5 Rekomendasi Film Song Hye-kyo, Ada Peraih Nominasi Oscar
CNN Indonesia
Selasa, 28 Jan 2025 19:15 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
The Grandmaster merupakan martial arts drama yang ditulis dan digarap oleh Wong Kar-wai. Dalam film asal China rilisan 2013 ini, Song Hye-kyo berperan sebagai Cheung Wing-sing yang merupakan istri dari Ip Man (Tony Leung). (dok. Block 2 Pictures/Jet Tone Production/Sil-Metropole Organisation via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --
Song Hye-kyosudah dikenal luas dengan kemampuan aktingnya, baik dalam drama Korea maupun di layar lebar. Berbagai filmnya juga masuk dalam daftar rekomendasi.
Song Hye-kyo pertama kali bermain film pada 2005 melalui My Girl and I, setelah berakting pertama kali pada 1995. Sejak saat itu, sejumlah film ia bintangi, baik dalam proyek Korea maupun luar negeri.
Namun Song Hye-kyo bukan tipikal yang sembarangan memilih film. Banyak proyek filmnya terbukti mendapatkan pujian atau pun nominasi penghargaan.
Setelah jeda 10 tahun, Song Hye-kyo pun kembali ke layar lebar lewat Dark Nuns. Ini menjadi film horor pertama Song Hye-kyo, sekaligus memberikan tantangan tak biasa baginya: seorang suster Katolik yang harus melakukan eksorsisme.
The Grandmaster merupakan martial arts drama yang ditulis dan digarap oleh Wong Kar-wai. Dalam film asal China rilisan 2013 ini, Song Hye-kyo berperan sebagai Cheung Wing-sing yang merupakan istri dari Ip Man (Tony Leung).
Film ini menjadi film Song Hye-kyo yang paling 'berprestasi'. Film ini dipilih Hong Kong menjadi perwakilan untuk Best Foreign Language Film Oscar 2014 dan sukses masuk daftar pendek.
Selain itu, film ini juga mendapatkan nominasi Oscar 2024 untuk kategori Best Cinematography dan Best Costume Design. The Grandmaster juga mendapatkan perhatian dari kritikus dan pengamat perfilman di Hollywood.
The Grandmaster mengisahkan momen saat kejatuhan dinasti terakhir Kerajaan Tiongkok. Kala itu, berbagai kekacauan, perpecahan, perang, sekaligus era keemasan seni bela diri Tiongkok.
My Brilliant Life merupakan film Korea Selatan rilisan 2014 yang dibintangi Song Hye-kyo dan Gang Dong-woon. Film ini digarap oleh E J-yong yang juga ikut menulis bersama Choi Min-seok dan Oh Hyo-jin berdasarkan novel My Palpitating Life (2011) karya Kim Ae-ran.
My Brilliant Life memenangkan Third Place Audience Award dalam the 17th Udine Far East Film Festival pada 2015. Dalam film ini, Song Hye-kyo berperan sebagai Choi Mi-ra yang menjadi istri dari Dae-soo (Gang Dong-won).
Dae-soo dan Mi-ra dikaruniai Ah-reum saat mereka berusia 17 tahun. Ah-reum kemudian didiagnosis menderita penyakit genetik langka progeria. Seiring Ah-reum menua, ia menjadi gemar menulis bagaimana kedua orang tuanya jatuh cinta semasa muda.
The Crossing menjadi film China berikutnya yang dibintangi Song Hye-kyo. Film ini terbagi menjadi dua babak, yang pertama rilis pada 2014 dan yang kedua dirilis pada 2015.
Kedua film yang digarap oleh John Woo dan naskah yang ditulis Hui-Ling Wang ini juga terdiri dari dua genre yang berbeda, yakni drama romantis sejarah untuk bagian pertama dan kebencanaan untuk bagian kedua.
Dalam film ini, Song Hye-kyo berperan sebagai Zhou Yunfen, seorang perempuan kaya raya dan memiliki ketertarikan dengan Jenderal Lei.
Film ini berlatar pada akhir Perang Dunia II dan pada masa pertengahan Revolusi Tiongkok, tiga pasangan dari latar belakang dan kebangsaan yang berbeda kedapatan kabur dari Tiongkok ke Pulau Formosa.
A Reason to Live tayang perdana di Busan International Film Festival 2011. Film ini mengisahkan Song Hye-kyo sebagai seorang sutradara dokumenter bernama Da-hae.
Saat ulang tahun, Da-hae justru kehilangan tunangannya karena kecelakaan tabrak lari. Namun, ia mencoba memaafkan pelaku yang merupakan anak laki-laki berusia 15 tahun berdasarkan keyakinannya sebagai seorang Katolik.
Hwang Jin Yi merupakan salah satu film pertama Song Hye-kyo. Film ini dibuat oleh Chang Yoon-hyun berdasarkan novel pemenang penghargaan sastra, Hwangjini (2002) karya Hong Seuk-jung.
Dalam film ini, Song Hye-kyo berperan sebagai Hwang Jin Yi yang merupakan pelacur paling terkenal (gisaeng) dalam sejarah Korea.
Film ini mengisahkan meski terlahir sebagai putri keluarga bangsawan, Jin-yi menemukan rahasia di balik kelahirannya dan menjalani kehidupan di rumah bordil sebagai gisaeng.
Song Hye-kyosudah dikenal luas dengan kemampuan aktingnya, baik dalam drama Korea maupun di layar lebar. Berbagai filmnya juga masuk dalam daftar rekomendasi.
Song Hye-kyo pertama kali bermain film pada 2005 melalui My Girl and I, setelah berakting pertama kali pada 1995. Sejak saat itu, sejumlah film ia bintangi, baik dalam proyek Korea maupun luar negeri.
Namun Song Hye-kyo bukan tipikal yang sembarangan memilih film. Banyak proyek filmnya terbukti mendapatkan pujian atau pun nominasi penghargaan.
Setelah jeda 10 tahun, Song Hye-kyo pun kembali ke layar lebar lewat Dark Nuns. Ini menjadi film horor pertama Song Hye-kyo, sekaligus memberikan tantangan tak biasa baginya: seorang suster Katolik yang harus melakukan eksorsisme.
The Grandmaster merupakan martial arts drama yang ditulis dan digarap oleh Wong Kar-wai. Dalam film asal China rilisan 2013 ini, Song Hye-kyo berperan sebagai Cheung Wing-sing yang merupakan istri dari Ip Man (Tony Leung).
Film ini menjadi film Song Hye-kyo yang paling 'berprestasi'. Film ini dipilih Hong Kong menjadi perwakilan untuk Best Foreign Language Film Oscar 2014 dan sukses masuk daftar pendek.
Selain itu, film ini juga mendapatkan nominasi Oscar 2024 untuk kategori Best Cinematography dan Best Costume Design. The Grandmaster juga mendapatkan perhatian dari kritikus dan pengamat perfilman di Hollywood.
The Grandmaster mengisahkan momen saat kejatuhan dinasti terakhir Kerajaan Tiongkok. Kala itu, berbagai kekacauan, perpecahan, perang, sekaligus era keemasan seni bela diri Tiongkok.
My Brilliant Life merupakan film Korea Selatan rilisan 2014 yang dibintangi Song Hye-kyo dan Gang Dong-woon. Film ini digarap oleh E J-yong yang juga ikut menulis bersama Choi Min-seok dan Oh Hyo-jin berdasarkan novel My Palpitating Life (2011) karya Kim Ae-ran.
My Brilliant Life memenangkan Third Place Audience Award dalam the 17th Udine Far East Film Festival pada 2015. Dalam film ini, Song Hye-kyo berperan sebagai Choi Mi-ra yang menjadi istri dari Dae-soo (Gang Dong-won).
Dae-soo dan Mi-ra dikaruniai Ah-reum saat mereka berusia 17 tahun. Ah-reum kemudian didiagnosis menderita penyakit genetik langka progeria. Seiring Ah-reum menua, ia menjadi gemar menulis bagaimana kedua orang tuanya jatuh cinta semasa muda.
Rekomendasi Film Song Hye-kyo, Jadi Pelacur Terkenal
Dalam film ini, Song Hye-kyo berperan sebagai Hwang Jin Yi yang merupakan pelacur paling terkenal (gisaeng) dalam sejarah Korea. (dok. CJ Entertainment/Cine-2000 Film Production via IMDb)
3. The Crossing (2014 dan 2015)
The Crossing menjadi film China berikutnya yang dibintangi Song Hye-kyo. Film ini terbagi menjadi dua babak, yang pertama rilis pada 2014 dan yang kedua dirilis pada 2015.
Kedua film yang digarap oleh John Woo dan naskah yang ditulis Hui-Ling Wang ini juga terdiri dari dua genre yang berbeda, yakni drama romantis sejarah untuk bagian pertama dan kebencanaan untuk bagian kedua.
Dalam film ini, Song Hye-kyo berperan sebagai Zhou Yunfen, seorang perempuan kaya raya dan memiliki ketertarikan dengan Jenderal Lei.
Film ini berlatar pada akhir Perang Dunia II dan pada masa pertengahan Revolusi Tiongkok, tiga pasangan dari latar belakang dan kebangsaan yang berbeda kedapatan kabur dari Tiongkok ke Pulau Formosa.
A Reason to Live tayang perdana di Busan International Film Festival 2011. Film ini mengisahkan Song Hye-kyo sebagai seorang sutradara dokumenter bernama Da-hae.
Saat ulang tahun, Da-hae justru kehilangan tunangannya karena kecelakaan tabrak lari. Namun, ia mencoba memaafkan pelaku yang merupakan anak laki-laki berusia 15 tahun berdasarkan keyakinannya sebagai seorang Katolik.
Hwang Jin Yi merupakan salah satu film pertama Song Hye-kyo. Film ini dibuat oleh Chang Yoon-hyun berdasarkan novel pemenang penghargaan sastra, Hwangjini (2002) karya Hong Seuk-jung.
Dalam film ini, Song Hye-kyo berperan sebagai Hwang Jin Yi yang merupakan pelacur paling terkenal (gisaeng) dalam sejarah Korea.
Film ini mengisahkan meski terlahir sebagai putri keluarga bangsawan, Jin-yi menemukan rahasia di balik kelahirannya dan menjalani kehidupan di rumah bordil sebagai gisaeng.