Federal Sita Data Berukuran Terabyte soal Kejahatan Seks P Diddy
CNN Indonesia
Kamis, 10 Okt 2024 09:40 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Federal sita data P Diddy dari 40 perangkat dan lima cloud yang diduga berkaitan dengan dugaan kejahatan seksual rapper tersebut. (REUTERS/Steve Marcus)
Terkait data, kuasa hukum P Diddy menuntut jaksa untuk memberikan salinan informasi yang telah disita. Mereka juga mempertanyakan cara informasi dari dakwaan juri agung terhadap Combs bisa bocor.
"Pemerintah juga menyita perangkat tambahan milik Tuan Combs saat ia ditangkap tiga minggu lalu," kata pengacara Combs dalam pengajuan tersebut. "Kami juga memahami bahwa pemerintah baru mulai meninjau dan menyalin perangkat elektronik ini, termasuk yang disita pada Maret 2024."
"Tuan Combs bermaksud mengajukan mosi untuk sidang dan upaya hukum lainnya terkait kebocoran informasi juri agung yang tidak sah dan merugikan," kata pengacaranya.
Sejak P Diddy ditangkap di New York pada pertengahan September 2024 dan ditahan di Pusat Penahanan Metropolitan (Metropolitan Detention Center/MDC) Brooklyn, kuasa hukumnya sudah dua kali mengajukan permohonan bebas dengan jaminan.
Mereka pertama kali membuat permohonan pada pertengahan September, lalu ditolak hakim federal pada 17 September. Tim hukum rapper itu lalu mengajukan banding dan kembali ke pengadilan pada 18 September.
Namun, hakim L. Carter lagi-lagi menolak itu dengan alasan mencegah potensi menghalangi keadilan atau mengganggu saksi. Putusan tersebut membuat P Diddy harus mendekam di tahanan sambil menunggu persidangan.
Hingga kurang dari sepekan jelang persidangan baru, Andrew Carter dinyatakan tak lagi menjadi hakim untuk kasus tersebut. Ia diganti dengan hakim baru, yakni Arun Subramanian.
Tak ada informasi lebih lanjut mengenai alasan pergantian hakim kasus kejahatan seksual P Diddy.
Setelah itu, kuasa hukum kembali ajukan banding supaya rapper itu bebas sebelum peradilan kasus dugaan kejahatan seksual. Permohonan itu diajukan Alexander Shapiro selaku kuasa hukum P Diddy ke Pengadilan Banding AS pada Selasa (8/10).
Ia kembali menyoroti hal-hal yang dijanjikan supaya kliennya bisa bebas, termasuk mengkritik pengadilan menolak jaminan yang cukup jelas untuk Combs sehingga melanggar kewajibannya yang tertuang dalam Undang-Undang Reformasi Pembebasan dengan Jaminan.
(chri)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pihak berwenang federal mengamankan beberapa terabyte data elektronik Sean "Diddy" Combs dan kerajaan bisnisnya yang berkaitan dengan dakwaan kasus perdagangan seks serta pemerasan rapper tersebut.
Data tersebut berasal dari lebih dari 40 perangkat elektronik dan lima layanan cloud yang terkait P Diddy. Jaksa mengatakan mereka terus mencari lebih banyak data sebagai bagian dari penyelidikan.
Los Angeles Times pada Rabu (9/10) memberitakan informasi itu terungkap dalam surat yang diajukan Jaksa AS untuk Distrik Selatan New York ke hakim jelang sidang yang bakal diselenggarakan keesokan harinya.
Surat itu diajukan jaksa serta pengacara P Diddy untuk memberi tahu hakim hal-hal yang akan dibahas dalam sidang pada Kamis (10/10) waktu AS di pengadilan federal Manhattan terkait dakwaan pemerasan, perdagangan seks, dan transportasi antarnegara untuk prostitusi.
Jaksa memberi tahu Hakim Distrik AS Arun Subramanian bahwa selama surat perintah penggeledahan, Investigasi Keamanan Dalam Negeri menyita "beberapa terabyte materi elektronik."
Semua itu didapat dari ponsel, laptop, tablet, hard drive, dan akun layanan cloud serta catatan bisnis dan bukti fisik sebagai bagian dari penyelidikan dugaan perdagangan seks puluhan tahun dan tindakan seksual paksa dalam pesta seks.
Jaksa federal mengatakan masih "menyalin lebih dari 40 perangkat dan lima laporan iCloud lainnya milik terdakwa, yang diperkirakan memakan waktu beberapa hari karena banyaknya materi."
Mereka memberi tahu pengadilan bahwa tim forensik mereka bekerja "secepat mungkin sejak penyitaan mereka," dan berharap untuk menyerahkan data dalam penemuan tersebut kepada pengacara Combs "secara bertahap pada akhir tahun."
Kala jaksa mengungkapkan memegang begitu banyak data terkait kasus, pengacara P Diddy meminta kliennya diadili atas dakwaan perdagangan seks pada paruh pertama 2025. Kepada hakim, mereka mengungkapkan preferensi sidang atas kliennya bisa berlangsung pada April atau Mei 2025.
"Tuan Combs terus menegaskan haknya untuk persidangan yang cepat dan bermaksud meminta tanggal persidangan pada bulan April atau Mei 2025, dan sesuai dengan jadwal persidangan Pengadilan," tulis pengacara P Diddy.
Lanjut ke sebelah...
Respons Pengacara Data P Diddy Disita
Federal sita data P Diddy dari 40 perangkat dan lima cloud yang diduga berkaitan dengan dugaan kejahatan seksual rapper tersebut. (REUTERS/Danny Moloshok)
Terkait data, kuasa hukum P Diddy menuntut jaksa untuk memberikan salinan informasi yang telah disita. Mereka juga mempertanyakan cara informasi dari dakwaan juri agung terhadap Combs bisa bocor.
"Pemerintah juga menyita perangkat tambahan milik Tuan Combs saat ia ditangkap tiga minggu lalu," kata pengacara Combs dalam pengajuan tersebut. "Kami juga memahami bahwa pemerintah baru mulai meninjau dan menyalin perangkat elektronik ini, termasuk yang disita pada Maret 2024."
"Tuan Combs bermaksud mengajukan mosi untuk sidang dan upaya hukum lainnya terkait kebocoran informasi juri agung yang tidak sah dan merugikan," kata pengacaranya.
Sejak P Diddy ditangkap di New York pada pertengahan September 2024 dan ditahan di Pusat Penahanan Metropolitan (Metropolitan Detention Center/MDC) Brooklyn, kuasa hukumnya sudah dua kali mengajukan permohonan bebas dengan jaminan.
Mereka pertama kali membuat permohonan pada pertengahan September, lalu ditolak hakim federal pada 17 September. Tim hukum rapper itu lalu mengajukan banding dan kembali ke pengadilan pada 18 September.
Namun, hakim L. Carter lagi-lagi menolak itu dengan alasan mencegah potensi menghalangi keadilan atau mengganggu saksi. Putusan tersebut membuat P Diddy harus mendekam di tahanan sambil menunggu persidangan.
Hingga kurang dari sepekan jelang persidangan baru, Andrew Carter dinyatakan tak lagi menjadi hakim untuk kasus tersebut. Ia diganti dengan hakim baru, yakni Arun Subramanian.
Tak ada informasi lebih lanjut mengenai alasan pergantian hakim kasus kejahatan seksual P Diddy.
Setelah itu, kuasa hukum kembali ajukan banding supaya rapper itu bebas sebelum peradilan kasus dugaan kejahatan seksual. Permohonan itu diajukan Alexander Shapiro selaku kuasa hukum P Diddy ke Pengadilan Banding AS pada Selasa (8/10).
Ia kembali menyoroti hal-hal yang dijanjikan supaya kliennya bisa bebas, termasuk mengkritik pengadilan menolak jaminan yang cukup jelas untuk Combs sehingga melanggar kewajibannya yang tertuang dalam Undang-Undang Reformasi Pembebasan dengan Jaminan.