Air Mata Di Ujung Sajadah Terancam Digugat Soal Pelanggaran Hak Cipta
CNN Indonesia
Selasa, 17 Okt 2023 09:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Air Mata Di Ujung Sajadah terancam digugat soal pelanggaran hak cipta usai diduga memiliki kesamaan judul dengan novel karya Asma Nadia. (dok. Beehave Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia --
Film Air Mata Di Ujung Sajadah terancam digugat soal pelanggaran hak cipta usai diduga memiliki kesamaan dengan novel berjudul Cinta di Ujung Sajadah yang ditulis oleh Asma Nadia.
Ana Sofa Yuking selaku kuasa hukum Asma Nadia mengatakan kliennya tidak pernah dimintai izin oleh pembuat film untuk memakai judul yang memiliki kemiripan dengan judul novel itu. Adapun Ronny Irawan dan aktris Nafa Urbach merupakan produser film Air Mata Di Ujung Sajadah.
"Kami menduga ada indikasi terjadi pelanggaran kekayaan atas intelektual terhadap karya klien kami," kata Ana Sofa Yuking di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, seperti diberitakan detikHot pada Senin (16/10).
Asma Nadia disebut sudah pernah berusaha menghubungi dan mengirim surat kepada produser film tersebut. Namun, Ana menyampaikan, "Sampai hari ini tidak ada respons dari pihak pembuat film Air Mata Di Ujung Sajadah."
Novel Cinta Di Ujung Sajadah diterbitkan pada 2008, sedangkan film Air Mata Di Ujung Sajadah baru tayang pada 7 September 2023.
Dalam kesempatan yang sama, Asma Nadia menjelaskan sudah pernah menghubungi produser film Air Mata Di Ujung Sajadah untuk menjelaskan ada kemiripan judul dengan novel yang ia tulis.
"Beliau (pihak produser) bilang, 'Mbak Asma, kami sudah dari 2017 (menggarap filmnya)'," tiru Asma. "Saya bilang, 'Mas, kalau itu hitungan tahun, kami sudah dari 2008'."
Asma Nadia mengatakan sempat ada pihak-pihak yang mengira novelnya difilmkan dengan judul Air Mata Di Ujung Sajadah karena memiliki kemiripan dengan judul novelnya.
Produser film itu, kata Asma, menjelaskan bahwa judul film didapatkan secara spontan setelah film menjalani proses syuting yang terinspirasi dari salah satu adegan.
Selain itu, Asma juga mengatakan pihak produser sempat memberikan saran kepadanya untuk mendaftarkan judul novelnya ke Pusat Pengembangan (Pusbang) Film Kemendikbud.
"Bahkan terdapat respons yang menurut saya, jujur merasa miris dan sedih, di mana pihak terkait menyampaikan saran saya, 'Mbak Asma bikin PT, lalu daftarkan judul-judul bukunya ke Pusbang," ujarnya.
"Jawaban dan pola pikir demikian tentu saja membahayakan masa depan dan hak-hak bagi penulis," imbuhnya.
Pihak Asma Nadia membuka ruang diskusi dengan rumah produksi film Air Mata Di Ujung Sajadah untuk membicarakan perihal dugaan pelanggaran hak cipta.
"Kami mengimbau kepada pihak produser untuk bisa mengklarifikasi, mohon untuk menanggapi surat yang sudah kami kirimkan untuk bisa mengklarifikasi terkait dengan masalah yang kami duga ada indikasi pelanggaran hak cipta," jelas Ana.
"Kalau ada deadlock, maka setiap masyarakat punya ruang dan medianya melalui pengadilan," tambahnya. "Tapi, kami tidak mau ke sana. Kita bicarakan baik-baik dulu bagaimana yang baik untuk kami dan pembuat film."
Air Mata Di Ujung Sajadah digarap oleh sutradara Key Mangunsong yang berkisah soal seorang ibu yang menginginkan anaknya kembali setelah dirawat oleh orang tua angkat.
Film itu dibintangi Titi Kamal, Fedi Nuril, dan Citra Kirana sebagai pemeran utama. Aktor cilik Faqih Alaydrus juga bergabung sebagai pemeran Baskara, anak yang diperjuangkan ibu kandungnya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Film Air Mata Di Ujung Sajadah terancam digugat soal pelanggaran hak cipta usai diduga memiliki kesamaan dengan novel berjudul Cinta di Ujung Sajadah yang ditulis oleh Asma Nadia.
Ana Sofa Yuking selaku kuasa hukum Asma Nadia mengatakan kliennya tidak pernah dimintai izin oleh pembuat film untuk memakai judul yang memiliki kemiripan dengan judul novel itu. Adapun Ronny Irawan dan aktris Nafa Urbach merupakan produser film Air Mata Di Ujung Sajadah.
"Kami menduga ada indikasi terjadi pelanggaran kekayaan atas intelektual terhadap karya klien kami," kata Ana Sofa Yuking di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, seperti diberitakan detikHot pada Senin (16/10).
Asma Nadia disebut sudah pernah berusaha menghubungi dan mengirim surat kepada produser film tersebut. Namun, Ana menyampaikan, "Sampai hari ini tidak ada respons dari pihak pembuat film Air Mata Di Ujung Sajadah."
Novel Cinta Di Ujung Sajadah diterbitkan pada 2008, sedangkan film Air Mata Di Ujung Sajadah baru tayang pada 7 September 2023.
Dalam kesempatan yang sama, Asma Nadia menjelaskan sudah pernah menghubungi produser film Air Mata Di Ujung Sajadah untuk menjelaskan ada kemiripan judul dengan novel yang ia tulis.
"Beliau (pihak produser) bilang, 'Mbak Asma, kami sudah dari 2017 (menggarap filmnya)'," tiru Asma. "Saya bilang, 'Mas, kalau itu hitungan tahun, kami sudah dari 2008'."
Asma Nadia mengatakan sempat ada pihak-pihak yang mengira novelnya difilmkan dengan judul Air Mata Di Ujung Sajadah karena memiliki kemiripan dengan judul novelnya.
Air Mata Di Ujung Sajadah terancam digugat soal pelanggaran hak cipta usai diduga memiliki kesamaan judul dengan novel karya Asma Nadia. (Beehave Pictures/Multi Buana Kreasindo)
Produser film itu, kata Asma, menjelaskan bahwa judul film didapatkan secara spontan setelah film menjalani proses syuting yang terinspirasi dari salah satu adegan.
Selain itu, Asma juga mengatakan pihak produser sempat memberikan saran kepadanya untuk mendaftarkan judul novelnya ke Pusat Pengembangan (Pusbang) Film Kemendikbud.
"Bahkan terdapat respons yang menurut saya, jujur merasa miris dan sedih, di mana pihak terkait menyampaikan saran saya, 'Mbak Asma bikin PT, lalu daftarkan judul-judul bukunya ke Pusbang," ujarnya.
"Jawaban dan pola pikir demikian tentu saja membahayakan masa depan dan hak-hak bagi penulis," imbuhnya.
Pihak Asma Nadia membuka ruang diskusi dengan rumah produksi film Air Mata Di Ujung Sajadah untuk membicarakan perihal dugaan pelanggaran hak cipta.
"Kami mengimbau kepada pihak produser untuk bisa mengklarifikasi, mohon untuk menanggapi surat yang sudah kami kirimkan untuk bisa mengklarifikasi terkait dengan masalah yang kami duga ada indikasi pelanggaran hak cipta," jelas Ana.
"Kalau ada deadlock, maka setiap masyarakat punya ruang dan medianya melalui pengadilan," tambahnya. "Tapi, kami tidak mau ke sana. Kita bicarakan baik-baik dulu bagaimana yang baik untuk kami dan pembuat film."
Air Mata Di Ujung Sajadah digarap oleh sutradara Key Mangunsong yang berkisah soal seorang ibu yang menginginkan anaknya kembali setelah dirawat oleh orang tua angkat.
Film itu dibintangi Titi Kamal, Fedi Nuril, dan Citra Kirana sebagai pemeran utama. Aktor cilik Faqih Alaydrus juga bergabung sebagai pemeran Baskara, anak yang diperjuangkan ibu kandungnya.