The Greatest Night in Pop Bawa Kisah di Balik Lagu We Are the World
CNN Indonesia
Kamis, 01 Feb 2024 19:20 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
The Greatest Night in Pop merupakan film dokumenter terbaru yang tayang di Netflix pada 29 Januari 2024. (dok. Netflix)
"Bagi saya, yang penting adalah kita menceritakan kisah yang jujur," kata Nguyen.
"Ini adalah kisah yang jujur tentang malam itu dan semua hal yang bisa saja menjadi hancur - yang memang terjadi - tetapi pada akhirnya, ini menjadi keluarga yang indah," tuturnya.
We Are the World sendiri merupakan sebuah lagu yang ditujukan untuk amal dan mulanya direkam oleh supergrup bernama USA for Africa.
Supergrup kolektif itu berisikan puluhan musisi mentereng asal AS yang berada di bawah pimpinan Harry Belafonte, Kenny Rogers, Michael Jackson, dan Lionel Richie.
Dipimpin oleh konduktor Quincy Jones, USA for Africa juga melibatkan para penyanyi solo termasuk Ritchie, Michael Jackson, Stevie Wonder, Tina Turner, Diana Ross, Ray Charles, Bob Dylan, dan Bruce Springsteen.
Untuk melengkapi megahnya aransemen lagu ini, sebuah grup koor juga melibatkan banyak nama beken lainnya, termasuk Bette Midler, Smokey Robinson, hingga ikon Hollywood, Dan Aykroyd.
Para bintang ini pun dengan mudah mengantarkan We Are the World ke puncak tangga lagu global ketika pertama kali rilis pada Maret 1985.
Lagu ini dengan cepat menjadi single pop terlaris dalam sejarah AS, dan berhasil mengumpulkan dana lebih dari US$60 juta untuk organisasi nirlaba USA For Africa.
Sejak penayangan pada 29 Januari 2024 di Netflix, The Greatest Night in Pop mendapatkan ulasan cukup positif. Per hari ini, Rabu (31/1), dokumenter ini mendapatkan skor Tomatometer sebesar 95 persen di Rotten Tomatoes dari 20 ulasan.
(far/end)
Jakarta, CNN Indonesia --
The Greatest Night in Pop merupakan film dokumenter terbaru yang tayang di Netflix pada 29 Januari 2024 dan mengisahkan salah satu momen paling ikonis dalam sejarah musik pop.
Momen tersebut adalah saat lagu milik Michael Jackson dan Lionel Richie, We Are the World direkam di A&M Studios, Hollywood, Los Angeles, pada 1985.
Dalam deskripsi resmi The Greatest Night in Pop di situs resmi Netflix, film dokumenter ini mengungkap "momen-momen di balik layar dalam peristiwa bersejarah tersebut."
Associated Press (AP) pada Selasa (30/1) menyebut The Greatest Night in Pop mengisahkan upaya Ritchie dan Jackson untuk menulis lagu We Are the World, serta proses di balik tanggung jawab besar mereka untuk mengumpulkan seluruh musisi yang terlibat dalam lagu ikonis tersebut.
Dalam keterangan resmi yang dihimpun AP, dokumenter ini juga menayangkan cuplikan rekaman dari sesi penulisan dan produksi lagu ini, serta berisikan wawancara dengan beberapa seniman besar dan engineer yang terlibat.
Menurut sutradara Bao Nguyen yang berusia 2 tahun saat lagu itu dirilis, proses wawancara yang ia lakukan dengan Lionel Richie, Springsteen, Robinson, Cyndi Lauper, Kenny Loggins, Dionne Warwick, dan Huey Lewis, membuat dirinya mempermudah proses reka memori bagi para artis-artis terkait.
"Saya tahu betapa pentingnya untuk menciptakan kembali kenangan itu, hanya dengan masuk ke dalam ruangan tersebut dan apa yang diciptakan oleh energi itu untuk mereka," kata sutradara Bao Nguyen kepada AP.
Tak hanya itu, The Greatest Night in Pop juga menyisipkan footage konyol, seperti saat Al Jarreau yang mabuk anggur, hingga momen saat Dylan harus berupaya keras mengesampingkan gaya bermusiknya.
Lanjut ke sebelah...
'Kisah yang Jujur'
The Greatest Night in Pop merupakan film dokumenter terbaru yang tayang di Netflix pada 29 Januari 2024. (dok. Netflix)
"Bagi saya, yang penting adalah kita menceritakan kisah yang jujur," kata Nguyen.
"Ini adalah kisah yang jujur tentang malam itu dan semua hal yang bisa saja menjadi hancur - yang memang terjadi - tetapi pada akhirnya, ini menjadi keluarga yang indah," tuturnya.
We Are the World sendiri merupakan sebuah lagu yang ditujukan untuk amal dan mulanya direkam oleh supergrup bernama USA for Africa.
Supergrup kolektif itu berisikan puluhan musisi mentereng asal AS yang berada di bawah pimpinan Harry Belafonte, Kenny Rogers, Michael Jackson, dan Lionel Richie.
Dipimpin oleh konduktor Quincy Jones, USA for Africa juga melibatkan para penyanyi solo termasuk Ritchie, Michael Jackson, Stevie Wonder, Tina Turner, Diana Ross, Ray Charles, Bob Dylan, dan Bruce Springsteen.
Untuk melengkapi megahnya aransemen lagu ini, sebuah grup koor juga melibatkan banyak nama beken lainnya, termasuk Bette Midler, Smokey Robinson, hingga ikon Hollywood, Dan Aykroyd.
Para bintang ini pun dengan mudah mengantarkan We Are the World ke puncak tangga lagu global ketika pertama kali rilis pada Maret 1985.
Lagu ini dengan cepat menjadi single pop terlaris dalam sejarah AS, dan berhasil mengumpulkan dana lebih dari US$60 juta untuk organisasi nirlaba USA For Africa.
Sejak penayangan pada 29 Januari 2024 di Netflix, The Greatest Night in Pop mendapatkan ulasan cukup positif. Per hari ini, Rabu (31/1), dokumenter ini mendapatkan skor Tomatometer sebesar 95 persen di Rotten Tomatoes dari 20 ulasan.