5 Fakta Soal Death Whisperer, Film Horor Laris Thailand
CNN Indonesia
Rabu, 24 Jan 2024 10:45 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Death Whisperer mengisahkan kejadian misterius yang terjadi di sebuah keluarga di pedalaman Thailand. (Channel 3/Major Join Film via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --
Death Whisperer merupakan film horor Thailand terbaru yang rilis di Indonesia pada 17 Januari 2024. Film ini konon diambil dari legenda nyata populer di Thailand.
Death Whisperer mengisahkan kejadian misterius yang terjadi di sebuah keluarga di pedalaman Thailand. Anak perempuan kedua yang bernama Yam dari keluarga ini mengalami sakit yang misterius.
Sakit yang dialami Yam membuat heboh keluarga tersebut. Apalagi Yam menunjukkan sejumlah gejala aneh dan mistis. Setelah seorang dukun dipanggil, Yam rupanya kerasukan.
Film ini ditulis oleh Sorarat Jirabovornwisut dan Thammanan Chulaborirak, dan diarahkan oleh Taweewat Wantha. Semenjak dirilis, Ghost Whisperer atau yang juga bernama Tee Yod menuai popularitas di Thailand.
Berikut 5 fakta soal film Death Whisperer.
1. Legenda populer
Death Wishperer dibuat berdasarkan legenda yang sempat tersebar di sebuah forum internet pada Mei 2015. Legenda itu dikisahkan oleh akun bernama Kittisak Kittiwirayanont dan diberi judul Ghost Fever... Let's Hear My Secrets.
Cerita yang disebut Kittiwirayanont terjadi pada 1972 tersebut diakui ia dapat dari cerita ibunya dan mengklaim sungguh benar terjadi. Kisah tersebut kemudian viral di internet dan menimbulkan sensasi di Thailand.
Tercatat, ada lebih dari 2 ribu komentar dan disebar sebanyak 130 ribu kali di forum internet tersebut.
Kisah tersebut berisi sebuah keluarga di Provinsi Kanchanaburi mengalami kejadian mistis saat anak perempuan mereka sakit pada 1972. Salah satu kejadian mistis tersebut adalah terdengar suara perempuan "tee yod".
Keviralan cerita tersebut kemudian dijadikan Kittiwirayanont menjadi sebuah novel yang dirilis pada 2017 dan diberi judul Tee Yod... Wild Groan.
Judul novel tersebut diambil dari suara misterius yang terdengar selama teror mistis itu terjadi. Namun untuk novel ini, Kittiwirayanont menggunakan nama pena Kritanon dan dirilis Praew Publishing House.
Usai terbit jadi novel, kisahnya kembali viral dan sempat masuk dalam sebuah sesi acara di radio, The Ghost Radio pada Juli 2023. Novel itu pun menarik minat Channel 3 dan M STUDIO untuk diangkat menjadi film.
Lanjut ke sebelah...
3. Makna tee yod
"Tee yod" yang menjadi judul kisah, novel, dan film ini diambil dari suara misterius ketika kejadian mister terjadi di keluarga tersebut pada 1972.
Menurut Sanook, "tee yod" sebenarnya tidak memiliki makna khusus. Namun "tee yod" itu konon adalah bunyi suara misterius tersebut.
Akan tetapi, sebagian orang menyebut frasa tersebut berasal dari bahasa kuno Mo yang bermakna "Om" atau "kata-kata untuk melantunkan mantra".
Meski begitu, anggapan dari bahasa Mo itu dibantah oleh sejumlah pakar bahasa. Mereka menilai kata "tee yod" tidak ada dalam bahasa Mo.
Film Tee Yod digarap dengan bujet sebesar 20 juta baht atau setara dengan Rp8,7 miliar. Nominal tersebut sebenarnya terbilang sederhana bila dibanding angka produksi film di Indonesia.
Meski begitu, film ini berhasil mendulang untung fantastis dengan pendapatan 25 kali lipat dari harga produksi, mencapai 500 juta baht secara nasional atau setara dengan Rp219 miliar. (1 baht=Rp439).
Sementara di kawasan Bangkok, regional metropolitan, dan Chiang Mai, Death Wishperer mampu mengumpulkan 197,5 juta baht.
Dengan capaian tersebut, Sanook menyebut Death Whisperer menjadi film Thailand keempat tersukses dalam sejarah, setelah Pee Mak (2013), I Fine..Thank You..Love You (2014), dan The Legend of Suriyothai (2001).
Dalam wawancara dengan Channel 3, sutradara Taweewat Wantha mengakui bahwa peluang sekuel dari Death Whisperer amat mungkin terjadi.
Meski begitu, hingga saat ini belum ada kepastian dan informasi lebih detail soal kelanjutan sekuel Ghost Whisperer.
Jakarta, CNN Indonesia --
Death Whisperer merupakan film horor Thailand terbaru yang rilis di Indonesia pada 17 Januari 2024. Film ini konon diambil dari legenda nyata populer di Thailand.
Death Whisperer mengisahkan kejadian misterius yang terjadi di sebuah keluarga di pedalaman Thailand. Anak perempuan kedua yang bernama Yam dari keluarga ini mengalami sakit yang misterius.
Sakit yang dialami Yam membuat heboh keluarga tersebut. Apalagi Yam menunjukkan sejumlah gejala aneh dan mistis. Setelah seorang dukun dipanggil, Yam rupanya kerasukan.
Film ini ditulis oleh Sorarat Jirabovornwisut dan Thammanan Chulaborirak, dan diarahkan oleh Taweewat Wantha. Semenjak dirilis, Ghost Whisperer atau yang juga bernama Tee Yod menuai popularitas di Thailand.
Berikut 5 fakta soal film Death Whisperer.
1. Legenda populer
Death Wishperer dibuat berdasarkan legenda yang sempat tersebar di sebuah forum internet pada Mei 2015. Legenda itu dikisahkan oleh akun bernama Kittisak Kittiwirayanont dan diberi judul Ghost Fever... Let's Hear My Secrets.
Cerita yang disebut Kittiwirayanont terjadi pada 1972 tersebut diakui ia dapat dari cerita ibunya dan mengklaim sungguh benar terjadi. Kisah tersebut kemudian viral di internet dan menimbulkan sensasi di Thailand.
Tercatat, ada lebih dari 2 ribu komentar dan disebar sebanyak 130 ribu kali di forum internet tersebut.
Kisah tersebut berisi sebuah keluarga di Provinsi Kanchanaburi mengalami kejadian mistis saat anak perempuan mereka sakit pada 1972. Salah satu kejadian mistis tersebut adalah terdengar suara perempuan "tee yod".
Keviralan cerita tersebut kemudian dijadikan Kittiwirayanont menjadi sebuah novel yang dirilis pada 2017 dan diberi judul Tee Yod... Wild Groan.
Judul novel tersebut diambil dari suara misterius yang terdengar selama teror mistis itu terjadi. Namun untuk novel ini, Kittiwirayanont menggunakan nama pena Kritanon dan dirilis Praew Publishing House.
Usai terbit jadi novel, kisahnya kembali viral dan sempat masuk dalam sebuah sesi acara di radio, The Ghost Radio pada Juli 2023. Novel itu pun menarik minat Channel 3 dan M STUDIO untuk diangkat menjadi film.
Lanjut ke sebelah...
Fakta Soal Death Whisperer
Death Whisperer mengisahkan kejadian misterius yang terjadi di sebuah keluarga di pedalaman Thailand. (Channel 3/Major Join Film via IMDb)
3. Makna tee yod
"Tee yod" yang menjadi judul kisah, novel, dan film ini diambil dari suara misterius ketika kejadian mister terjadi di keluarga tersebut pada 1972.
Menurut Sanook, "tee yod" sebenarnya tidak memiliki makna khusus. Namun "tee yod" itu konon adalah bunyi suara misterius tersebut.
Akan tetapi, sebagian orang menyebut frasa tersebut berasal dari bahasa kuno Mo yang bermakna "Om" atau "kata-kata untuk melantunkan mantra".
Meski begitu, anggapan dari bahasa Mo itu dibantah oleh sejumlah pakar bahasa. Mereka menilai kata "tee yod" tidak ada dalam bahasa Mo.
Film Tee Yod digarap dengan bujet sebesar 20 juta baht atau setara dengan Rp8,7 miliar. Nominal tersebut sebenarnya terbilang sederhana bila dibanding angka produksi film di Indonesia.
Meski begitu, film ini berhasil mendulang untung fantastis dengan pendapatan 25 kali lipat dari harga produksi, mencapai 500 juta baht secara nasional atau setara dengan Rp219 miliar. (1 baht=Rp439).
Sementara di kawasan Bangkok, regional metropolitan, dan Chiang Mai, Death Wishperer mampu mengumpulkan 197,5 juta baht.
Dengan capaian tersebut, Sanook menyebut Death Whisperer menjadi film Thailand keempat tersukses dalam sejarah, setelah Pee Mak (2013), I Fine..Thank You..Love You (2014), dan The Legend of Suriyothai (2001).