5 Fakta Women from Rote Island, Sang Jawara Umum FFI 2023
CNN Indonesia
Jumat, 23 Feb 2024 20:45 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Berikut lima fakta film Women from Rote Island, salah satunya menjadi jawara umum Piala Citra FFI 2023. (Bintang Cahaya Sinema via BIFF)
3.Karya debut sutradara
Women from Rote Island menjadi karya debut Jeremias Nyangoen dalam menyutradarai film panjang.
Sebelum menjadi sutradara film ini, Jeremias dikenal sebagai produser, aktor, dan penulis film. Sejumlah film yang pernah ia rulis adalah Denias, Senandung di Atas Awan (2006) dan Serdadu Kumbang (2011).
Seperti sinopsis yang dituliskan sebelumnya, Women from Rote Island bercerita tentang seorang perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual saat menjadi TKI di Malaysia.
Tidak hanya itu, film tersebut juga menceritakan perjuangan perempuan lain, termasuk sang ibu Orpa, yang berusaha untuk mencari keadilan di tengah stigma dan diskriminasi dari orang-orang di sekitarnya.
"Sesungguhnya film ini ingin mengajak orang untuk berani speak up, berteriak, untuk melawan kejahatan-kejahatan tersebut," kata Jeremias dalam video sambutan di BIFF 2023.
"Sebab para pelakunya berada di mana-mana, bisa terjadi kapan saja, dan bisa dialami oleh perempuan maupun laki-laki," lanjutnya.
5. Keliling festival film
Sebelum tayang secara reguler di bioskop Indonesia, Women from Rote Island sudah menyambangi beberapa festival film internasional.
Film ini tayang perdana di Busan International Film Festival 2023 pada 7 Oktober silam. Film ini juga sempat tayang di Jakarta Film Week yang digelar akhir Oktober 2023 dan memenangkan Direction Award.
Selain itu, film ini juga tayang di Asian Film Festival Barcelona 2023 pada 4 November lalu, serta QCinema International Film Festival 2023 di Filipina.
Women from Rote Island, yang merupakan pemenang Film Terbaik Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2023, akhirnya tayang di bioskop Indonesia.
Film karya sutradara Jeremias Nyangoen ini bercerita tentang seorang ibu tunggal bernama Orpa (Merlinda Dessy Adoe) yang kini hidup bersama tiga anak perempuannya setelah kematian sang suami.
Namun, kehidupan Orpa berubah ketika anak sulungnya yang bernama Martha (Irma Novita Rihi) pulang ke Rote, Nusa Tenggara Timur, untuk menyaksikan pemakaman ayahnya. Martha pulang dengan kondisi mental depresi dan penuh luka.
Ia menjadi korban kekerasan seksual ketika menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Alih-alih mendapatkan bantuan, Martha justru menjadi korban kekerasan yang sama di kampung halamannya.
Women from Rote Island menjadi juara umum Piala Citra FFI 2023 setelah memboyong seluruh kategori yang dinominasikan.
Keempat piala yang dibawa pulang adalah Film Cerita Panjang Terbaik, Sutradara Terbaik, Penulis Skenario Asli Terbaik, dan Pengarah Sinematografi Terbaik.
Kategori Sutradara Terbaik dan Penulis Skenario Asli Terbaik diborong sekaligus oleh Jeremias Nyangoen.
2. 90 persen aktor baru
Irma Novita Rihi sebagai Martha dalam Women from Rote Island. (dok. Goodwork Indonesia)
Jeremias Nyangoen mengungkapkan bahwa sebagian besar aktor yang berperan dalam film tersebut belum pernah memiliki pengalaman berakting sama sekali.
"Film ini dimainkan 90 persen oleh mereka yang belum pernah bermain film. Tapi melalui proses latihan yang panjang, mereka dapat memainkannya dengan baik," kata Jeremias.
"Harapan kami, film ini bisa menjadi tontonan yang inspiratif, dan bermanfaat bagi banyak orang," lanjutnya.
Lanjut ke sebelah...
5 Fakta Women from Rote Island
Berikut lima fakta film Women from Rote Island, salah satunya menjadi jawara umum Piala Citra FFI 2023. (Bintang Cahaya Sinema via BIFF)
3.Karya debut sutradara
Women from Rote Island menjadi karya debut Jeremias Nyangoen dalam menyutradarai film panjang.
Sebelum menjadi sutradara film ini, Jeremias dikenal sebagai produser, aktor, dan penulis film. Sejumlah film yang pernah ia rulis adalah Denias, Senandung di Atas Awan (2006) dan Serdadu Kumbang (2011).
Seperti sinopsis yang dituliskan sebelumnya, Women from Rote Island bercerita tentang seorang perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual saat menjadi TKI di Malaysia.
Tidak hanya itu, film tersebut juga menceritakan perjuangan perempuan lain, termasuk sang ibu Orpa, yang berusaha untuk mencari keadilan di tengah stigma dan diskriminasi dari orang-orang di sekitarnya.
"Sesungguhnya film ini ingin mengajak orang untuk berani speak up, berteriak, untuk melawan kejahatan-kejahatan tersebut," kata Jeremias dalam video sambutan di BIFF 2023.
"Sebab para pelakunya berada di mana-mana, bisa terjadi kapan saja, dan bisa dialami oleh perempuan maupun laki-laki," lanjutnya.
Sebelum tayang secara reguler di bioskop Indonesia, Women from Rote Island sudah menyambangi beberapa festival film internasional.
Film ini tayang perdana di Busan International Film Festival 2023 pada 7 Oktober silam. Film ini juga sempat tayang di Jakarta Film Week yang digelar akhir Oktober 2023 dan memenangkan Direction Award.
Selain itu, film ini juga tayang di Asian Film Festival Barcelona 2023 pada 4 November lalu, serta QCinema International Film Festival 2023 di Filipina.