Jakarta, CNN Indonesia -- Tony Leung tampak berbeda saat hadir dalam sesi jumpa media sebelum penganugerahan khusus Golden Lion Lifetime Achievement Awards Venice Film Festival yang akan diberikan kepadanya.
Dalam jumpa media yang digelar Sabtu (2/9) tersebut, seperti diberitakan Variety, Tony Leung jadi lebih terbuka dan menjawab panjang sejumlah pertanyaan dari media.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biasanya, aktor kawakan asal Hong Kong ini pendiam dan tak banyak berbicara di depan publik. Bahkan dalam sejumlah penghargaan yang ia terima, termasuk dari istrinya Carina Lau, ia cuma berterima kasih dan tersenyum malu.
Namun kali ini, pria bernama lengkap Tony Leung Chiu-wai ini bahkan mengisahkan bagaimana dunia akting bisa membangunkan sosok dirinya yang lain dan membantu dirinya memerankan karakter yang diminta.
"Saya menghabiskan banyak waktu untuk mempersiapkan karakter saya. Saya dibesarkan untuk menekan semua perasaan di dalam diri saya," kata Tony Leung.
"Saya tidak menunjukkan semua perasaan saya di depan orang lain. Namun setelah saya masuk kelas akting, saya menemukan cara untuk mengekspresikan diri saya di depan orang lain tanpa merasa malu, karena mereka tidak tahu itu saya," lanjutnya.
[Gambas:Video CNN]
"Mereka mengira saya sedang memerankan sebuah karakter," kata pria kelahiran 27 Juni 1962 itu.
Tony Leung bukan orang yang setengah-setengah dalam mempersiapkan diri untuk berakting. Ia bahkan bersedia secara perlahan mendalami ilmu di luar naskah yang diberikan kepadanya agar lebih menjiwai peran tersebut.
"Untuk film saya berikutnya di Eropa, saya berencana menghabiskan waktu delapan bulan, karena saya berperan sebagai ilmuwan sungguhan," kata Tony Leung merujuk proyek film Silent Friend garapan Ildiko Enyedi.
"Saya tidak tahu apa itu ilmu saraf. Jadi, saya telah membaca banyak buku, dan saya ikut kuliah-kuliah," katanya.
"Saya bilang ke sutradara, saya perlu melakukan ini secara perlahan, jadi saya hanya memindai ke karakternya, tanpa sadar, setelah jangka waktu tertentu," paparnya.
Aktor yang sudah aktif sejak 1982 tersebut mengatakan dirinya tak bisa terlibat lebih dari satu proyek dalam jangka waktu yang sama lantaran pendalaman peran yang ia lakukan.
Bukan hanya itu, Tony Leung juga mengaku tak pernah memiliki rencana karier spesifik apa yang akan ia lakukan selanjutnya.
"Saya tak pernah merencanakan apa yang saya inginkan.. Saya rasa takdir menyatukan orang bersama-sama.. Untuk proyek saya berikutnya [Silent Friend] Enyedi bertanya ke saya apakah saya tertarik dan setelah saya melihat klip yang ia kirim, saya pikir itu sangat akademis dan saya tak yakin apa saya bisa melakukannya," kata Leung.
Lanjut ke sebelah...
Cerita Tony Leung Kala Kolab Bareng Wong Kar-wai
Tony Leung tampak berbeda saat hadir dalam sesi jumpa media sebelum penganugerahan khusus Golden Lion Lifetime Achievement Awards Venice Film Festival. (AFP/JUNG YEON-JE)
"Kemudian kami melakukan pertemuan Zoom, dan saya bisa merasakan dia adalah orang yang sangat intelektual, sangat ramah, sangat membumi. Dan setelah saya melihat dua film dia sebelumnya termasuk On Body and Soul, bagaimana saya menolaknya?" kata Tony Leung.
Namun Tony Leung juga pernah mempersiapkan diri atas apapun yang akan terjadi. Hal itu ia alami saat menjalani proyek In the Mood of Love (2000) garapan Wong Kar-wai yang justru mengganjarnya sebagai Best Actor dalam Cannes Film Festival.
"Saat itu saya tak pernah mendapatkan naskah yang komplet. Jadi, saya tak tahu apa yang harus dipersiapkan sebelum syuting. Saya bisa bilang itu sangat eksperimental," kata Tony Leung.
"Jadi itulah alasan mengapa kadang kami melakukan sebuah adegan dengan kostum musim dingin, berikutnya kostum musim panas, kemudian di restoran dan kemudian di pantai. Itu alasan film-film Wong Kar-wai kadang butuh bertahun-tahun digarap," katanya.
Tony Leung mengaku dirinya bersyukur punya pengalaman karier di pertelevisian sebelum terjun ke layar lebar. Ia lulus dari kelas akting TVB Hong Kong pada 1982, dan sempat terlibat dalam sejumlah acara televisi.
 Tony Leung dan istrinya, Carina Lau. (AFP/PHILIPPE LOPEZ) |
Selama terlibat di dunia televisi, ia belajar banyak hal di sana, termasuk soal keragaman genre yang kemudian memengaruhi kemampuan dirinya berperan dalam berbagai karakter.
"Saya memulai karier saya di sebuah stasiun televisi di Hong Kong. Kala itu adalah masa keemasan televisi. Jadi, saya melakukan banyak serial televisi dan punya kesempatan untuk melihat semua jenis televisi," kata Tony Leung.
"[Itulah kenapa] saya bisa melakukan komedi, drama, dan laga. Setelah masa keemasan televisi, kita mengalami dekade '90-an dan masa keemasan film Hong Kong," tuturnya.
"Saya punya banyak kesempatan bekerja dengan berbagai jenis film, sutradara yang berbeda-beda dan pelatihan saya membantu saya berpindah dari komedi ke drama ke art movies," kata Tony Leung.
Sesi Tony Leung terbuka kepada media rupanya hanya berlangsung singkat. Ketika ia ditanya soal apa yang akan dia lakukan dengan piala Golden Lion yang ia terima, Tony Leung hanya berkata singkat.
"Saya tak akan membaginya dengan siapapun," katanya.
Ketika ia kemudian ditanya rencananya merayakan kemenangan tersebut, Tony Leung kembali ke karakter sebelumnya yang pemalu. Ia hanya menyeringai dan tak menjawab apapun.