Jakarta, CNN Indonesia -- Eksistensi sinetron sebagai tayangan hiburan tak bisa lepas dari berbagai sorotan masyarakat. Sinema layar kaca itu kerap diperbincangkan karena menyajikan tontonan yang membuat alis terangkat.
Beberapa di antaranya karena desain produksi kurang mumpuni, akting yang hiperbolis, hingga skenario yang kerap melampaui logika cerita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah sinetron belakangan ini juga kerap mengadopsi tren yang viral di media sosial. Berbagai judul tersebut mencoba menyelipkan topik atau budaya pop yang sedang ramai di internet.
Upaya itu tak luput menuai sorotan penonton dan masyarakat. Keberadaan media sosial kian meriuhkan perbincangan, hingga sinetron tak jarang menjadi bulan-bulanan.
Namun, jika menilik dapur produksi, sinetron yang kerap dicap nyeleneh itu muncul karena berbagai musabab.
Maruska Bath, penulis yang sudah berkiprah di industri sinetron belasan tahun, menjelaskan ide-ide tersebut acapkali lahir secara tak terduga.
[Gambas:Video CNN]
Selain itu, penulis biasanya juga berusaha mencari ide yang dapat menuai perbincangan hingga dikenang penonton.
"Kadang itu random aja. Tapi kadang ada gitu, 'Yuk bikin sesuatu yang bisa viral, sesuatu yang kalau orang menonton itu pasti ingat banget, akan memorable banget,'" ungkap Maruska kepada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.
"Mungkin karena itu adegan yang nyeleneh-nyeleneh itu datang. Karena sudah pernah berhasil formulanya dan viral, akhirnya dipakai lagi," lanjutnya.
Formula itu sempat diterapkan Maruska ketika menulis sinetron Terpaksa Menikahi Tuan Muda yang mengisahkan seorang perempuan yang terpaksa menikah dengan laki-laki kaya karena suatu peristiwa.
Karakter laki-laki itu dikisahkan sebagai sosok yang dingin, bahkan cenderung kasar terhadap istrinya. Namun, hubungan mereka perlahan berubah menjadi romantis lantaran sebuah rantang.
Maruska mengaku dengan sengaja menyelipkan rantang sebagai alat yang dipakai istrinya untuk membuktikan kesetiaan terhadap sang suami.
 Potongan adegan sinetron Terpaksa Menikahi Tuan Muda (2023). (Verona Pictures) |
Rantang itu kemudian menjadi viral karena 'membantu' menciptakan romantisme antara karakter suami dengan istrinya. Maruska pun merasa kaget ketika rantang tuan muda itu sempat viral di media sosial.
"Itu rantang tuan muda sampai trending topic, sampai ada fan club-nya tuan muda, dan fan club-nya ini menjual rantangnya tuan muda," ungkap Maruska.
"Jadi kalau di e-commerce, kita tinggal cari rantang tuan muda, bermunculan lah si rantang tuan muda," lanjutnya. "Itu lucu sih buat kami karena rantang aja kok bisa sampai trending topic."
Lanjut ke sebelah...
Rating Bergantung Cobaan ke Tokoh Utama
Ilustrasi penulis naskah sinetron. Beberapa hal, terutama rating dan komentar netizen, disebut bisa memengaruhi perubahan plot dalam sinetron televisi Indonesia. (Jeshoots)
Maruska menjadi satu dari banyak penulis yang menerapkan formula nyentrik dalam cerita demi menggaet penonton. Namun, bukan berarti semua formula itu berhasil menarik atensi.
Penulis naskah sinetron itu sempat terlibat proyek sinetron dengan premis yang berbeda dari arus selera penonton. Kala itu, Maruska mengangkat cerita komedi tentang anak muda serta kehidupannya dengan keluarga.
Namun, premis itu ternyata tidak berhasil menggaet hati penonton. Sinetron itu juga akhirnya harus berhenti produksi lantaran rating yang tidak impresif.
"Waktu itu aku sudah bilang sama timku di PH itu juga, 'Kalau sampai yang beda ini jalan berarti kita bisa bikin lagi yang seperti ini,'" ujar Maruska.
"Ternyata ketika dicoba enggak jalan. Itu waktu itu ceritanya memang lebih komedi sih, anak muda dan keluarga gitu, tapi ternyata enggak jalan," lanjutnya.
Kondisi serupa disampaikan Aya, salah satu co-writer dalam sinetron yang viral akibat adegan rebus boneka beberapa tahun lalu. Ia mengaku sempat membuat plot yang tampak bahagia, terutama bagi pemeran utamanya.
[Gambas:Video CNN]
Namun, kisah tersebut malah berujung penurunan rating yang membuat tim penulis harus memutar otak demi mengerek rating hingga muncul ide-ide yang ajaib dan penuh penderitaan.
"Sudah pernah dicoba pemeran utama dikasih kebahagiaan terus satu minggu. Eh rating beneran turun dong. Pas dikasih cobaan lagi, naik ratingnya," cerita Aya kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.
"Kebanyakan masyarakat seperti 'masokis' karena semakin tersiksa si pemeran utama protagonis, semakin seru ceritanya. Semakin tidak relate dengan kehidupan sehari-hari, semakin penasaran," beber Aya ketika ditanya alasan cerita sinetron suka 'ajaib.'
Founder dan Komisaris Utama PT Tripar Multivision Plus Tbk Raam Punjabi mengakui sulit memahami selera penonton. Sehingga, produser seperti dirinya perlu membuka ruang seluas-luasnya bagi tim kreatif untuk berkreasi.
"Itu satu hal yang paling susah untuk dipahami, apa kebutuhan pemirsa yang bisa sampai ke mata mereka melalui tv station," ucap Raam Punjabi.
"Jadi betul-betul perusahaan melalui tenaga-tenaga kreatifnya harus berkreasi memberikan setiap kali sesuatu yang baru. Tapi kalau itu-itu saja, dan menjadi sontekan dari penulisan atau PH lain, produk itu boleh dipastikan tidak akan dapat perhatian."