RM BTS Desak Pemimpin Dunia Dukung Industri Kreatif di APEC CEO Summit
CNN Indonesia
Kamis, 30 Okt 2025 08:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Berikut isi pidato RM BTS di KTT CEO APEC 2025 pada 29 Oktober di Gyeongju, Korea Selatan. (AFP/Anthony Wallace)
Jakarta, CNN Indonesia --
RMBTS berpidato di APEC CEO Summit pada Rabu (29/10). Dalam pidato itu, ia membahas perjalanan pribadinya, kebangkitan global K-pop, dan seruan kepada para pembuat kebijakan untuk berinvestasi pada seni dan seniman.
Pria bernama asli Kim Nam-joon ini memulai pidatonya dengan merefleksikan perjuangan awal BTS untuk mendapatkan pengakuan di luar Korea.
"BTS pertama kali mulai merambah ke luar Korea sekitar 10 tahun yang lalu," ujar Kim Nam-joon seperti diberitakan Korea Times pada Rabu (29/10). "Dan saat itu, kami tidak membayangkan apa yang kami lihat sekarang."
Ia kemudian menceritakan hambatan budaya yang berat yang dihadapi grup tersebut ketika mencoba membawa musik berbahasa Korea mereka ke dunia berbahasa Inggris.
"Mencoba masuk ke media arus utama melalui musik kami seperti melakukan eksperimen dan tantangan besar. Itu adalah ujian untuk melihat apakah musik dalam bahasa Korea dapat diterima di panggung global," ujarnya.
"Ketika kami mengaku sebagai artis Korea, mereka tidak bertanya tentang musik kami. Mereka bertanya, 'Apakah kalian dari Korea Utara atau Korea Selatan?' 'Di mana letak Korea?'"
Namun, setelah melalui perjuangan, BTS dan penggemar yang dikenal sebagai ARMY, menemukan sumber kekuatan yang tak terduga, yakni solidaritas.
"ARMY adalah kekuatan yang meruntuhkan batasan-batasan tersebut. Mereka menggunakan musik kami sebagai media untuk melakukan percakapan lintas batas dan bahasa, bahkan saat ini, mereka melintasi batas dan meruntuhkan batasan melalui kekuatan solidaritas budaya yang murni."
Ia menyebut solidaritas inilah yang menjadikan K-pop lebih dari sekadar genre. RM kemudian menganalogikan Kpop dengan bibimbap, nasi yang memiliki begitu banyak topping atau sajian lainnya di atasnya.
RM menggambarkan genre ini sebagai perpaduan estetika dan emosi Korea dengan elemen global seperti hip-hop dan EDM, yang masing-masing unsurnya mempertahankan cita rasa khasnya sambil menciptakan sesuatu yang "baru, segar, dan menyenangkan."
"[K-pop] adalah paket lengkap 360 derajat yang terdiri dari musik, pertunjukan tari, gaya visual, penceritaan, video musik, dan bahkan media sosial."
"Kesuksesan K-pop tidak terjadi karena satu budaya saja lebih baik. Kesuksesan K-pop berasal dari menghormati keberagaman dan merangkul budaya dunia, tetapi tetap berpegang teguh pada identitas unik Korea."
Lanjut ke sebelah...
Peran budaya dalam diplomasi
RM menggunakan fondasi tersebut untuk beralih ke pesan yang lebih universal tentang peran budaya dalam diplomasi dan pembangunan.
"Budaya itu seperti sungai," ujarnya. "Ia mengalir bebas, dengan beragam aliran, terkadang menyatu dalam harmoni, seperti K-pop ... Kawasan Asia-Pasifik memiliki keragaman budaya yang luar biasa dinamis."
"Kesuksesan gemilang K-pop adalah bukti bahwa keragaman budaya dan kreativitas adalah potensi manusia terbesar - sebuah kekuatan tanpa batas, tanpa batas untuk berkembang."
Dalam pidatonya, RM BTS juga menantang para pemimpin APEC untuk mengenali potensi kreatif ini bukan sebagai sektor pinggiran, melainkan sebagai mesin inti inovasi dan persatuan.
"Ada kreator di seluruh dunia. Tolong bantu mereka. Beri mereka dukungan finansial agar kreativitas mereka dapat berkembang. Beri mereka kesempatan agar bakat mereka dapat benar-benar bersinar."
Seniman tersebut juga mengemukakan argumen bahwa berinvestasi dalam budaya bukan sekadar kebijakan yang menyenangkan, melainkan sebuah keharusan strategis.
"Budaya dan seni adalah kekuatan dahsyat yang menggerakkan hati. Keduanya adalah pembawa pesan tercepat yang membawa keragaman dan resonansi ... Kebijakan dan dukungan Anda akan menjadi kanvas dan taman bermain bagi semua kreator."
Sebelum mengakhiri pidato, leader BTS tersebut turut mengemukakan janji di hadapan para pemimpin APEC. Ia berjanji akan melakukan bagiannya dalam bermusik dengan lebih baik lagi.
"Saya akan melakukan bagian saya dengan sepenuh hati dari lingkungan yang kalian buat bagi kami," ucap RM BTS.
"Saya berjanji akan melakukan bagian saya dengan mengirimkan pesan penuh keberanian, harapan, dan segudang emosi melalui musik, sebuah pesan untuk merangkul perbedaan kita demi menciptakan sesuatu yang lebih baik bersama."
Jakarta, CNN Indonesia --
RMBTS berpidato di APEC CEO Summit pada Rabu (29/10). Dalam pidato itu, ia membahas perjalanan pribadinya, kebangkitan global K-pop, dan seruan kepada para pembuat kebijakan untuk berinvestasi pada seni dan seniman.
Pria bernama asli Kim Nam-joon ini memulai pidatonya dengan merefleksikan perjuangan awal BTS untuk mendapatkan pengakuan di luar Korea.
"BTS pertama kali mulai merambah ke luar Korea sekitar 10 tahun yang lalu," ujar Kim Nam-joon seperti diberitakan Korea Times pada Rabu (29/10). "Dan saat itu, kami tidak membayangkan apa yang kami lihat sekarang."
Ia kemudian menceritakan hambatan budaya yang berat yang dihadapi grup tersebut ketika mencoba membawa musik berbahasa Korea mereka ke dunia berbahasa Inggris.
"Mencoba masuk ke media arus utama melalui musik kami seperti melakukan eksperimen dan tantangan besar. Itu adalah ujian untuk melihat apakah musik dalam bahasa Korea dapat diterima di panggung global," ujarnya.
"Ketika kami mengaku sebagai artis Korea, mereka tidak bertanya tentang musik kami. Mereka bertanya, 'Apakah kalian dari Korea Utara atau Korea Selatan?' 'Di mana letak Korea?'"
Namun, setelah melalui perjuangan, BTS dan penggemar yang dikenal sebagai ARMY, menemukan sumber kekuatan yang tak terduga, yakni solidaritas.
"ARMY adalah kekuatan yang meruntuhkan batasan-batasan tersebut. Mereka menggunakan musik kami sebagai media untuk melakukan percakapan lintas batas dan bahasa, bahkan saat ini, mereka melintasi batas dan meruntuhkan batasan melalui kekuatan solidaritas budaya yang murni."
Ia menyebut solidaritas inilah yang menjadikan K-pop lebih dari sekadar genre. RM kemudian menganalogikan Kpop dengan bibimbap, nasi yang memiliki begitu banyak topping atau sajian lainnya di atasnya.
RM menggambarkan genre ini sebagai perpaduan estetika dan emosi Korea dengan elemen global seperti hip-hop dan EDM, yang masing-masing unsurnya mempertahankan cita rasa khasnya sambil menciptakan sesuatu yang "baru, segar, dan menyenangkan."
"[K-pop] adalah paket lengkap 360 derajat yang terdiri dari musik, pertunjukan tari, gaya visual, penceritaan, video musik, dan bahkan media sosial."
"Kesuksesan K-pop tidak terjadi karena satu budaya saja lebih baik. Kesuksesan K-pop berasal dari menghormati keberagaman dan merangkul budaya dunia, tetapi tetap berpegang teguh pada identitas unik Korea."
Lanjut ke sebelah...
RM BTS Pidato di APEC CEO Summit 2025
Berikut isi pidato RM BTS di KTT CEO APEC 2025 pada 29 Oktober di Gyeongju, Korea Selatan. (AFP/Anthony Wallace)
Peran budaya dalam diplomasi
RM menggunakan fondasi tersebut untuk beralih ke pesan yang lebih universal tentang peran budaya dalam diplomasi dan pembangunan.
"Budaya itu seperti sungai," ujarnya. "Ia mengalir bebas, dengan beragam aliran, terkadang menyatu dalam harmoni, seperti K-pop ... Kawasan Asia-Pasifik memiliki keragaman budaya yang luar biasa dinamis."
"Kesuksesan gemilang K-pop adalah bukti bahwa keragaman budaya dan kreativitas adalah potensi manusia terbesar - sebuah kekuatan tanpa batas, tanpa batas untuk berkembang."
Dalam pidatonya, RM BTS juga menantang para pemimpin APEC untuk mengenali potensi kreatif ini bukan sebagai sektor pinggiran, melainkan sebagai mesin inti inovasi dan persatuan.
"Ada kreator di seluruh dunia. Tolong bantu mereka. Beri mereka dukungan finansial agar kreativitas mereka dapat berkembang. Beri mereka kesempatan agar bakat mereka dapat benar-benar bersinar."
Seniman tersebut juga mengemukakan argumen bahwa berinvestasi dalam budaya bukan sekadar kebijakan yang menyenangkan, melainkan sebuah keharusan strategis.
"Budaya dan seni adalah kekuatan dahsyat yang menggerakkan hati. Keduanya adalah pembawa pesan tercepat yang membawa keragaman dan resonansi ... Kebijakan dan dukungan Anda akan menjadi kanvas dan taman bermain bagi semua kreator."
Sebelum mengakhiri pidato, leader BTS tersebut turut mengemukakan janji di hadapan para pemimpin APEC. Ia berjanji akan melakukan bagiannya dalam bermusik dengan lebih baik lagi.
"Saya akan melakukan bagian saya dengan sepenuh hati dari lingkungan yang kalian buat bagi kami," ucap RM BTS.
"Saya berjanji akan melakukan bagian saya dengan mengirimkan pesan penuh keberanian, harapan, dan segudang emosi melalui musik, sebuah pesan untuk merangkul perbedaan kita demi menciptakan sesuatu yang lebih baik bersama."