Profil Ki Anom Suroto, Maestro Dalang Masuk Timnas AMIN
CNN Indonesia
Rabu, 15 Nov 2023 06:34 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Berikut profil Ki Anom Suroto, dalang senior yang gabung Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dalam Pilpres 2024. (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)
Ki KRT H Lebdo Nagoro Anom Suroto atau Ki Anom Suroto termasuk dalam daftar nama Timnas AMIN bersama banyak nama lainnya, seperti Sudirman Said, Thomas Lembong, Al Muzzammil Yusuf, dan lainnya.
Berdasarkan daftar tersebut, Ki Anom Suroto tercatat sebagai co-captain 9 dari 12 total co-captain Timnas AMIN. Namanya menjadi salah satu yang menarik perhatian karena bukan dari latar belakang politik, melainkan seniman.
"Lahir dari keluarga pendalang, beliau mendalang sejak usia 12 tahun, mendalang di lima benua, asal Klaten, Jawa Tengah, dan beliau salah satu tokoh paling aktif mendorong perubahan," kata Anies Baswedan saat memperkenalkan Ki Anom Suroto, Selasa (14/11).
Dilansir melalui berbagai sumber, Ki Anom Suroto adalah seorang dalang wayang kulit yang lahir di wilayah Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada 11 Agustus 1948.
Kiprahnya mengenal wayang kulit mulai dirintis sejak belia, sekitar berusia 12 tahun, melalui sang ayah yang juga merupakan seorang dalang bernama Ki Sadiyun Harjadarsana.
Tumbuh besar dalam keluarga pencinta wayang kulit membuat Ki Anom Suroto memiliki akses dengan para dalang mentereng, seperti Ki Nartasabdo.
Namun, ia mendalami kemampuan menjadi dalang wayang kulit melalui kursus pedalangan di berbagai tempat, seperti di Himpunan Budaya Surakatya (HBS), Pasinaon Dalang Mangkunegaran (PDMN), Pawiyatan Kraton Surakarta, hingga di Habiranda, Yogyakarta.
Hal itu yang kemudian membuat Ki Anom menjalani debut pada 1968 via siaran pertamanya di Radio Republik Indonesia (RRI).
Jejak itu juga membawanya menuju Keraton Kasunanan Surakarta sebagai abdi dalem Penewu Anon-anon. Gelar tersebut membuatnya mendapatkan nama Mas Ngabehi Lebdocarito.
Riwayat Anom Suroto di dunia dalang wayang kulit semakin dikenal melalui lakon-lakon pewayangannya yang khas. Selain itu, Anom Suroto juga kerap terlibat langsung dalam perumusan tembang-tembang pengiring seni pewayangan.
Lanjut ke sebelah...
Beberapa karya Anom Suroto yang dikenal baik dalam skala nasional maupun internasional, di antaranya Kresna Datu, Semar Maneges, Gandamana Lahir, Basudewa Kembar, dan Wahyu Sri Cemani.
Karya-karya khas Anom Suroto juga membuatnya jadi dalang Indonesia pertama yang pernah tampil di lima benua berbeda. Amerika Serikat, Jepang. Spanyol, Jerman, Australia, dan Rusia jadi contoh negara-negara besar yang pernah ia singgahi kala mendalang.
Deretan prestasi turut mengiringi nama Ki Anom Suroto dengan berbagai penghargaan yang disematkan kepadanya.
Sekitar tiga dekade lalu, ia terpilih jadi dalang kesayangan dalam Pekan Wayang Indonesia VI 1993. Tak hanya itu, ia juga mendapatkan Satya Lencana Kebudayaan yang diberikan langsung oleh Presiden RI saat itu Soeharto.
Di organisasi induk pedalangan Indonesia, Anom Suroto juga sempat menjabat sebagai Ketua III Pengurus Pusat (Persatuan Pedalangan Indonesia) PEPADI Periode 1996-2001.
Kini banyak bermukim di Surakarta, kegiatan Anom Suroto di masa senja banyak diisi dengan pembinaan pedalangan muda di rumahnya di kota Solo.
Hal tersebut pula yang membuatnya tak bisa hadir dalam pengumuman Timnas AMIN untuk Pilpres 2024. Meski absen, Anies memastikan Ki Anom Suroto adalah salah satu co-captain tim pemenangan nasionalnya.
"Beliau saat ini sedang berada di Solo, tidak memungkinkan untuk hadir pagi ini. Tapi, beliau akan menjadi salah satu co-captain di sini," Anies menegaskan.
Ki KRT H Lebdo Nagoro Anom Suroto atau Ki Anom Suroto termasuk dalam daftar nama Timnas AMIN bersama banyak nama lainnya, seperti Sudirman Said, Thomas Lembong, Al Muzzammil Yusuf, dan lainnya.
Berdasarkan daftar tersebut, Ki Anom Suroto tercatat sebagai co-captain 9 dari 12 total co-captain Timnas AMIN. Namanya menjadi salah satu yang menarik perhatian karena bukan dari latar belakang politik, melainkan seniman.
"Lahir dari keluarga pendalang, beliau mendalang sejak usia 12 tahun, mendalang di lima benua, asal Klaten, Jawa Tengah, dan beliau salah satu tokoh paling aktif mendorong perubahan," kata Anies Baswedan saat memperkenalkan Ki Anom Suroto, Selasa (14/11).
Dilansir melalui berbagai sumber, Ki Anom Suroto adalah seorang dalang wayang kulit yang lahir di wilayah Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada 11 Agustus 1948.
Kiprahnya mengenal wayang kulit mulai dirintis sejak belia, sekitar berusia 12 tahun, melalui sang ayah yang juga merupakan seorang dalang bernama Ki Sadiyun Harjadarsana.
Tumbuh besar dalam keluarga pencinta wayang kulit membuat Ki Anom Suroto memiliki akses dengan para dalang mentereng, seperti Ki Nartasabdo.
Namun, ia mendalami kemampuan menjadi dalang wayang kulit melalui kursus pedalangan di berbagai tempat, seperti di Himpunan Budaya Surakatya (HBS), Pasinaon Dalang Mangkunegaran (PDMN), Pawiyatan Kraton Surakarta, hingga di Habiranda, Yogyakarta.
Hal itu yang kemudian membuat Ki Anom menjalani debut pada 1968 via siaran pertamanya di Radio Republik Indonesia (RRI).
Jejak itu juga membawanya menuju Keraton Kasunanan Surakarta sebagai abdi dalem Penewu Anon-anon. Gelar tersebut membuatnya mendapatkan nama Mas Ngabehi Lebdocarito.
Riwayat Anom Suroto di dunia dalang wayang kulit semakin dikenal melalui lakon-lakon pewayangannya yang khas. Selain itu, Anom Suroto juga kerap terlibat langsung dalam perumusan tembang-tembang pengiring seni pewayangan.
Lanjut ke sebelah...
Profil Ki Anom Suroto, Seniman yang Perkuat Timnas AMIN
Berikut profil Ki Anom Suroto, dalang senior yang gabung Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dalam Pilpres 2024. (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)
Beberapa karya Anom Suroto yang dikenal baik dalam skala nasional maupun internasional, di antaranya Kresna Datu, Semar Maneges, Gandamana Lahir, Basudewa Kembar, dan Wahyu Sri Cemani.
Karya-karya khas Anom Suroto juga membuatnya jadi dalang Indonesia pertama yang pernah tampil di lima benua berbeda. Amerika Serikat, Jepang. Spanyol, Jerman, Australia, dan Rusia jadi contoh negara-negara besar yang pernah ia singgahi kala mendalang.
Deretan prestasi turut mengiringi nama Ki Anom Suroto dengan berbagai penghargaan yang disematkan kepadanya.
Sekitar tiga dekade lalu, ia terpilih jadi dalang kesayangan dalam Pekan Wayang Indonesia VI 1993. Tak hanya itu, ia juga mendapatkan Satya Lencana Kebudayaan yang diberikan langsung oleh Presiden RI saat itu Soeharto.
Di organisasi induk pedalangan Indonesia, Anom Suroto juga sempat menjabat sebagai Ketua III Pengurus Pusat (Persatuan Pedalangan Indonesia) PEPADI Periode 1996-2001.
Kini banyak bermukim di Surakarta, kegiatan Anom Suroto di masa senja banyak diisi dengan pembinaan pedalangan muda di rumahnya di kota Solo.
Hal tersebut pula yang membuatnya tak bisa hadir dalam pengumuman Timnas AMIN untuk Pilpres 2024. Meski absen, Anies memastikan Ki Anom Suroto adalah salah satu co-captain tim pemenangan nasionalnya.
"Beliau saat ini sedang berada di Solo, tidak memungkinkan untuk hadir pagi ini. Tapi, beliau akan menjadi salah satu co-captain di sini," Anies menegaskan.