Harry dan Meghan Markle PHK Pegawai Demi Efisiensi
Namun Harry dan Meghan sudah lama dikenal bukan orang yang mudah diajak kerja sama. Sudah banyak rumor pegawai yang cabut karena gerah dengan kebijakan atau perlakuan dari Harry juga Meghan.
"Ini sebenarnya cerita lama, mereka mengganti staf sangat cepat. Susu bahkan bisa bertahan lebih lama dibanding staf mereka," kata sumber Page Six.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harry disebut sangat terpengaruh dengan pemberitaan media soal istrinya, Meghan Markle, yang lebih banyak memberitakan hal negatif dan nyinyir. Demi melindungi istrinya, Harry menekan stafnya untuk membuat artikel tandingan atau yang bernuansa positif soal Meghan di media-media.
Bukan hanya itu, Harry dan Meghan juga dikenal kerap tak konsisten dalam membuat keputusan. Hal ini membuat stafnya sering kebingungan, terutama menghadapi rumor yang seliweran dari berbagai media besar.
"Meghan suka meremehkan orang, dia tidak menerima nasihat. Mereka berdua adalah pembuat keputusan yang buruk, mereka sering berubah pikiran," kata mantan pegawainya.
"Harry adalah orang yang sangat, sangat menawan - tidak pernah berpura-pura - serta dia sangat bisa diandalkan. Sementara Meghan benar-benar mengerikan. Semua orang takut dengan Meghan."
Di sisi lain, Harry juga disebut tengah berupaya keras untuk bisa kembali rujuk dengan keluarganya, terutama dengan ayahnya yang kini sakit keras, Raja Charles III.
Namun berbagai tindakan Harry mempermalukan keluarga dengan membongkar aib mereka atas nama buku memoar yang ditambah kekesalan Pangeran William akan Harry dan Meghan Markle, menjadi penghalang besar atas mimpi rekonsiliasi tersebut.
[Gambas:Video CNN]
Pangeran Harry dan Meghan Markle disebut mesti melakukan lay off atau pengurangan pada staf mereka dalam rangka efisiensi. Staf yang terdampak disebut adalah kantor komunikasi dan yayasan mereka, Archewell Foundation.
Page Six menyebut pengurangan staf itu menambah panjang pegawai yang cabut dari Harry dan Meghan karena tidak betah. Kini, pegawai mereka yang cabut dan kena pangkas sejak 2020 sudah berjumlah setidaknya 25 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut laporan Page Six pada Sabtu (5/7), efisiensi ini disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah keputusan Netflix untuk mengubah aturan kontrak terhadap pasangan Sussex.
Netflix sebelumnya disebut punya kesepakatan dengan the Sussexes sebesar US$100 juta yang kemudian sudah diwujudkan dengan beberapa program, seperti dokumenter Harry & Meghan dan acara masak-masak With Love Meghan yang jadi pembahasan.
Namun program lainnya kurang mendapat perhatian publik, seperti Heart of Invictus dan Polo. Maka dari itu, perusahaan streaming tersebut kini memilih untuk memperpanjang kontrak berdasarkan konten, bukan lagi gelondongan seperti semua.
Dengan sistem tersebut, yang memungkinkan Netflix akan meninjau lebih dulu, membuat perusahaan tersebut bisa membayar pasangan ini lebih murah.
Page Six menyebut perubahan itu menjadi bahan pusing baru bagi Harry dan Meghan yang memiliki pengeluaran begitu besar, mulai dari biaya dan pajak rumah sampai ratusan ribu hingga jutaan dolar, perjalanan dinas ala-ala, dan gaji pegawai.
Sejauh ini, Harry dan Meghan sudah melepas staf yang pekerja keras, wakil sekretaris pers di Los Angeles, direktur komunikasi wilayah Eropa untuk pasangan tersebut, direktur komunikasi Archewell, manajer sosial dan asisten pribadi Meghan.
Dengan situasi tersebut, seorang pakar industri menilai akan lebih murah menyewa agensi public relation dibanding punya staf sendiri secara penuh.
Lanjut ke sebelah...
Masih Lebih Awet Susu Dibanding Staf Meghan
Pangeran Harry dan Meghan Markle disebut mesti melakukan lay off atau pengurangan pada staf mereka dalam rangka efisiensi. (AFP/MARC GIDDINGS)
Namun Harry dan Meghan sudah lama dikenal bukan orang yang mudah diajak kerja sama. Sudah banyak rumor pegawai yang cabut karena gerah dengan kebijakan atau perlakuan dari Harry juga Meghan.
"Ini sebenarnya cerita lama, mereka mengganti staf sangat cepat. Susu bahkan bisa bertahan lebih lama dibanding staf mereka," kata sumber Page Six.
Harry disebut sangat terpengaruh dengan pemberitaan media soal istrinya, Meghan Markle, yang lebih banyak memberitakan hal negatif dan nyinyir. Demi melindungi istrinya, Harry menekan stafnya untuk membuat artikel tandingan atau yang bernuansa positif soal Meghan di media-media.
Bukan hanya itu, Harry dan Meghan juga dikenal kerap tak konsisten dalam membuat keputusan. Hal ini membuat stafnya sering kebingungan, terutama menghadapi rumor yang seliweran dari berbagai media besar.
"Meghan suka meremehkan orang, dia tidak menerima nasihat. Mereka berdua adalah pembuat keputusan yang buruk, mereka sering berubah pikiran," kata mantan pegawainya.
"Harry adalah orang yang sangat, sangat menawan - tidak pernah berpura-pura - serta dia sangat bisa diandalkan. Sementara Meghan benar-benar mengerikan. Semua orang takut dengan Meghan."
Di sisi lain, Harry juga disebut tengah berupaya keras untuk bisa kembali rujuk dengan keluarganya, terutama dengan ayahnya yang kini sakit keras, Raja Charles III.
Namun berbagai tindakan Harry mempermalukan keluarga dengan membongkar aib mereka atas nama buku memoar yang ditambah kekesalan Pangeran William akan Harry dan Meghan Markle, menjadi penghalang besar atas mimpi rekonsiliasi tersebut.

