Trap Dapat Nilai Jeblok dari Kritikus, tapi Josh Hartnett Tampil Apik
CNN Indonesia
Senin, 12 Agu 2024 10:20 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Film Trap mendapatkan komentar miring dari kritikus, tapi Josh Hartnett sebagai pemeran utama dinilai apik. (dok. Blinding Edge Pictures via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --
Trap menuai banyak komentar miring kritikus setelah film itu resmi tayang di bioskop. Film terbaru dari M. Night Shyamalan itu dianggap gagal menjawab ekspektasi penonton yang menantikan karya baru sang sutradara.
Penilaian buruk itu tampak dari torehan skor Trap di situs agregator film Rotten Tomatoes. Menurut catatan laman itu, Trap hanya mendapatkan skor kritikus 54 persen dari 153 ulasan per Jumat (9/8).
Angka itu membuat Trap mendapat predikat tomat busuk. Padahal, film tersebut meraih skor audiens yang cukup baik dengan capaian 65 persen dari 1.000 lebih rating.
Perolehan skor kritikus itu menjadikan Trap ikut bersanding dengan deretan film flop Shyamalan lain, seperti Old (2021) dengan 50 persen, Glass (2019) dengan 37 persen, dan The Last Airbender dengan skor kritikus 5 persen.
Sebagian besar komentar kritikus menganggap M. Night Shyamalan gagal menyuguhkan tontonan thriller yang berkualitas. Owen Gleiberman lewat ulasannya di Variety menilai film ini gagal dalam menawarkan cerita yang masuk akal.
Sorotan tajam turut diungkapkan kritikus Chicago Sun-Times, Richard Roeper. Ia menilai Trap dikemas dengan menarik, tetapi sayangnya tidak didukung cerita yang solid dan menjanjikan.
"Meminta penonton untuk menyaksikan sesuatu yang pada dasarnya tak masuk akal adalah suatu penghinaan. Terlebih, ini tidak seru," ujar Owen Gleiberman dalam ulasannya, Jumat (26/7).
"Kemasan luar yang dibuat dengan sangat baik, tetapi tanpa isi apa pun di dalamnya," tulis ulasan Roeper.
Beberapa kritikus juga menilai film ini tak seperti karya Shyamalan lainnya. Kritikus Adam Graham menilai film ini sudah keluar jalur sejak awal dan tidak sanggup menawarkan twist khas sutradara keturunan India tersebut.
Sedangkan, Thomas Floyd dari Washington Post menilai film ini baru bisa dinikmati jika ditonton tanpa banyak ekspektasi maupun skeptisme.
"Shyamalan biasanya menunggu twist di ending untuk mengubah filmnya. Namun, kali ini, dia keluar jalur sejak awal," ujar Graham.
"Jika Anda duduk santai dan menikmati ritme yang tidak masuk akal ini, Anda mungkin akan bersenang-senang," tulis Floyd dari Washington Post.
Lanjut ke sebelah...
Film Trap sesungguhnya masih mendapat skor apik dari beberapa ulasan kritikus di media internasional. Sebagian besar pujian ditujukan kepada aktor Josh Hartnett yang menjadi pemeran utama.
Josh Hartnett, yang kembali membintangi proyek besar setelah bergabung dalam Oppenheimer (2023), itu dianggap berhasil memerankan karakter Cooper Adams dengan meyakinkan.
Ia mendapat pujian dari sejumlah kritikus film, termasuk Lindsey Bahr dari Associated Press dan Max Weiss dari Baltimore Magazine. Namun, para kritikus itu menganggap penampilan apik Hartnett sekalipun belum dapat menyelamatkan Trap dari jurang kegagalan.
Meski begitu, Lindsey Bahr masih menilai film itu tetap bisa dinikmati sebagai film popcorn, bukan tontonan thriller dengan plot twist hebat seperti karya M. Night Shyamalan terdahulu.
Josh Hartnett berperan sebagai Cooper Adams dalam film Trap. (dok. Blinding Edge Pictures via IMDb)
"Kita semua ingin Shyamalan memberikan film seperti The Sixth Sense atau Signs kembali. Ini bukan keduanya. Ini film popcorn dengan aksi mengejutkan dari bintang yang diremehkan," ungkap Bahr dalam ulasannya.
"Satu jam pertama benar-benar menegangkan, lucu, dan menakutkan. Membuatmu duduk di ujung kursi. Dan Hartnett hebat di sini," ujar Max Weiss.
Trap ditulis dan diarahkan M. Night Shyamalan. Film ini menjadi karya terbaru sang sutradara setelah Glass (2019), Old (2021), hingga Knock at the Cabin (2023). Ia juga dikenal sebagai sutradara film hit, seperti The Sixth Sense (1999), Unbreakable (2000), hingga Split (2016).
Josh Hartnett membintangi film itu bersama Ariel Donoghue, Saleka Night Shyamalan, Alison PIl, Hayley Mills, dan Jonathan Langdon.
Trap menuai banyak komentar miring kritikus setelah film itu resmi tayang di bioskop. Film terbaru dari M. Night Shyamalan itu dianggap gagal menjawab ekspektasi penonton yang menantikan karya baru sang sutradara.
Penilaian buruk itu tampak dari torehan skor Trap di situs agregator film Rotten Tomatoes. Menurut catatan laman itu, Trap hanya mendapatkan skor kritikus 54 persen dari 153 ulasan per Jumat (9/8).
Angka itu membuat Trap mendapat predikat tomat busuk. Padahal, film tersebut meraih skor audiens yang cukup baik dengan capaian 65 persen dari 1.000 lebih rating.
Perolehan skor kritikus itu menjadikan Trap ikut bersanding dengan deretan film flop Shyamalan lain, seperti Old (2021) dengan 50 persen, Glass (2019) dengan 37 persen, dan The Last Airbender dengan skor kritikus 5 persen.
Sebagian besar komentar kritikus menganggap M. Night Shyamalan gagal menyuguhkan tontonan thriller yang berkualitas. Owen Gleiberman lewat ulasannya di Variety menilai film ini gagal dalam menawarkan cerita yang masuk akal.
Sorotan tajam turut diungkapkan kritikus Chicago Sun-Times, Richard Roeper. Ia menilai Trap dikemas dengan menarik, tetapi sayangnya tidak didukung cerita yang solid dan menjanjikan.
"Meminta penonton untuk menyaksikan sesuatu yang pada dasarnya tak masuk akal adalah suatu penghinaan. Terlebih, ini tidak seru," ujar Owen Gleiberman dalam ulasannya, Jumat (26/7).
"Kemasan luar yang dibuat dengan sangat baik, tetapi tanpa isi apa pun di dalamnya," tulis ulasan Roeper.
Beberapa kritikus juga menilai film ini tak seperti karya Shyamalan lainnya. Kritikus Adam Graham menilai film ini sudah keluar jalur sejak awal dan tidak sanggup menawarkan twist khas sutradara keturunan India tersebut.
Sedangkan, Thomas Floyd dari Washington Post menilai film ini baru bisa dinikmati jika ditonton tanpa banyak ekspektasi maupun skeptisme.
"Shyamalan biasanya menunggu twist di ending untuk mengubah filmnya. Namun, kali ini, dia keluar jalur sejak awal," ujar Graham.
"Jika Anda duduk santai dan menikmati ritme yang tidak masuk akal ini, Anda mungkin akan bersenang-senang," tulis Floyd dari Washington Post.
Lanjut ke sebelah...
Penilaian terhadap Josh Hartnett
Film Trap mendapatkan komentar miring dari kritikus, tapi Josh Hartnett sebagai pemeran utama dinilai apik. (dok. Blinding Edge Pictures via IMDb)
Film Trap sesungguhnya masih mendapat skor apik dari beberapa ulasan kritikus di media internasional. Sebagian besar pujian ditujukan kepada aktor Josh Hartnett yang menjadi pemeran utama.
Josh Hartnett, yang kembali membintangi proyek besar setelah bergabung dalam Oppenheimer (2023), itu dianggap berhasil memerankan karakter Cooper Adams dengan meyakinkan.
Ia mendapat pujian dari sejumlah kritikus film, termasuk Lindsey Bahr dari Associated Press dan Max Weiss dari Baltimore Magazine. Namun, para kritikus itu menganggap penampilan apik Hartnett sekalipun belum dapat menyelamatkan Trap dari jurang kegagalan.
Meski begitu, Lindsey Bahr masih menilai film itu tetap bisa dinikmati sebagai film popcorn, bukan tontonan thriller dengan plot twist hebat seperti karya M. Night Shyamalan terdahulu.
Josh Hartnett berperan sebagai Cooper Adams dalam film Trap. (dok. Blinding Edge Pictures via IMDb)
"Kita semua ingin Shyamalan memberikan film seperti The Sixth Sense atau Signs kembali. Ini bukan keduanya. Ini film popcorn dengan aksi mengejutkan dari bintang yang diremehkan," ungkap Bahr dalam ulasannya.
"Satu jam pertama benar-benar menegangkan, lucu, dan menakutkan. Membuatmu duduk di ujung kursi. Dan Hartnett hebat di sini," ujar Max Weiss.
Trap ditulis dan diarahkan M. Night Shyamalan. Film ini menjadi karya terbaru sang sutradara setelah Glass (2019), Old (2021), hingga Knock at the Cabin (2023). Ia juga dikenal sebagai sutradara film hit, seperti The Sixth Sense (1999), Unbreakable (2000), hingga Split (2016).
Josh Hartnett membintangi film itu bersama Ariel Donoghue, Saleka Night Shyamalan, Alison PIl, Hayley Mills, dan Jonathan Langdon.