Jakarta, CNN Indonesia -- Sutradara Kevin Greutert buka suara mengenai potensi kelanjutan waralaba Saw tak lama setelah penayangan film kesepuluh dari seri tersebut, Saw X.
Ia mengaku tak menutup pintu untuk mengembangkan kisah seri tersebut, meski awalnya Saw X dimaksudkan menjadi akhir bagi Jigsaw. Saw X mengambil latar waktu antara film pertama, Saw (2004), dan Saw II (2005).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami harus melihat apa masa depan untuk Saw. Ada begitu banyak jalan yang bisa kami tuju," ujar Greutert pada The Hollywood Reporter, Rabu (11/10).
"Tapi bagi saya, saya benar-benar ingin ini terasa seperti perpisahan terakhir bagi karakter Jigsaw, tapi never say never," lanjutnya.
Greutert juga menyinggung kerja sama dengan Jorge Briseño yang menjadi Carlos dalam Saw X. Kemunculan bocah kecil yang bertemu dengan Jigsaw dan permainannya juga bisa menjadi bahan kelanjutan cerita film ini di kemudian hari.
[Gambas:Video CNN]
Salah satu teori yang beredar adalah cerita baru seputar Carlos di masa dewasa, yang menunjukkan dampak pertemuannya dengan Jigsaw di masa kecil terhadap dirinya.
Namun, sang sutradara tak mengomentari hal itu dan menyatakan tertarik bekerja sama lagi dengan sang aktor di masa mendatang.
"Untuk aktor itu, dia merupakan laki-laki yang luar biasa. Saya rasa dia memiliki karier besar di masa mendatang dan saya ingin bekerja sama lagi dengannya," tutur Greutert.
Sebelumnya, Kevin Greutert yang juga terlibat dalam lima entri waralaba pertama sebelum menyutradarai Saw VI (2009) dan Saw 3D (2010) juga menyatakan bakal melihat kinerja film ini di box office sebelum membahas kelanjutannya.
"Setelah kami menyelesaikan setiap film Saw, kami berpikir, Tidak ada tempat lagi yang bisa dituju setelah ini," ungkap Greutert pada Entertainment Weekly (29/9).
Lanjut ke sebelah...
Peluang Saw X Lanjut ke Saw XI
Sutradara kini tak mau pastikan Saw X jadi akhir dari waralaba film gore thriller tersebut. (Lionsgate/Alexandro Bolaños Escamilla)
Ia pun menyinggung mengenai karakter-karakter yang mungkin bisa memperpanjang umur waralaba film gore thriller tersebut.
"Namun kali ini, kami memiliki karakter-karakter yang masih hidup yang bisa muncul kembali dalam film Saw atau mungkin akan ada alur cerita lain, mudah-mudahan masih ada karakter Tobin Bell," tuturnya.
Setelah tayang, Saw X mendapat ulasan positif didukung dengan performa box office yang solid dan lebih baik dari film-film sebelumnya.
Sejalan dengan hal itu, film ke-10 waralaba Saw itu meraih torehan awal yang cukup impresif di box office Hollywood dengan menghasilkan US$18 juta dan berada di posisi kedua di penayangan pekan perdananya.
Meski tak berada di puncak, film tersebut menghasilkan box office pekan perdana lebih baik dibanding dua rilisan sebelumnya, yakni spinoff Spiral (2021) dengan US$8,7 juta dan Jigsaw (2017) dengan US$16,6 juta.
[Gambas:Photo CNN]
Hasil itu membuat Jigsaw dan permainannya berpotensi kembali lagi di kemudian hari. Saw X juga membuktikan masih ada bahan dalam waralaba ini yang dapat dieksplorasi untuk membuat sekuelnya.
Selain Carlos, salah satu yang disoroti dan dinilai bisa jadi pintu masuk ke film baru adalah Detektif Hoffman (Costas Mandylor) yang penggemar tunggu-tunggu seperti halnya yang diberikan pada Amanda (Shawnee Smith) di Saw X.