5 Hal Soal Khodam, Asal-usul hingga Pesan Sebelum Cek Khodam
CNN Indonesia
Kamis, 27 Jun 2024 17:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Sebelum ikut-ikutan sebut nama di kolom komentar buat cek khodam, akademisi budaya Jawa memberikan sedikit pesan dan pengetahuan soal khodam. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --
Netizen beberapa minggu terakhir riuh dengan cek khodam. Mulai dari semula tengah malam, akun-akun yang menawarkan untuk mengecek khodam kini bahkan mulai beroperasi siang hari.
Tren ini muncul setelah marak akun-akun di TikTok menawarkan jasa cek khadam dalam via live streaming. Bagi yang berminat, mereka cukup menulis nama mereka dan akan coba 'dibaca' oleh si empunya akun.
Netizen lantas berbondong-bondong menonton hingga berpartisipasi. Atas nama rasa penasaran, mereka mengajukan nama agar bisa mengetahui khodam pada diri mereka.
Sebagian besar jasa cek khodam di live TikTok itu juga dilakukan untuk hiburan semata. Penonton bahkan kerap mengajukan nama mereka hanya karena iseng atau sekadar ingin mendengarkan jawaban bernada nyeleneh.
Namun, di balik tren itu, khodam sejatinya merupakan suatu hal yang sakral bagi sebagian orang. Mereka yang percaya dengan eksistensi khadam itu berusaha menghormati atau bahkan berinteraksi dengan entitas tersebut.
Akademisi Budaya Jawa Universitas Indonesia Dwi Woro Retno Mastuti juga menjelaskan bahwa beberapa hal patut diketahui terlebih dahulu sebelum mencari tahu tentang khodam.
Netizen beberapa minggu terakhir riuh dengan cek khodam. Mulai dari semula tengah malam, akun-akun yang menawarkan untuk mengecek khodam kini bahkan mulai beroperasi siang hari. (Screenshot dari TikTok)
Berikut lima hal yang perlu diketahui soal khodam.
1. Arti khodam
Menurut penjelasan Dwi Woro, khodam hadir bersama keyakinan masyarakat Jawa tentang eksistensi entitas selain manusia yang muncul untuk menjaga seseorang.
Ia lalu menjelaskan dalam kepercayaan tertentu meyakini setiap manusia memiliki khodam atau pelindung. Namun, kehadiran khodam itu dapat dirasakan jika seseorang sudah mencapai tingkat spiritual yang tinggi.
"Setiap orang memiliki pelindung, baik disadari atau tidak. Seseorang yang menyadari memiliki khadam adalah ketika yang bersangkutan sudah melakukan tirakat, puasa, meditasi," ujar Dwi Woro kepada CNNIndonesia.com.
"Kehadiran khodam dapat dirasakan ketika yang bersangkutan mencapai tingkat spiritual yang tinggi, berpikir dan bertindak secara bijaksana, dan memiliki kepekaan batin," lanjutnya.
2. Asal-usul
Jika dirunut, Dwi Woro menilai pengetahuan akan khodam berasal dari kepercayaan animisme yang sudah muncul ribuan tahun lalu. Sebab, pada saat itu, manusia belum mengenal konsep Tuhan yang diyakini banyak orang pada zaman sekarang.
Meski kerap dihubungkan dengan aliran kejawen atau dipengaruhi kedatangan Islam di Jawa, Dwi Woro menyangkal khodam memiliki hubungan erat dengan dua hal tersebut.
Menurutnya, khodam merupakan kepercayaan yang sifatnya universal karena ada dan diyakini berbagai suku di dunia meski konsep maupun namanya berbeda.
"Tidak ada hubungan khodam dengan aliran kejawen atau pengaruh kedatangan Islam... Khadam dipercaya oleh semua suku bangsa di dunia," ujar Dwi Woro.
Menurut Dwi Woro, tren cek khodam yang ramai di TikTok merupakan hak dan menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna. (Screenshot dari TikTok)
4. Riuh cek khodam
Menurut Dwi Woro, tren cek khodam yang ramai di TikTok merupakan hak dan menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna. Namun, ia juga mengingatkan bahwa sebaiknya netizen yang penasaran tentang khadam untuk mencari perlindungan hanya kepada Tuhan.
"Semua kembali pada yang bersangkutan. Apa tujuannya mengecek khodam di internet, untuk hanya sekedar tahu atau untuk mendalami ilmu khodam," ujar Dwi Woro.
Selain itu, Dwi Woro memberi sejumlah pesan bagi orang yang penasaran eksistensi khadam mereka. Menurutnya, khodam hadir bukan untuk main-main, sehingga harus penuh kesadaran serta tanggung jawab ketika mempelajarinya.
"Ketika seseorang ingin berinteraksi atau penasaran dengan khodamnya, tetaplah 'eling lan waspada,'" ujar Dwi Woro. "Jangan sombong, tidak untuk dipermainkan, penuh kesadaran, dan tanggung jawab,"
Jakarta, CNN Indonesia --
Netizen beberapa minggu terakhir riuh dengan cek khodam. Mulai dari semula tengah malam, akun-akun yang menawarkan untuk mengecek khodam kini bahkan mulai beroperasi siang hari.
Tren ini muncul setelah marak akun-akun di TikTok menawarkan jasa cek khadam dalam via live streaming. Bagi yang berminat, mereka cukup menulis nama mereka dan akan coba 'dibaca' oleh si empunya akun.
Netizen lantas berbondong-bondong menonton hingga berpartisipasi. Atas nama rasa penasaran, mereka mengajukan nama agar bisa mengetahui khodam pada diri mereka.
Sebagian besar jasa cek khodam di live TikTok itu juga dilakukan untuk hiburan semata. Penonton bahkan kerap mengajukan nama mereka hanya karena iseng atau sekadar ingin mendengarkan jawaban bernada nyeleneh.
Namun, di balik tren itu, khodam sejatinya merupakan suatu hal yang sakral bagi sebagian orang. Mereka yang percaya dengan eksistensi khadam itu berusaha menghormati atau bahkan berinteraksi dengan entitas tersebut.
Akademisi Budaya Jawa Universitas Indonesia Dwi Woro Retno Mastuti juga menjelaskan bahwa beberapa hal patut diketahui terlebih dahulu sebelum mencari tahu tentang khodam.
Netizen beberapa minggu terakhir riuh dengan cek khodam. Mulai dari semula tengah malam, akun-akun yang menawarkan untuk mengecek khodam kini bahkan mulai beroperasi siang hari. (Screenshot dari TikTok)
Berikut lima hal yang perlu diketahui soal khodam.
1. Arti khodam
Menurut penjelasan Dwi Woro, khodam hadir bersama keyakinan masyarakat Jawa tentang eksistensi entitas selain manusia yang muncul untuk menjaga seseorang.
Ia lalu menjelaskan dalam kepercayaan tertentu meyakini setiap manusia memiliki khodam atau pelindung. Namun, kehadiran khodam itu dapat dirasakan jika seseorang sudah mencapai tingkat spiritual yang tinggi.
"Setiap orang memiliki pelindung, baik disadari atau tidak. Seseorang yang menyadari memiliki khadam adalah ketika yang bersangkutan sudah melakukan tirakat, puasa, meditasi," ujar Dwi Woro kepada CNNIndonesia.com.
"Kehadiran khodam dapat dirasakan ketika yang bersangkutan mencapai tingkat spiritual yang tinggi, berpikir dan bertindak secara bijaksana, dan memiliki kepekaan batin," lanjutnya.
2. Asal-usul
Jika dirunut, Dwi Woro menilai pengetahuan akan khodam berasal dari kepercayaan animisme yang sudah muncul ribuan tahun lalu. Sebab, pada saat itu, manusia belum mengenal konsep Tuhan yang diyakini banyak orang pada zaman sekarang.
Ilustrasi. Sebelum ikut-ikutan sebut nama di kolom komentar buat cek khodam, akademisi budaya Jawa memberikan sedikit pesan dan pengetahuan soal khodam. (iStockphoto)
Mereka kemudian meyakini bahwa roh leluhur merupakan pelindung mereka, sama seperti kepercayaan orang-orang terhadap khodam.
"Menurut saya dari animisme. Ketika manusia belum mengenal konsep Tuhan, mereka percaya pada para roh leluhur yang melindungi mereka," ujar Dwi Woro.
Meski kerap dihubungkan dengan aliran kejawen atau dipengaruhi kedatangan Islam di Jawa, Dwi Woro menyangkal khodam memiliki hubungan erat dengan dua hal tersebut.
Menurutnya, khodam merupakan kepercayaan yang sifatnya universal karena ada dan diyakini berbagai suku di dunia meski konsep maupun namanya berbeda.
"Tidak ada hubungan khodam dengan aliran kejawen atau pengaruh kedatangan Islam... Khadam dipercaya oleh semua suku bangsa di dunia," ujar Dwi Woro.
Menurut Dwi Woro, tren cek khodam yang ramai di TikTok merupakan hak dan menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna. (Screenshot dari TikTok)
4. Riuh cek khodam
Menurut Dwi Woro, tren cek khodam yang ramai di TikTok merupakan hak dan menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna. Namun, ia juga mengingatkan bahwa sebaiknya netizen yang penasaran tentang khadam untuk mencari perlindungan hanya kepada Tuhan.
"Semua kembali pada yang bersangkutan. Apa tujuannya mengecek khodam di internet, untuk hanya sekedar tahu atau untuk mendalami ilmu khodam," ujar Dwi Woro.
Selain itu, Dwi Woro memberi sejumlah pesan bagi orang yang penasaran eksistensi khadam mereka. Menurutnya, khodam hadir bukan untuk main-main, sehingga harus penuh kesadaran serta tanggung jawab ketika mempelajarinya.
"Ketika seseorang ingin berinteraksi atau penasaran dengan khodamnya, tetaplah 'eling lan waspada,'" ujar Dwi Woro. "Jangan sombong, tidak untuk dipermainkan, penuh kesadaran, dan tanggung jawab,"