Ratu Elizabeth Disebut Sempat Minta Pengamanan Harry-Meghan Dilanjut
CNN Indonesia
Rabu, 13 Des 2023 05:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ratu Elizabeth II, dalam surat yang diajukan sebagai bukti ke pengadilan, minta pengamanan Harry dan Meghan dilanjut meski keluar dari Kerajaan Inggris. (Steve Parsons / POOL / AFP)
Dalam surat tersebut, seperti diberitakan People pada Minggu (10/12), mendiang Ratu Kerajaan Inggris itu menilai sangat penting memberikan Duke dan Duchess of Sussex pengamanan dan perlindungan dari potensi bahaya yang mengancam.
"Anda akan memahami dengan baik bahwa memastikan Duke dan Duchess of Sussex tetap aman adalah hal yang sangat penting bagi Yang Mulia dan keluarganya," bunyi surat itu.
"Mengingat profil publik dari Duke berdasarkan kelahirannya di keluarga kerajaan, dinas militernya, profil independen Duchess, dan sejarah penargetan keluarga Sussex oleh para ekstremis yang terdokumentasi dengan baik, sangat penting bagi keluarga untuk terus diberikan keamanan yang efektif."
Surat tersebut diajukan Harry sebagai bagian dari bukti baru dalam sidang tiga hari di London mengenai kasus pencemaran nama baik oleh Mail on Sunday.
Surat itu ditulis sekretaris pribadi Ratu, Sir Edward Young, yang dikirim ke sekretaris kabinet Inggris, Sir Mark Sedwill, setelah pertemuan anggota keluarga di Sandringham, Januari 2020.
Pertemuan itu dilakukan untuk membahas masa depan Pangeran Harry dan Meghan usai mereka mengumumkan niat untuk mundur dari tugas kerajaan pada 8 Januari 2020.
Sebelumnya, Harry menggugat Associated Newspapers Ltd (ANL), penerbit Daily Mail dan Mail on Sunday, atas dugaan pencemaran nama baik lewat artikel yang terbit pada 2022 tentang pengaturan keamanan Harry dan keluarganya
Dalam pemberitaan The Sunday Times, Harry menuduh peraturan itu sebagai "serangan terhadap kejujuran dan integritasnya."
Lanjut ke sebelah...
Tim kuasa hukum Harry sebelumnya mengklaim pihak Duke of Sussex itu bersedia membayar sendiri untuk mendapatkan perlindungan dari polisi setempat untuk dirinya bersama keluarga ketika berada di Inggris.
Namun, menurut laporan BBC, The Mail on Sunday memberitakan Pangeran Harry tidak menawarkan untuk membayar perlindungan polisi setelah pertemuan keluarga di Sandringham.
Perkara itu bergulir hingga Jumat (8/12) Harry dinyatakan kalah karena Hakim Matthew Nicklin menyimpulkan bahwa gugatan suami Meghan Markle itu harus diadili.
Harry sebelumnya juga pernah menuntut Royal and VIP Executive Committee (RAVEC) mengenai hal serupa atas keputusan mereka menghapuskan keamanan polisi di Inggris.
Selama kasus itu bergulir di pengadilan, Harry melalui kuasa hukumnya, Shaheed Fatima, mengungkapkan Inggris Raya kini menjadi tempat tidak aman bagi anggota keluarganya; Meghan Markle, Archie dan Lilibet, terutama tanpa pengamanan yang ia minta.
Kuasa hukum Harry kemudian berpendapat keputusan mencabut fasilitas keamanan pribadi untuk Duke & Duchess of Sussex sebagai tindakan "melanggar hukum dan tidak adil", merujuk pada status mereka di keluarga Kerajaan, serta kematian sang ibu Putri Diana.
Namun, kuasa hukum dari pihak pemerintah Inggris menolak tudingan Harry diperlakukan tidak adil, serta membantah anggapan ketiadaan analisis risiko yang tepat.
Perwakilan pihak Kementerian Dalam Negeri Inggris, James Eadie, menegaskan Harry tidak akan mendapatkan fasilitas keamanan seperti dulu karena Harry dan keluarganya yang memutuskan meninggalkan keluarga Kerajaan Inggris.
Dalam surat tersebut, seperti diberitakan People pada Minggu (10/12), mendiang Ratu Kerajaan Inggris itu menilai sangat penting memberikan Duke dan Duchess of Sussex pengamanan dan perlindungan dari potensi bahaya yang mengancam.
"Anda akan memahami dengan baik bahwa memastikan Duke dan Duchess of Sussex tetap aman adalah hal yang sangat penting bagi Yang Mulia dan keluarganya," bunyi surat itu.
"Mengingat profil publik dari Duke berdasarkan kelahirannya di keluarga kerajaan, dinas militernya, profil independen Duchess, dan sejarah penargetan keluarga Sussex oleh para ekstremis yang terdokumentasi dengan baik, sangat penting bagi keluarga untuk terus diberikan keamanan yang efektif."
Surat tersebut diajukan Harry sebagai bagian dari bukti baru dalam sidang tiga hari di London mengenai kasus pencemaran nama baik oleh Mail on Sunday.
Surat itu ditulis sekretaris pribadi Ratu, Sir Edward Young, yang dikirim ke sekretaris kabinet Inggris, Sir Mark Sedwill, setelah pertemuan anggota keluarga di Sandringham, Januari 2020.
Pertemuan itu dilakukan untuk membahas masa depan Pangeran Harry dan Meghan usai mereka mengumumkan niat untuk mundur dari tugas kerajaan pada 8 Januari 2020.
Sebelumnya, Harry menggugat Associated Newspapers Ltd (ANL), penerbit Daily Mail dan Mail on Sunday, atas dugaan pencemaran nama baik lewat artikel yang terbit pada 2022 tentang pengaturan keamanan Harry dan keluarganya
Dalam pemberitaan The Sunday Times, Harry menuduh peraturan itu sebagai "serangan terhadap kejujuran dan integritasnya."
Lanjut ke sebelah...
Perkara Harry terkait Pengamanan di Inggris
Pangeran Harry bolak-balik Inggris Amerika untuk jalani sidang dugaan pencemaran baik dalam pemberitaan Inggris. (AFP/Daniel Leal)
Tim kuasa hukum Harry sebelumnya mengklaim pihak Duke of Sussex itu bersedia membayar sendiri untuk mendapatkan perlindungan dari polisi setempat untuk dirinya bersama keluarga ketika berada di Inggris.
Namun, menurut laporan BBC, The Mail on Sunday memberitakan Pangeran Harry tidak menawarkan untuk membayar perlindungan polisi setelah pertemuan keluarga di Sandringham.
Perkara itu bergulir hingga Jumat (8/12) Harry dinyatakan kalah karena Hakim Matthew Nicklin menyimpulkan bahwa gugatan suami Meghan Markle itu harus diadili.
Harry sebelumnya juga pernah menuntut Royal and VIP Executive Committee (RAVEC) mengenai hal serupa atas keputusan mereka menghapuskan keamanan polisi di Inggris.
Selama kasus itu bergulir di pengadilan, Harry melalui kuasa hukumnya, Shaheed Fatima, mengungkapkan Inggris Raya kini menjadi tempat tidak aman bagi anggota keluarganya; Meghan Markle, Archie dan Lilibet, terutama tanpa pengamanan yang ia minta.
Kuasa hukum Harry kemudian berpendapat keputusan mencabut fasilitas keamanan pribadi untuk Duke & Duchess of Sussex sebagai tindakan "melanggar hukum dan tidak adil", merujuk pada status mereka di keluarga Kerajaan, serta kematian sang ibu Putri Diana.
Namun, kuasa hukum dari pihak pemerintah Inggris menolak tudingan Harry diperlakukan tidak adil, serta membantah anggapan ketiadaan analisis risiko yang tepat.
Perwakilan pihak Kementerian Dalam Negeri Inggris, James Eadie, menegaskan Harry tidak akan mendapatkan fasilitas keamanan seperti dulu karena Harry dan keluarganya yang memutuskan meninggalkan keluarga Kerajaan Inggris.