7 Proyek Indonesia ke Cannes 2025, Jumbo hingga Pangku
CNN Indonesia
Kamis, 15 Mei 2025 20:10 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Jumbo ikut berpartisipasi sebagai delegasi Indonesia yang akan memasarkan filmnya di Marché du Film. (Visinema Studios)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah proyek film Indonesia berangkat ke Cannes Film Festival 2025 yang diadakan di Cannes, Prancis, pada 13 hingga 24 Mei 2025. Proyek itu dikirim untuk berpartisipasi di berbagai program festival film bergengsi tersebut.
Sebagian besar proyek yang menjadi delegasi Indonesia itu akan mengikuti Cannes Film Market atau Marché du Film de Cannes, mulai dari Jumbo, Ikatan Darah, Pangku, Monster Pabrik Rambut, hingga proyek biopik Rose Pandanwangi.
Produser hingga sutradara film-film itu akan menjual proyek mereka di Cannes Film Market yang dikenal sebagai salah satu pasar film tertua dan terbesar di dunia. Mereka mencari kolaborator untuk pendanaan, pemasaran, atau distribusi proyek masing-masing.
Selain itu, ada pula Renoir yang merupakan produksi bersama Indonesia dengan Jepang, Prancis, Singapura, dan Filipina. Film itu bakal berkompetisi di program utama Cannes, Main Competition.
Berikut 7 proyek Indonesia yang menjadi delegasi di Cannes Film Festival 2025.
1. Renoir
Renoir akan tayang di Cannes Film Festival dalam program Main Competition. Film itu diproduksi KawanKawan Media bersama studio produksi dari Jepang, Prancis, Singapura, hingga Filipina.
Film garapan Chie Hayakawa itu dibintangi Yui Suzuki, Lily Franky, dan Hikari Izada sebagai pemeran utama.
Pangku yang mengusung judul internasional On Your Lap akan berkelana di Cannes Film Market untuk mencari calon mitra kolaborator. Film itu menjadi debut Reza Rahadian sebagai sutradara film panjang.
Pangku menampilkan Claresta Taufan, Fedi Nuril, dan Christine Hakim sebagai pemeran utama. Film itu berkutat tentang lika-liku hidup pelayan Kopi Pangku bernama Sartika.
3. Monster Pabrik Rambut
Edwin bersiap comeback melalui film horor terbaru arahannya berjudul Monster Pabrik Rambut. Namun, proyek itu akan lebih dulu dipasarkan di Marché du Film.
Monter Pabrik Rambut yang mempunyai judul internasional Sleep No More itu merupakan kolaborasi Palari Films dengan Singapura, Jepang, dan Jerman. Iqbaal Ramadhan, Rachel Amanda, dan Lutesha didapuk sebagai pemeran utama.
Jumbo ikut berpartisipasi sebagai delegasi Indonesia yang akan memasarkan filmnya di Marché du Film. Film itu akan bertemu calon mitra untuk memasarkan dan mendistribusikan film tersebut di negara lain.
Jumbo merupakan film animasi hit Indonesia yang sudah mencetak 9,6 juta penonton usai tayang lebih dari satu bulan di layar lebar. FIlm itu menjadi karya debut Ryan Adriandhy sebagai sutradara film panjang.
Proyek film laga Ikatan Darah dari rumah produksi Uwais Pictures milik Iko Uwais dipastikan bergabung dalam Marché du Film tahun ini. Sama seperti Jumbo, Ikatan Darah juga mencari mitra distribusi internasional.
Ikatan Darah disutradarai oleh Sidharta Tata, sementara Iko Uwais duduk sebagai produser. Film itu menampilkan Livi Ciananta Item, Derby Romero, Ismi Melinda, hingga Teuku Rifnu Wikana sebagai pemeran utama.
6. Biopik Rose Pandanwangi
Sutradara sekaligus produser Razka Robby Ertanto terpilih dalam program Producers Network di Marché du Film. Dalam program tersebut, ia akan memaparkan proyek biopik penyanyi seriosa legendaris Indonesia Rose Pandanwangi.
Proyek biopik yang belum memiliki judul itu bakal menampilkan Chelsea Islan sebagai sang legenda. Film ini sekaligus menjadi debut Chelsea Islan sebagai produser.
Cannes Film Festival 2025 turut menjadi ajang bagi properti intelektual (IP) komik Indonesia untuk berjualan di Cannes Film Market. Ada tiga IP yang akan berpartisipasi, mulai dari Bandits of Batavia, Locust, dan Jitu.
Ketiga IP komik itu akan masuk dalam program Spotlight Asia, menyusul rencana pengembangan untuk diadaptasi menjadi film layar lebar.
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah proyek film Indonesia berangkat ke Cannes Film Festival 2025 yang diadakan di Cannes, Prancis, pada 13 hingga 24 Mei 2025. Proyek itu dikirim untuk berpartisipasi di berbagai program festival film bergengsi tersebut.
Sebagian besar proyek yang menjadi delegasi Indonesia itu akan mengikuti Cannes Film Market atau Marché du Film de Cannes, mulai dari Jumbo, Ikatan Darah, Pangku, Monster Pabrik Rambut, hingga proyek biopik Rose Pandanwangi.
Produser hingga sutradara film-film itu akan menjual proyek mereka di Cannes Film Market yang dikenal sebagai salah satu pasar film tertua dan terbesar di dunia. Mereka mencari kolaborator untuk pendanaan, pemasaran, atau distribusi proyek masing-masing.
Selain itu, ada pula Renoir yang merupakan produksi bersama Indonesia dengan Jepang, Prancis, Singapura, dan Filipina. Film itu bakal berkompetisi di program utama Cannes, Main Competition.
Berikut 7 proyek Indonesia yang menjadi delegasi di Cannes Film Festival 2025.
1. Renoir
Renoir akan tayang di Cannes Film Festival dalam program Main Competition. Film itu diproduksi KawanKawan Media bersama studio produksi dari Jepang, Prancis, Singapura, hingga Filipina.
Film garapan Chie Hayakawa itu dibintangi Yui Suzuki, Lily Franky, dan Hikari Izada sebagai pemeran utama.
Pangku yang mengusung judul internasional On Your Lap akan berkelana di Cannes Film Market untuk mencari calon mitra kolaborator. Film itu menjadi debut Reza Rahadian sebagai sutradara film panjang.
Pangku menampilkan Claresta Taufan, Fedi Nuril, dan Christine Hakim sebagai pemeran utama. Film itu berkutat tentang lika-liku hidup pelayan Kopi Pangku bernama Sartika.
3. Monster Pabrik Rambut
Edwin bersiap comeback melalui film horor terbaru arahannya berjudul Monster Pabrik Rambut. Namun, proyek itu akan lebih dulu dipasarkan di Marché du Film.
Monter Pabrik Rambut yang mempunyai judul internasional Sleep No More itu merupakan kolaborasi Palari Films dengan Singapura, Jepang, dan Jerman. Iqbaal Ramadhan, Rachel Amanda, dan Lutesha didapuk sebagai pemeran utama.
Jumbo ikut berpartisipasi sebagai delegasi Indonesia yang akan memasarkan filmnya di Marché du Film. (Visinema Studios)
4. Jumbo
Jumbo ikut berpartisipasi sebagai delegasi Indonesia yang akan memasarkan filmnya di Marché du Film. Film itu akan bertemu calon mitra untuk memasarkan dan mendistribusikan film tersebut di negara lain.
Jumbo merupakan film animasi hit Indonesia yang sudah mencetak 9,6 juta penonton usai tayang lebih dari satu bulan di layar lebar. FIlm itu menjadi karya debut Ryan Adriandhy sebagai sutradara film panjang.
Proyek film laga Ikatan Darah dari rumah produksi Uwais Pictures milik Iko Uwais dipastikan bergabung dalam Marché du Film tahun ini. Sama seperti Jumbo, Ikatan Darah juga mencari mitra distribusi internasional.
Ikatan Darah disutradarai oleh Sidharta Tata, sementara Iko Uwais duduk sebagai produser. Film itu menampilkan Livi Ciananta Item, Derby Romero, Ismi Melinda, hingga Teuku Rifnu Wikana sebagai pemeran utama.
6. Biopik Rose Pandanwangi
Sutradara sekaligus produser Razka Robby Ertanto terpilih dalam program Producers Network di Marché du Film. Dalam program tersebut, ia akan memaparkan proyek biopik penyanyi seriosa legendaris Indonesia Rose Pandanwangi.
Proyek biopik yang belum memiliki judul itu bakal menampilkan Chelsea Islan sebagai sang legenda. Film ini sekaligus menjadi debut Chelsea Islan sebagai produser.
Cannes Film Festival 2025 turut menjadi ajang bagi properti intelektual (IP) komik Indonesia untuk berjualan di Cannes Film Market. Ada tiga IP yang akan berpartisipasi, mulai dari Bandits of Batavia, Locust, dan Jitu.
Ketiga IP komik itu akan masuk dalam program Spotlight Asia, menyusul rencana pengembangan untuk diadaptasi menjadi film layar lebar.