Jakarta, CNN Indonesia -- Lebih dari 700 tokoh industri Hollywood menyuarakan dukungan terhadap Israel. Dalam pernyataan tertulis bersama, mereka juga mengecam hal-hal yang dilakukan Hamas, seperti menyerang festival musik hingga menyandera warga di Gaza.
Surat yang dirilis Komunitas Kreatif untuk Perdamaian (Creative Community for Peace/CCFP) itu menjadi langkah besar pertama yang dilakukan industri hiburan sejak Hamas serang Israel dan Tel Aviv meresponsnya dengan perang sejak akhir pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Variety pada Kamis (12/10) memberitakan pernyataan tertulis bersama itu ditandatangani para selebritas dan pentolan Hollywood, seperti Gal Gadot, Jamie Lee Curtis, Chris Pine, Mayim Bialik, Liev Schreiber dan Amy Schumer.
Nama-nama lainnya adalah Michael Douglas, Jerry Seinfeld, Debra Messing, Ryan Murphy, Greg Berlanti, Haim Saban, Irving Azoff, Ynon Kreiz, Mark Hamill, Howie Mandel, Bella Thorne, Antoine Fuqua dan banyak lagi.
Surat terbuka tersebut menyerukan kepada komunitas hiburan pada umumnya untuk bersuara tegas menentang Hamas, mendukung Israel, menahan diri untuk tidak membagikan informasi yang salah tentang perang tersebut.
[Gambas:Video CNN]
Mereka juga meminta kepada industri hiburan untuk bisa mendesak kelompok militan Hamas mengembalikan sandera ke keluarga mereka.
"CCFP menyerukan kepada teman-teman dan rekan-rekan di industri hiburan untuk bersuara tegas menentang Hamas dan melakukan apapun yang mereka bisa untuk mendesak organisasi teroris tersebut mengembalikan para sandera yang tidak bersalah ke keluarga mereka," bunyi surat terbuka itu.
Komunitas Kreatif untuk Perdamaian mencatat, "selain 1.200+ warga Israel yang dibunuh, warga negara dari AS, Inggris, Kanada, Prancis, Thailand, Nepal, Rusia, Ukraina, Kamboja, Jerman, Filipina, Chili, Brasil, Italia, Sri Lanka, Tanzania dan Irlandia telah diidentifikasi hilang atau terbunuh."
Daftar lengkap yang menandatangani surat terbuka Hollywood dukung Israel saat perang lawan Hamas bisa dicek di sini.
Dalam surat terpisah yang diterbitkan pada Kamis (12/10), Dewan Nasional Wanita Yahudi menyatakan semakin banyak selebriti yang menyuarakan dukungan mereka terhadap Israel dan menuntut sandera dari Hamas segera dikembalikan.
Para penandatangan tersebut termasuk Gadot, Messing, Schumer, Montana Tucker dan Mandy Moore.
"Kami mendesak semua pemerintah, organisasi internasional dan kelompok masyarakat sipil untuk mengutuk kejahatan ini dan mengambil tindakan untuk membantu pembebasan sandera," isi surat tersebut.
"Kami mendesak Komite Internasional Palang Merah, UNICEF, Amnesty International, Human Rights Watch dan lainnya, untuk melakukan segala daya mereka untuk mendapatkan bantuan yang sangat dibutuhkan bagi para sandera."
Lanjut ke sebelah...
Pernyataan Terbuka 700 Tokoh Hollywood Minta Hamas Bebaskan Sandera
Lebih dari 700 tokoh Hollywood, termasuAmy Schumer termasuk 700 tokoh Hollywood yang teken surat terbuka dukung Israel dan minta Hamas bebaskan sandera. (Getty Images via AFP/JAMIE MCCARTHY)
Berikut pernyataan tertulis bersama dukungan dari Hollywood kepada Israel.
"Mimpi buruk yang ditakuti warga Israel selama beberapa dekade menjadi kenyataan ketika teroris Hamas menyusup ke kota-kota Israel.
Di bawah ribuan roket yang ditembakkan tanpa pandang bulu ke penduduk sipil, Hamas membunuh dan menculik pria, wanita, dan anak-anak yang tidak bersalah. Mereka menculik dan membunuh bayi dan para lansia.
Mereka memperkosa perempuan dan memutilasi tubuh mereka. Mereka memamerkan tubuh di jalan-jalan dan di media sosial, dan dengan pengecut menyerang Festival Musik Supernova - yang membawa kematian dan kehancuran pada acara yang merayakan persahabatan dan cinta.
Ini adalah terorisme. Ini jahat. Tidak ada pembenaran atau rasionalisasi atas tindakan Hamas. Ini adalah tindakan terorisme biadab yang harus diserukan semua orang. Mereka adalah organisasi teroris yang pemimpinnya menyerukan pembunuhan terhadap orang-orang Yahudi di mana pun.
CCFP menyerukan kepada teman-teman dan rekan-rekan kita di industri hiburan untuk bersuara tegas menentang Hamas dan melakukan apapun yang mereka bisa untuk mendesak organisasi teroris tersebut mengembalikan para sandera yang tidak bersalah ke keluarga mereka.
Ketika Israel mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membela warganya dalam beberapa hari dan minggu mendatang, media sosial akan dibanjiri kampanye misinformasi yang dipelopori oleh Iran.
Kami mendesak semua orang untuk mengingat gambaran mengerikan yang muncul dari Israel dan tidak membesar-besarkan atau tertipu oleh propaganda mereka.
Pikiran kami tertuju pada semua orang yang mengalami tingkat ketakutan dan kekerasan yang tak terbayangkan, dan kami berharap suatu hari nanti Israel dan Palestina dapat hidup berdampingan dengan damai."
Sementara itu, militer Israel membombardir Jalur Gaza Palestina dengan sekitar enam ribu bom yang berisi total empat ribu ton bahan peledak sejak berperang dengan Hamas pada Sabtu (7/10).
"Sekitar 6.000 bom telah dijatuhkan ke Jalur Gaza dengan berat total 4.000 ton," kata militer Israel melalui pernyataan pada Kamis (12/10).
Dikutip AFP, Israel juga menembakkan artileri ke Jalur Gaza setiap 30 detik demi menyerang setiap situs Hamas yang ada di wilayah itu.
Dikutip CNN, Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan total korban tewas akibat serangan Israel sejauh ini mencapai 1.537 orang, termasuk 500 anak-anak dan 267 perempuan, per Kamis (12/10) malam.
Sementara itu, sebanyak 6.612 orang di Gaza terluka akibat gempuran Israel sejak 7 Oktober lalu.
Dari sisi Israel, setidaknya 1.200 orang meninggal dunia dengan hampir 3.000 orang terluka akibat gempuran Hamas. Data ini diambil pada Rabu (11/10) malam.