Bos Warner Bros. Yakin Produksi Film Lancar Bila Mogok Massal Berakhir
CNN Indonesia
Minggu, 10 Sep 2023 16:06 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Bos Warner Bros. yakin produksi film dan serial akan lancar pada saat mogok massal penulis serta aktor Hollywood berakhir. (Getty Images via AFP/Kevin Winter)
Jakarta, CNN Indonesia --
CEO Warner Bros. Discovery (WBD) David Zaslav optimistis jadwal produksi film dan tayangan televisi di perusahaannya segera berlanjut setelah aksi mogok para penulis naskah dan aktor Hollywood berakhir.
Dalam sebuah pertemuan para investor pada Rabu (6/9) waktu AS, Zaslav menyatakan seluruh pihaknya sudah bersemangat untuk kembali bekerja.
"Kami siap dan bersemangat," kata Zaslav dalam konferensi pers tersebut, seperti diberitakan The Wrap pada Rabu (6/9).
"Segera setelah mogok kerja ini berakhir, semua orang siap untuk kembali bekerja," sambungnya.
Komentar Zaslav hadir usai kesepakatan serikat penulis Hollywood Writers Guild of America (WGA) berakhir buntu dalam pertemuan terakhir bersama para petinggi studio WBD, Disney, Universal, dan Netflix.
Studio raksasa yang tergabung dalam aliansi Alliance of Motion Picture and Television Producers (AMPTP) itu memprediksi kesepakatan bakal ditemukan pada akhir September ini.
Namun, ia tidak mendetailkan hal-hal yang disiapkan asosiasi rumah produksi dalam menanggapi atau menyanggupi permintaan para penulis dan aktor Hollywood terkait kontrak.
Menurut Zaslav, jika kesepakatan AMPTP dengan serikat penulis dan aktor tidak kunjung menghasilkan titik temu, maka jadwal siaran yang telah disusun untuk kuartal akhir tahun ini akan semakin terganggu.
"Orang-orang perlu mendapatkan kompensasi yang adil dan mereka perlu merasa dihargai," kata Zaslav menyatakan keberpihakannya kepada dua serikat terkait.
Ia mengaku telah berada di Los Angeles selama beberapa hari terakhir, untuk turun tangan menengahi persoalan pelik ini.
"Kami sedang mencoba untuk menyelesaikannya dengan cara yang benar-benar adil dan agar semua orang bisa merasa diperlakukan dengan adil," jelasnya.
Sebelumnya, WBD telah menunda perilisan Dune: Part 2 dan Godzilla x Kong: The Lost Empire sebagai dampak langsung dari aksi mogok kerja.
Dua judul tersebut menjadi yang resmi dikonfirmasi tunda tayang setelah empat film baru WBD sudah diperkirakan mengubah jadwal penayangannya karena aksi mogok Hollywood.
Keputusan menunda tayang Dune: Part 2 hadir saat WGA dan SAG-AFTRA masih mogok kerja. Hal itu membuat para aktor tak bisa mempromosikan film berbujet tinggi garapan sutradara Denis Villeneuve tersebut.
Lanjut ke sebelah...
Pekan lalu, Presiden aliansi studio Hollywood atau Alliance of Motion Picture and Television Producers (AMPTP), Carol Lombardini, mengaku bahwa pihak studio telah menyodorkan tawaran yang masuk akal.
Mereka juga menyebut sudah menawarkan menaikkan upah minimum penulis yang telah bekerja selama minimal tiga tahun sebesar 13 persen.
Pihak studio menjanjikan bahwa mereka akan lebih transparan dalam hal jumlah penonton streaming yang berhubungan dengan upah yang diterima para penulis.
Mereka berjanji akan berbagi dengan WGA perihal jumlah jam penayangan acara mereka. Meskipun demikian, mereka tidak membuat tawaran solusi konkret perihal pembayaran upah para penulis.
Terkait pembayaran upah penulis sebagai poin utama negosiasi, pembayaran upah pekerja di balik layar acara streaming lebih seret dibandingkan di jaringan televisi konvensional. Padahal, popularitas platform streaming semakin meningkat.
Sementara itu, terkait masalah penggunaan kecerdasan buatan (AI), pihak studio menawarkan untuk melibatkan para penulis mengolah ulang naskah yang awalnya diciptakan oleh AI.
Para penulis pun dijanjikan akan dicatat sebagai penulis asli dan berhak menerima pembayaran utuh.
Namun menurut AFP, pihak studio tidak menanggapi perihal kemungkinan mengembangkan AI pada naskah-naskah yang sudah ada. Hal ini merupakan jadi hal yang krusial bagi para penulis.
WGA menegaskan tawaran dari pihak studio masih mengandung banyak celah dan kekurangan yang belum cukup melindungi penulis dari ancaman utama yang membuat mereka mogok kerja.
"Kami akan menunggu kalian semua di barisan pemogokan dan biarkan perusahaan-perusahaan melihat kekuatan buruh," kata para penulis.
Jakarta, CNN Indonesia --
CEO Warner Bros. Discovery (WBD) David Zaslav optimistis jadwal produksi film dan tayangan televisi di perusahaannya segera berlanjut setelah aksi mogok para penulis naskah dan aktor Hollywood berakhir.
Dalam sebuah pertemuan para investor pada Rabu (6/9) waktu AS, Zaslav menyatakan seluruh pihaknya sudah bersemangat untuk kembali bekerja.
"Kami siap dan bersemangat," kata Zaslav dalam konferensi pers tersebut, seperti diberitakan The Wrap pada Rabu (6/9).
"Segera setelah mogok kerja ini berakhir, semua orang siap untuk kembali bekerja," sambungnya.
Komentar Zaslav hadir usai kesepakatan serikat penulis Hollywood Writers Guild of America (WGA) berakhir buntu dalam pertemuan terakhir bersama para petinggi studio WBD, Disney, Universal, dan Netflix.
Studio raksasa yang tergabung dalam aliansi Alliance of Motion Picture and Television Producers (AMPTP) itu memprediksi kesepakatan bakal ditemukan pada akhir September ini.
Namun, ia tidak mendetailkan hal-hal yang disiapkan asosiasi rumah produksi dalam menanggapi atau menyanggupi permintaan para penulis dan aktor Hollywood terkait kontrak.
Menurut Zaslav, jika kesepakatan AMPTP dengan serikat penulis dan aktor tidak kunjung menghasilkan titik temu, maka jadwal siaran yang telah disusun untuk kuartal akhir tahun ini akan semakin terganggu.
"Orang-orang perlu mendapatkan kompensasi yang adil dan mereka perlu merasa dihargai," kata Zaslav menyatakan keberpihakannya kepada dua serikat terkait.
Ia mengaku telah berada di Los Angeles selama beberapa hari terakhir, untuk turun tangan menengahi persoalan pelik ini.
"Kami sedang mencoba untuk menyelesaikannya dengan cara yang benar-benar adil dan agar semua orang bisa merasa diperlakukan dengan adil," jelasnya.
Sebelumnya, WBD telah menunda perilisan Dune: Part 2 dan Godzilla x Kong: The Lost Empire sebagai dampak langsung dari aksi mogok kerja.
Dua judul tersebut menjadi yang resmi dikonfirmasi tunda tayang setelah empat film baru WBD sudah diperkirakan mengubah jadwal penayangannya karena aksi mogok Hollywood.
Keputusan menunda tayang Dune: Part 2 hadir saat WGA dan SAG-AFTRA masih mogok kerja. Hal itu membuat para aktor tak bisa mempromosikan film berbujet tinggi garapan sutradara Denis Villeneuve tersebut.
Lanjut ke sebelah...
Hasil Pertemuan Buntu
Bos Warner Bros. yakin produksi film dan serial akan lancar pada saat mogok massal penulis serta aktor Hollywood berakhir. (AFP/Michael Tran)
Pekan lalu, Presiden aliansi studio Hollywood atau Alliance of Motion Picture and Television Producers (AMPTP), Carol Lombardini, mengaku bahwa pihak studio telah menyodorkan tawaran yang masuk akal.
Mereka juga menyebut sudah menawarkan menaikkan upah minimum penulis yang telah bekerja selama minimal tiga tahun sebesar 13 persen.
Pihak studio menjanjikan bahwa mereka akan lebih transparan dalam hal jumlah penonton streaming yang berhubungan dengan upah yang diterima para penulis.
Mereka berjanji akan berbagi dengan WGA perihal jumlah jam penayangan acara mereka. Meskipun demikian, mereka tidak membuat tawaran solusi konkret perihal pembayaran upah para penulis.
Terkait pembayaran upah penulis sebagai poin utama negosiasi, pembayaran upah pekerja di balik layar acara streaming lebih seret dibandingkan di jaringan televisi konvensional. Padahal, popularitas platform streaming semakin meningkat.
Sementara itu, terkait masalah penggunaan kecerdasan buatan (AI), pihak studio menawarkan untuk melibatkan para penulis mengolah ulang naskah yang awalnya diciptakan oleh AI.
Para penulis pun dijanjikan akan dicatat sebagai penulis asli dan berhak menerima pembayaran utuh.
Namun menurut AFP, pihak studio tidak menanggapi perihal kemungkinan mengembangkan AI pada naskah-naskah yang sudah ada. Hal ini merupakan jadi hal yang krusial bagi para penulis.
WGA menegaskan tawaran dari pihak studio masih mengandung banyak celah dan kekurangan yang belum cukup melindungi penulis dari ancaman utama yang membuat mereka mogok kerja.
"Kami akan menunggu kalian semua di barisan pemogokan dan biarkan perusahaan-perusahaan melihat kekuatan buruh," kata para penulis.