Sean Combs Mundur dari Ketua Revolt Usai Dijerat Kasus Pelecehan Lagi
CNN Indonesia
Rabu, 29 Nov 2023 09:15 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
P Diddy mundur dari jabatannya, ketua Revolt, setelah tiga kali terjerat kasus dugaan pelecehan seksual dan pemerkosaan. (AFP/Robyn Beck)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sean 'Diddy' Combs mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua Revolt, jaringan televisi berorientasi musik yang ia turut dirikan pada 2013. Hal itu dilakukan setelah tiga tuntutan hukum menjeratnya atas dugaan pelecehan seksual.
Perwakilan Diddy, seperti diberitakan Variety pada Selasa (28/11), mengonfirmasi pengunduran diri tersebut. Hal itu juga diunggah ke laman sosial Revolt. Combs memulai Revolt pada 2013 bersama Andy Schuon dan membentuk perjanjian distribusi dengan Comcast Corporation.
"Sean Combs telah mengundurkan diri dari posisinya sebagai ketua Revolt," bunyi pengumuman tersebut.
"Meski Combs sebelumnya tak punya peran operasional dalam bisnis ini, keputusan itu membantu memastikan Revolt tetap fokus pada misi menciptakan konten bermakna bagi budaya dan memperkuat suara semua orang kulit hitam bagi negara ini dan diaspora Afrika."
Pada awal November 2023, penyanyi R&B Cassandra Ventura menuduh Combs memperkosa dan memukulinya selama satu dekade. Cassie sebelumnya tercatat di label rekaman Bad Boy milik Combs dan sempat menjadi kekasihnya.
Namun, gugatan itu hanya berusia satu hari karena Ventura dan Combs mencapai penyelesaian untuk membereskannya di luar proses hukum.
"Saya telah memutuskan menyelesaikan masalah ini secara damai dengan syarat saya memiliki tingkat kendali tertentu. Saya ingin berterima kasih kepada keluarga saya, penggemar, dan pengacara atas dukungan mereka yang tak tergoyahkan," kata Cassie saat menarik gugatannya.
Combs menambahkan: "Kami telah memutuskan untuk menyelesaikan masalah ini secara damai. Saya mendoakan yang terbaik untuk Cassie dan keluarganya."
Combs tetap menyatakan bahwa dia tidak bersalah, seperti yang dikatakan pengacaranya Ben Brafman dalam pernyataan lanjutannya, "Untuk memperjelas, keputusan menyelesaikan gugatan, terutama pada 2023, sama sekali bukan pengakuan atas kesalahan."
"Keputusan Mr. Combs untuk menyelesaikan gugatan tersebut sama sekali tidak mengurangi penolakannya terhadap klaim tersebut. Dia senang mereka mencapai kesepakatan bersama dan mendoakan yang terbaik untuk Nona Ventura."
Lanjut ke sebelah...
Tak lama setelah kasus dengan Cassie, Combs terkena gugatan lain minggu lalu, yang diajukan berdasarkan New York Adult Survivors Act oleh Joi Dickerson-Neal. Dalam gugatan, ia menuduh Combs membius, melakukan pelecehan seksual, dan menganiaya dirinya.
Ia juga mengklaim menjadi korban "revenge porn" yang dibuat dan didistribusikan oleh sang rapper. Gugatan tersebut juga menyebut perusahaan Combs, Bad Boy Entertainment dan Combs Enterprises sebagai tergugat.
Menurut pengaduan tersebut, Dickerson-Neal dan Combs bertemu saat dia masih menjadi mahasiswa di Universitas Syracuse pada 1991 dan dia setuju menghadiri makan malam bersamanya setelah tampil di salah satu video musiknya.
Dickerson-Neal menuduh Combs "dengan sengaja membiusnya" saat makan malam, melakukan pelecehan seksual terhadapnya, merekamnya dalam video dan membagikan rekaman itu kepada orang lain.
Hal itu membuatnya menggugat Combs atas "cedera besar dan seumur hidup" yang menurutnya diakibatkan oleh dugaan penyerangan tersebut, termasuk "depresi parah dan keinginan bunuh diri."
Berdasarkan pengaduan tersebut, Dickerson-Neal menuntut persidangan oleh juri dan kompensasi atas dugaan "cedera mental dan emosional, tekanan, rasa sakit dan penderitaan serta cedera terhadap reputasinya."
Seorang juru bicara Combs membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai upaya perampasan. Kesuksesan Combs, kata pengacara, membuatnya menjadi sasaran empuk tuduhan bohong.
Belum lagi selesai dengan gugatan itu, Combs harus berhadapan dengan gugatan baru atas dugaan memperkosa seorang perempuan bergantian dengan penyanyi R&B Aaron Hall dan teman-teman yang lain di apartemen Hall antara 1990 dan 1991.
Perwakilan Combs sekali lagi mengecam gugatan tersebut sebagai "klaim yang dibuat-buat."
Jakarta, CNN Indonesia --
Sean 'Diddy' Combs mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua Revolt, jaringan televisi berorientasi musik yang ia turut dirikan pada 2013. Hal itu dilakukan setelah tiga tuntutan hukum menjeratnya atas dugaan pelecehan seksual.
Perwakilan Diddy, seperti diberitakan Variety pada Selasa (28/11), mengonfirmasi pengunduran diri tersebut. Hal itu juga diunggah ke laman sosial Revolt. Combs memulai Revolt pada 2013 bersama Andy Schuon dan membentuk perjanjian distribusi dengan Comcast Corporation.
"Sean Combs telah mengundurkan diri dari posisinya sebagai ketua Revolt," bunyi pengumuman tersebut.
"Meski Combs sebelumnya tak punya peran operasional dalam bisnis ini, keputusan itu membantu memastikan Revolt tetap fokus pada misi menciptakan konten bermakna bagi budaya dan memperkuat suara semua orang kulit hitam bagi negara ini dan diaspora Afrika."
Pada awal November 2023, penyanyi R&B Cassandra Ventura menuduh Combs memperkosa dan memukulinya selama satu dekade. Cassie sebelumnya tercatat di label rekaman Bad Boy milik Combs dan sempat menjadi kekasihnya.
Namun, gugatan itu hanya berusia satu hari karena Ventura dan Combs mencapai penyelesaian untuk membereskannya di luar proses hukum.
"Saya telah memutuskan menyelesaikan masalah ini secara damai dengan syarat saya memiliki tingkat kendali tertentu. Saya ingin berterima kasih kepada keluarga saya, penggemar, dan pengacara atas dukungan mereka yang tak tergoyahkan," kata Cassie saat menarik gugatannya.
Combs menambahkan: "Kami telah memutuskan untuk menyelesaikan masalah ini secara damai. Saya mendoakan yang terbaik untuk Cassie dan keluarganya."
Combs tetap menyatakan bahwa dia tidak bersalah, seperti yang dikatakan pengacaranya Ben Brafman dalam pernyataan lanjutannya, "Untuk memperjelas, keputusan menyelesaikan gugatan, terutama pada 2023, sama sekali bukan pengakuan atas kesalahan."
"Keputusan Mr. Combs untuk menyelesaikan gugatan tersebut sama sekali tidak mengurangi penolakannya terhadap klaim tersebut. Dia senang mereka mencapai kesepakatan bersama dan mendoakan yang terbaik untuk Nona Ventura."
Lanjut ke sebelah...
Dua Gugatan Baru Dugaan Pelecehan dan Pemerkosaan oleh P Diddy
P Diddy mundur dari jabatannya, ketua Revolt, setelah tiga kali terjerat kasus dugaan pelecehan seksual dan pemerkosaan. (AFP/Angela Weiss)
Tak lama setelah kasus dengan Cassie, Combs terkena gugatan lain minggu lalu, yang diajukan berdasarkan New York Adult Survivors Act oleh Joi Dickerson-Neal. Dalam gugatan, ia menuduh Combs membius, melakukan pelecehan seksual, dan menganiaya dirinya.
Ia juga mengklaim menjadi korban "revenge porn" yang dibuat dan didistribusikan oleh sang rapper. Gugatan tersebut juga menyebut perusahaan Combs, Bad Boy Entertainment dan Combs Enterprises sebagai tergugat.
Menurut pengaduan tersebut, Dickerson-Neal dan Combs bertemu saat dia masih menjadi mahasiswa di Universitas Syracuse pada 1991 dan dia setuju menghadiri makan malam bersamanya setelah tampil di salah satu video musiknya.
Dickerson-Neal menuduh Combs "dengan sengaja membiusnya" saat makan malam, melakukan pelecehan seksual terhadapnya, merekamnya dalam video dan membagikan rekaman itu kepada orang lain.
Hal itu membuatnya menggugat Combs atas "cedera besar dan seumur hidup" yang menurutnya diakibatkan oleh dugaan penyerangan tersebut, termasuk "depresi parah dan keinginan bunuh diri."
Berdasarkan pengaduan tersebut, Dickerson-Neal menuntut persidangan oleh juri dan kompensasi atas dugaan "cedera mental dan emosional, tekanan, rasa sakit dan penderitaan serta cedera terhadap reputasinya."
Seorang juru bicara Combs membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai upaya perampasan. Kesuksesan Combs, kata pengacara, membuatnya menjadi sasaran empuk tuduhan bohong.
Belum lagi selesai dengan gugatan itu, Combs harus berhadapan dengan gugatan baru atas dugaan memperkosa seorang perempuan bergantian dengan penyanyi R&B Aaron Hall dan teman-teman yang lain di apartemen Hall antara 1990 dan 1991.
Perwakilan Combs sekali lagi mengecam gugatan tersebut sebagai "klaim yang dibuat-buat."