Jakarta, CNN Indonesia -- Pelawak sekaligus aktor Ahmad Firdaus atau Daus Mini menyambut baik pencalonan Komeng sebagai anggota DPD dalam Pemilu 2024. Tak hanya itu, Komeng pun saat ini berada di posisi paling atas untuk daerah pemilihan Jawa Barat.
Berdasarkan 55,66 persen data yang masuk ke Komisi Pemilihan Umum per Senin (19/2) pukul 8.37 WIB, pelawak bernama lengkap Alfiansyah Bustami itu memperoleh 1.800.104 suara atau sekitar 12,03 persen dari total data.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh sebab itu, Daus Mini mengaku bangga dengan capaian tersebut dan menaruh harapan untuk Komeng apabila nantinya resmi menjadi anggota DPD.
"Ya kaget pastinya iya. Alhamdulilah jadi kebanggaan juga, punya abang mewakili aspirasi orang kecil," kata Daus Mini seperti diberitakan detikcom, Senin (19/2).
"Kita [para pelawak] biar lebih dihargai dan tidak dipandang sebelah mata lagi, khususnya orang-orang kayak Daus. Itu saja," harapan Daus Mini atas nasib pelawak bila Komeng resmi jadi anggota DPD.
[Gambas:Video CNN]
Ia pun kini berharap segala program dan visi misi yang dibawa Komeng dalam pencalonannya benar-benar bisa terselenggara di masa mendatang.
"Bang Komeng ngeluarin statement bahwasanya beliau ada gedung tapi enggak ada manusianya, ya mudah-mudahan itu bisa terealisasi dan niatnya bisa berjalan dengan baik," tuturnya.
Terkait pencalonan Komeng, Daus Mini mengaku awalnya merasa hal tersebut hanya bercanda. Sehingga, ia pun kaget ketika benar-benar tahu Komeng serius mencalonkan diri. Terlebih lagi, Komeng tak gencar kampanye atau mempromosikan dirinya.
Daus Mini bahkan mengaku sempat dapat omelan dari Komeng akibat menanyakan rencana kampanye.
"Jangankan baliho, gue WA aja diomelin. 'Bang enggak ada acara apa-apa bang? Blusukan-blusukan.' Dia bilang, 'Jangan berisik lu,'" cerita Daus.
"Orang biasanya begitu kan minta promosiin, minta support, video ucapan, ini enggak."
Oleh sebab itu, Daus bersyukur karena begitu banyak warga Jabar memilih rekan pelawaknya itu saat pencoblosan pada Rabu (14/2).
"Tapi itu lah masyarakat Indonesia, khususnya di daerah Jabar dan sekitarnya. Alhamdulilah pada nyoblos, pada milih Bang Komeng," ucap Daus.
Lanjut ke sebelah...
Program yang Akan Diperjuangkan Komeng di DPD
Berikut hal-hal yang ingin diperjuangkan Komeng sebagai calon anggota DPD di Pemilu 2024. (detikcom/Febri)
Dalam laman goodkind, Komeng yang maju secara independen ini menuliskan programnya selaku calon anggota DPD. Ia mengaku "ingin mengembangkan kesenian di daerah Jawa Barat khususnya, di Indonesia pada umumnya. Dengan komedi untuk memancing kebahagiaan."
Tak hanya itu, Komeng secara langsung juga mengatakan bakal memperjuangkan tanggal lahir Bing Slamet untuk menjadi Hari Komedi.
"27 September hari lahirnya Bing Slamet. Saya sudah bicara dengan putranya Adi Bing Slamet dan dia setuju. Bahkan, pernah selapan atau sembilan atau sepuluh," ujarnya.
Kendati demikian, Komeng belum bisa memberikan garansi aspirasi seniman lawak itu bisa terwujud atau tidak. Ia hanya memastikan bakal memperjuangkan hal tersebut.
"Apakah kalau saya masuk [DPD RI] akan bisa atau tidak? Semua hari di bidang seni ini ada. Hari film, hari musik, hari komedi ini belum ada," ucapnya berargumen.
"Nah, apakah saya bisa? Mungkin akan membantu banget kalau saya ada di dalam. Mungkin. Saya juga belum tahu. Gara-garanya cuma itu," kata seniman berdarah Betawi-Sunda ini.
[Gambas:Video CNN]
Meski mendominasi suara, angka dan persentase Komeng dalam real count bukan hasil akhir karena masih menunggu perhitungan manual KPU.
Apalagi terdapat kejanggalan Sirekap Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 lantaran ada perbedaan antara jumlah perolehan total suara partai dengan jumlah akumulasi suara yang didapatkan tiap-tiap caleg.
Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja sebelumnya menegaskan bahwa Sirekap bukan penentu rekapitulasi. Penentu hasil Pemilu adalah penghitungan manual.
"Harus kami sampaikan bahwa Sirekap adalah bukan penentu terhadap rekapitulasi. Penentunya tetap menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 (tentang Pemilihan Umum) adalah manual rekapitulasi. Jadi bukan Sirekap. Sirekap hanya alat bantu," kata Bagja, Kamis (15/2).