Jakarta, CNN Indonesia -- Solois Halsey menyuarakan dukungannya ke rakyat Palestina di tengah agresi militer Israel sejak 7 Oktober ke wilayah Gaza.
Melalui unggahan di fitur Story Instagram, Halsey memastikan sikapnya terhadap rakyat Palestina tidak akan berubah. Ia juga mengelola donasi yang akan disumbangkan terhadap rakyat Palestina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sini, saya akan berkata apa adanya, mengakui penyesalan saya, dan memperkuat pendirian saya mengenai pembebasan rakyat Palestina," tukas Halsey di akhir pernyataan resminya.
"Saya sedang mengelola serangkaian sumbangan besar untuk membantu para organisasi pendukung dan pusat bantuan. Politik saya sederhana dan tetap tidak berubah," tegasnya.
Di awal pernyataan tersebut, Halsey memberikan pandangannya setelah lama tak bersuara dalam isu terkait.
[Gambas:Video CNN]
"Baru-baru ini, banyak yang menanyakan mengapa saya tak kunjung berbicara terkait konflik di Israel dan Palestina dalam beberapa waktu terakhir," ujar Halsey.
"Terutama setelah sikap vokal saya dalam mendukung rakyat Palestina selama beberapa tahun terakhir," lengkapnya.
Dalam keterangan tersebut, Halsey mengaku cemas dan khawatir terkait sikapnya dalam mendukung rakyat tertindas. Ia mengaku kesulitan menavigasikan tanggung jawab tersebut beriringan dengan tugasnya sebagai ibu satu orang anak.
Faktor keamanan menjadi salah satu alasan terbesar bagi Halsey untuk terus berhati-hati dalam menyuarakan pendapatnya di isu yang serba sensitif ini.
Ia mengaku kerap mendapatkan praktik persekusi dan diskriminasi yang membahayakan keluarganya. Bahkan, ia rela menempatkan sniper atau penembak jitu untuk berjaga-jaga di panggung konsernya.
"Selama tur terakhir saya, terjadi serangkaian peristiwa kekerasan dan ancaman yang menyebabkan rumah saya disatroni berkali-kali," kata Halsey.
"Diperlukan para penembak jitu yang memantau dari kejauhan selama sebagian besar pertunjukan saya pada musim panas," sambungnya.
Lanjut ke sebelah...
Alasan Halsey Baru Buka Suara Soal Palestina
Halsey mengaku sikapnya tak pernah berubah dan akan terus dukung Palestina, meski baru bersuara setelah satu bulan agresi Israel di Gaza. (Getty Images via AFP/Amy Sussman)
Buntut dari rangkaian ancaman yang ia alami, Halsey menyadari perlu melindungi keluarganya dari pihak-pihak tak bertanggung jawab tersebut.
Namun, Halsey menegaskan pendirian dan prinsip politiknya tak akan berubah di tengah rasa cemasnya tersebut.
"Sejumlah orang mengatakan itu sikap seorang pengecut. Dan sejujurnya, memang itu [sikap pengecut]," kata Halsey.
"Saya merasa tidak nyaman jika keputusan yang saya buat untuk keluarga saya sendiri justru menghalangi saya untuk menyuarakan dukungan bagi keluarga yang mengalami kekerasan jauh lebih buruk," tulis Halsey.
"Keluarga yang terjebak di antara tangan-tangan beringas pemerintah yang termilitarisasi dan organisasi teroris, serta bagaimana diaspora dari kedua belah pihak yang harus berusaha melewati situasi ini setiap hari," katanya.
Lebih lanjut, Halsey juga mengecam seluruh tindakan kekerasan yang berujuk kepada eskalasi sikap Islamophobia dan Anti-semitisme di luar area konflik.
"Saya mengecam setiap badan kekuasaan yang melepaskan tindakan kekerasan terhadap warga sipil tak bersalah. Kenaikan antisemitisme dan Islamophobia tidak dapat disangkal."
"Saya menentang ujaran kebencian dalam segala bentuk. Saya berdiri untuk kebebasan dan hak untuk hidup dengan aman," pungkas Halsey.