yang ditulis Steven Nguyen di Slant Magazine. Menurutnya, One Piece sanggup memadukan aksi dengan komedi meski tidak menghasilkan unsur drama yang apik.
Sementara itu, Liz Miller dari Consequence menilai One Piece menyelipkan begitu banyak materi untuk cerita satu musim. Namun, semua itu terbayar lunas dengan petualangan yang menarik disaksikan.
"Serial ini mungkin bukan drama yang bagus, tetapi perpaduan aksi dan komedi yang fantastis begitu menyenangkan," ungkap Steven Nguyen.
"One Piece pada akhirnya berisi banyak hal dalam satu suguhan, tetapi yang terpenting adalah petualangannya," tutur Miller dari Consequence.
One Piece juga mendapat komentar positif dari kritikus, salah satunya sanggup mengadaptasi cerita dengan apik. (dok. Netflix)
Meski demikian, ada juga beberapa kritikus yang menilai serial ini gagal mengadaptasi secara optimal. Mike Hale dari New York Times membandingkan One Piece dengan Cowboy Bebop yang juga merupakan salah satu live action produksi Netflix.
Hale menilai live action One Piece tetap terasa hambar dan terlalu generik, bahkan jika dibandingkan dengan Cowboy Bebop yang juga berasal dari rumah produksi Tomorrow Studios.
Sementara itu, Brian Lowry menilai serial ini ditujukan kepada penggemar yang mengikuti Kru Bajak Laut Topi Jerami sejak lama. Ia pun meyakini para pemula yang menyaksikan One Piece kemungkinan akan merasa kebingungan dengan tontonan tersebut.
"Bahkan meski lebih dari Cowboy Bebop, One Piece versi Netflix terasa hambar dan generik," ujar Hale dari New York Times.
"Mereka yang hanya ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi kemungkinan besar akan berada di posisi yang sulit dan kebingungan," ujar Brian Lowry dari CNN.
Eiichiro Oda mengawasi langsung produksi serial live action One Piece dengan menduduki kursi produser eksekutif. Sedangkan, Steven Maeda berlaku sebagai sutradara dan penulis, dan Matt Owens menjadi salah satu penulis dan produser eksekutif.
Serial live action One Piece memiliki lima pemeran utama, yaitu Iñaki Godoy yang berperan sebagai Monkey D. Luffy, Mackenyu sebagai Roronoa Zoro, Emily Rudd sebagai Nami, Jacob Romero Gibson sebagai Usopp, dan Taz Skylar sebagai Sanji.
Selain itu, serial ini juga turut dibintangi Vincent Regan sebagai Garp, Morgan Davies sebagai Koby, Peter Gadiot sebagai Shanks, Aidan Scott sebagai Helmeppo, hingga Langley Kirkwood sebagai Axe-Hand Morgan.
Ada pula Jeff Ward sebagai Buggy the Clown, Celeste Loots sebagai Kaya, Alexander Maniatis sebagai Klahadore, hingga Ilia Isorelýs Paulino sebagai Alvida.
One Piece live action tayang di Netflix mulai 31 Agustus 2023.