Martin Scorsese Sempat Trauma Usai Bikin Film Bareng Harvey Weinstein
CNN Indonesia
Selasa, 03 Okt 2023 11:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Martin Scorsese mengaku sempat trauma setelah bekerja sama dengan Harvey Weinstein untuk menggarap film Gangs of New York. (AFP Photo/Tiziana Fabi)
Jakarta, CNN Indonesia --
Martin Scorsese mengaku sempat trauma setelah bekerja sama dengan produser Harvey Weinstein untuk menggarap film Gangs of New York yang rilis pada 2002 silam.
Dalam wawancara bersama GQ beberapa waktu lalu, Scorsese menyadari bahwa ia seringkali tidak satu visi dengan produser yang divonis total hukuman 39 tahun penjara atas kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual itu.
"Saya menyadari bahwa saya tidak bisa terus bekerja dengan cara seperti itu, saya merasa harus berhenti," kata Martin Scorsese, seperti diberitakan New York Post, Minggu (1/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika itu satu-satunya cara yang memungkinkan untuk membuat film, maka saya harus berhenti," sambungnya.
Saat menggarap film Gangs of New York, Scorsese menjelaskan bahwa ia dan Weinstein seringkali berseteru tentang durasi dan anggaran film yang dibintangi Leonardo DiCaprio itu.
"Karena hasilnya sangat tidak memuaskan, terkadang itu menjadi sangat sulit, dan saya kesulitan untuk bertahan. Saya bisa saja mati. Jadi waktu itu saya memutuskan agar semuanya benar-benar berakhir," cerita Scorsese.
Ia yang ditunjuk sebagai sutradara film tersebut, kemudian mengetahui bahwa The Aviator didistribusikan oleh Miramax, perusahaan milik Weinstein.
"Saat itu saya menentangnya; waktu itu ada sebuah pertemuan, dan saya dipaksa mengisi posisi itu," klaim Scorsese kepada GQ.
"Saya seperti sudah 'dihamili', seperti kata mereka. Dan tidak mungkin Anda bisa keluar dari situ," sambungnya.
Menurut pengakuan Scorsese, seluruh proses syuting untuk The Aviator akhirnya berjalan lancar hingga menuju beberapa minggu sebelum proses pengeditan.
Namun, kata Scorsese, pihak studio tiba-tiba hadir dan melakukan beberapa hal yang "sangatlah kejam" bagi Scorsese.
Lanjut ke sebelah...
GQ melaporkan bahwa Miramax dan Warner Bros. akhirnya menghentikan pendanaan untuk film tersebut, dan membiarkan Scorsese menyelesaikannya dengan mengocek dana pribadi sebesar US$500 ribu.
Atas pengalaman itu, Scorsese pun sekali lagi memutuskan ia akan segera berhenti untuk membuat film, meskipun niat tersebut sama sekali tidak pernah terwujud.
Dua tahun kemudian, Scorsese kembali mengajak Leonardo DiCaprio untuk membintangi The Departed (2006), aktor yang juga membintangi Gangs of New York dan The Aviator.
Sementara itu, keluhan Martin Scorsese atas film Gangs of New York bukanlah yang pertama kali. Menurut The Independent, Weinstein sempat melempar meja karena tidak menyukai ide nama gang 'Dead Rabbits' yang diberikan oleh asistennya.
"Ketika pertemuan dimulai, yang pertama kali diucapkannya adalah bahwa Harvey tidak suka nama Dead Rabbits," kata produser Michael Hausman kepada The Independent pada Desember 2022 lalu.
"Marty pergi dan membalikkan meja - dengan komputer asisten berada di atasnya - dan lari keluar dari ruangan. Kami tidak melihatnya lagi sepanjang hari," sambungnya.
Pada Februari 2023, Harvey Weinstein menghadapi dakwaan pelecehan seksual di Los Angeles atas lima perempuan yang terjadi pada periode 2004 hingga 2013. Ia divonis hukuman 16 tahun penjara atas tiga dakwaan pemerkosaan dan kekerasan seksual.
Selain pengadilan di LA, ia juga telah divonis 23 tahun penjara oleh Pengadilan New York setelah dinyatakan bersalah atas tindakan seksual kriminal tingkat pertama dan pemerkosaan tingkat ketiga. Vonis itu dijatuhkan pada 24 Februari 2020.
Sehingga, setelah menjalani hukuman 23 tahun di New York, hakim memerintahkan Weinstein untuk menjalani hukuman di LA secara berturut-turut.
Martin Scorsese mengaku sempat trauma setelah bekerja sama dengan produser Harvey Weinstein untuk menggarap film Gangs of New York yang rilis pada 2002 silam.
Dalam wawancara bersama GQ beberapa waktu lalu, Scorsese menyadari bahwa ia seringkali tidak satu visi dengan produser yang divonis total hukuman 39 tahun penjara atas kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual itu.
"Saya menyadari bahwa saya tidak bisa terus bekerja dengan cara seperti itu, saya merasa harus berhenti," kata Martin Scorsese, seperti diberitakan New York Post, Minggu (1/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika itu satu-satunya cara yang memungkinkan untuk membuat film, maka saya harus berhenti," sambungnya.
Saat menggarap film Gangs of New York, Scorsese menjelaskan bahwa ia dan Weinstein seringkali berseteru tentang durasi dan anggaran film yang dibintangi Leonardo DiCaprio itu.
"Karena hasilnya sangat tidak memuaskan, terkadang itu menjadi sangat sulit, dan saya kesulitan untuk bertahan. Saya bisa saja mati. Jadi waktu itu saya memutuskan agar semuanya benar-benar berakhir," cerita Scorsese.
Ia yang ditunjuk sebagai sutradara film tersebut, kemudian mengetahui bahwa The Aviator didistribusikan oleh Miramax, perusahaan milik Weinstein.
"Saat itu saya menentangnya; waktu itu ada sebuah pertemuan, dan saya dipaksa mengisi posisi itu," klaim Scorsese kepada GQ.
"Saya seperti sudah 'dihamili', seperti kata mereka. Dan tidak mungkin Anda bisa keluar dari situ," sambungnya.
Menurut pengakuan Scorsese, seluruh proses syuting untuk The Aviator akhirnya berjalan lancar hingga menuju beberapa minggu sebelum proses pengeditan.
Namun, kata Scorsese, pihak studio tiba-tiba hadir dan melakukan beberapa hal yang "sangatlah kejam" bagi Scorsese.
Lanjut ke sebelah...
Rogoh Kocek Sendiri
Martin Scorsese mengaku sempat trauma setelah bekerja sama dengan Harvey Weinstein untuk menggarap film Gangs of New York. (Drew Angerer/Getty Images/AFP)
GQ melaporkan bahwa Miramax dan Warner Bros. akhirnya menghentikan pendanaan untuk film tersebut, dan membiarkan Scorsese menyelesaikannya dengan mengocek dana pribadi sebesar US$500 ribu.
Atas pengalaman itu, Scorsese pun sekali lagi memutuskan ia akan segera berhenti untuk membuat film, meskipun niat tersebut sama sekali tidak pernah terwujud.
Dua tahun kemudian, Scorsese kembali mengajak Leonardo DiCaprio untuk membintangi The Departed (2006), aktor yang juga membintangi Gangs of New York dan The Aviator.
Sementara itu, keluhan Martin Scorsese atas film Gangs of New York bukanlah yang pertama kali. Menurut The Independent, Weinstein sempat melempar meja karena tidak menyukai ide nama gang 'Dead Rabbits' yang diberikan oleh asistennya.
"Ketika pertemuan dimulai, yang pertama kali diucapkannya adalah bahwa Harvey tidak suka nama Dead Rabbits," kata produser Michael Hausman kepada The Independent pada Desember 2022 lalu.
"Marty pergi dan membalikkan meja - dengan komputer asisten berada di atasnya - dan lari keluar dari ruangan. Kami tidak melihatnya lagi sepanjang hari," sambungnya.
Pada Februari 2023, Harvey Weinstein menghadapi dakwaan pelecehan seksual di Los Angeles atas lima perempuan yang terjadi pada periode 2004 hingga 2013. Ia divonis hukuman 16 tahun penjara atas tiga dakwaan pemerkosaan dan kekerasan seksual.
Selain pengadilan di LA, ia juga telah divonis 23 tahun penjara oleh Pengadilan New York setelah dinyatakan bersalah atas tindakan seksual kriminal tingkat pertama dan pemerkosaan tingkat ketiga. Vonis itu dijatuhkan pada 24 Februari 2020.
Sehingga, setelah menjalani hukuman 23 tahun di New York, hakim memerintahkan Weinstein untuk menjalani hukuman di LA secara berturut-turut.