Razman Soal Vadel Badjideh: Ada Something Wrong terkait Kejujuran
CNN Indonesia
Senin, 07 Apr 2025 11:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Razman Arif Nasution berdalih bahwa "sejak awal" sudah mau meninggalkan kasus Vadel Badjideh melawan Nikita Mirzani. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --
Razman Arif Nasution berdalih bahwa dirinya "sejak awal" sudah mau meninggalkan kasus Vadel Badjideh melawan Nikita Mirzani dalam dugaan persetubuhan dengan anak di bawah umur dan pemaksaan aborsi terhadap LM.
Dalam jumpa media yang digelar pada Minggu (6/4) di kawasan Pondok Labu Jakarta Selatan, Razman juga mengakui merasa ada yang tak beres dengan kejujuran Vadel.
"Saya sejak awal sudah mau meninggalkan mereka, tapi saya masih ada rasa dan hati," kata Razman. "Saya melihat ada something wrong terkait kejujuran seorang klien,"
Razman Arif Nasution sebelumnya ditunjuk oleh Vadel Badjideh sebagai kuasa hukumnya dan keluarga tersebut pada September 2024, saat Vadel dilaporkan oleh Nikita Mirzani terkait konflik dengan anaknya, LM.
Vadel mengumumkan hal tersebut dalam unggahan di media sosialnya pada 19 September 2024 bersamaan dengan foto dirinya bersama Razman dan keluarganya menunjukkan surat kuasa tersebut.
Namun seiring dengan drama perseteruan dengan Nikita Mirzani dan penyelidikan polisi selama berbulan-bulan, Vadel Badjideh ditetapkan sebagai tersangka pada Februari 2025 dan langsung ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan.
"Momentumnya sudah ada, tapi saya menunggu. Padahal anak dan keluarga sudah mendesak juga untuk mundur," kata Razman.
"Saya dihina-hina Nikita Mirzani sampai saling lapor. Bahkan LM kabur mencari saya dan terjadi pemukulan di Polres, itu karena Vadel juga," kata Razman.
"Citra keluarga itu saya bangun dengan baik, bahkan sampai saya mendapatkan hinaan," lanjutnya.
Razman merasa, segala usaha jungkir balik yang ia lakukan berbuah pil pahit saat mengetahui keluarga Badjideh mencabut dirinya sebagai kuasa hukum mereka pada April 2025.
Lanjut ke sebelah...
"Vadel dan kami, seluruh keluarga besar, mencabut surat kuasa atas Om Razman dan tim, terhitung tanggal 21 Maret 2025," kata Bintang di Polres Metro Jakarta Selatan, pada Selasa (1/4).
"Kami melihat di sini [Razman Arif Nasution] juga bukan memperjuangkan kepentingan Vadel, malah tetap sibuk memperkeruh masalah Vadel dan mencampuri urusan pribadi antara Om Razman dan NM," papar Bintang.
"Karena Om Razman dan tim juga sedang sibuk dengan urusan lain. Menurut kami, selama Vadel ditahan tidak ada tindakan yang nyata dan tidak ada perhatian khusus dari pihak pengacara terhadap Vadel," lanjutnya.
Razman menyebut pencabutan kuasa itu dilakukan secara sepihak tanpa sepengetahuannya. Pengacara yang dihukum pembekuan sumpah advokat oleh pengadilan tersebut mengingatkan keluarga tersebut untuk tak merendahkan dirinya.
"Saya kaget tiba-tiba Martin sudah menyampaikan surat untuk pencabutan laporan. Saya akan tabrak, saya akan ambil sikap, karena yang akan rugi itu Vadel," kata Razman.
Diberitakan detikHot, Razman juga menunjukkan ada klausul yang secara tegas dalam perjanjian awal yang menyebut melarang penyebarluasan isi dokumen atau pengumuman pencabutan ke media massa.
"Pernyataan tersebut di depan media, sesungguhnya telah melanggar kesepakatan yang telah dibuat dan itu juga telah dibuat dalam bentuk video," katanya.
"Pak Umar, Martin, Bintang, tolong tertib kalau tidak mau berurusan dengan saya. Kalau harga diri saya direndahkan, saya tidak segan untuk melawan." lanjutnya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Razman Arif Nasution berdalih bahwa dirinya "sejak awal" sudah mau meninggalkan kasus Vadel Badjideh melawan Nikita Mirzani dalam dugaan persetubuhan dengan anak di bawah umur dan pemaksaan aborsi terhadap LM.
Dalam jumpa media yang digelar pada Minggu (6/4) di kawasan Pondok Labu Jakarta Selatan, Razman juga mengakui merasa ada yang tak beres dengan kejujuran Vadel.
"Saya sejak awal sudah mau meninggalkan mereka, tapi saya masih ada rasa dan hati," kata Razman. "Saya melihat ada something wrong terkait kejujuran seorang klien,"
Razman Arif Nasution sebelumnya ditunjuk oleh Vadel Badjideh sebagai kuasa hukumnya dan keluarga tersebut pada September 2024, saat Vadel dilaporkan oleh Nikita Mirzani terkait konflik dengan anaknya, LM.
Vadel mengumumkan hal tersebut dalam unggahan di media sosialnya pada 19 September 2024 bersamaan dengan foto dirinya bersama Razman dan keluarganya menunjukkan surat kuasa tersebut.
Namun seiring dengan drama perseteruan dengan Nikita Mirzani dan penyelidikan polisi selama berbulan-bulan, Vadel Badjideh ditetapkan sebagai tersangka pada Februari 2025 dan langsung ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan.
"Momentumnya sudah ada, tapi saya menunggu. Padahal anak dan keluarga sudah mendesak juga untuk mundur," kata Razman.
"Saya dihina-hina Nikita Mirzani sampai saling lapor. Bahkan LM kabur mencari saya dan terjadi pemukulan di Polres, itu karena Vadel juga," kata Razman.
"Citra keluarga itu saya bangun dengan baik, bahkan sampai saya mendapatkan hinaan," lanjutnya.
Razman merasa, segala usaha jungkir balik yang ia lakukan berbuah pil pahit saat mengetahui keluarga Badjideh mencabut dirinya sebagai kuasa hukum mereka pada April 2025.
Lanjut ke sebelah...
Razman Beri Peringatan ke Keluarga Badjideh
Razman Arif Nasution berdalih bahwa "sejak awal" sudah mau meninggalkan kasus Vadel Badjideh melawan Nikita Mirzani. (Detikcom/Taufiq Syarifudin)
"Vadel dan kami, seluruh keluarga besar, mencabut surat kuasa atas Om Razman dan tim, terhitung tanggal 21 Maret 2025," kata Bintang di Polres Metro Jakarta Selatan, pada Selasa (1/4).
"Kami melihat di sini [Razman Arif Nasution] juga bukan memperjuangkan kepentingan Vadel, malah tetap sibuk memperkeruh masalah Vadel dan mencampuri urusan pribadi antara Om Razman dan NM," papar Bintang.
"Karena Om Razman dan tim juga sedang sibuk dengan urusan lain. Menurut kami, selama Vadel ditahan tidak ada tindakan yang nyata dan tidak ada perhatian khusus dari pihak pengacara terhadap Vadel," lanjutnya.
Razman menyebut pencabutan kuasa itu dilakukan secara sepihak tanpa sepengetahuannya. Pengacara yang dihukum pembekuan sumpah advokat oleh pengadilan tersebut mengingatkan keluarga tersebut untuk tak merendahkan dirinya.
"Saya kaget tiba-tiba Martin sudah menyampaikan surat untuk pencabutan laporan. Saya akan tabrak, saya akan ambil sikap, karena yang akan rugi itu Vadel," kata Razman.
Diberitakan detikHot, Razman juga menunjukkan ada klausul yang secara tegas dalam perjanjian awal yang menyebut melarang penyebarluasan isi dokumen atau pengumuman pencabutan ke media massa.
"Pernyataan tersebut di depan media, sesungguhnya telah melanggar kesepakatan yang telah dibuat dan itu juga telah dibuat dalam bentuk video," katanya.
"Pak Umar, Martin, Bintang, tolong tertib kalau tidak mau berurusan dengan saya. Kalau harga diri saya direndahkan, saya tidak segan untuk melawan." lanjutnya.