Bioskop akan diramaikan banyak film Indonesia tahun ini, mulai dari animasi bertema nasionalis hingga ekspansi jagat sinema horor akan tayang di layar lebar sepanjang 2026.
Tak hanya mengandalkan visual, jajaran sutradara papan atas, seperti Hanung Bramantyo, Joko Anwar, hingga Kamila Andini siap memamerkan karya pengarahan terbaru mereka tahun ini.
Lihat Juga :![]() KALEIDOSKOP 2025 Film-film Terbaik 2025 versi CNNIndonesia.com |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada pula garapan terbaru dari Bene Dion yang kembali ke belakang kamera setelah Ngeri Ngeri Sedap (2022) dan Ganjil Genap (2023).
Meski sebagian besar film-film tersebut belum mengumumkan detail jadwal tayang, mereka sudah dipastikan rilis di bioskop tahun ini.
Children of Heaven merupakan hasil adaptasi film klasik Iran karya Majid Majidi. Film itu berpusat pada dua saudara, Ali (Jared Ali) dan Zahra (Humaira Jahra) yang hidup dalam kemiskinan.
Mereka selalu berjuang menjalani keseharian mereka di pinggiran Semarang. Hingga pada suatu hari, ibu mereka meminta Ali memperbaiki sepatu Zahra yang rusak ke tukang sol.
Namun, sepatu yang ia simpan di pinggir jalan tiba-tiba hilang dibawa pemulung. Tak ingin membuat ibunya kecewa, mereka bergantian memakai satu pasang sepatu.
Film ini disutradarai Hanung Bramantyo dan diproduseri Manoj Punjabi dibawah MD Pictures. Naskah adaptasi film ini ditulis Oka Aurora dan Hanan Novianti.
Badut Gendong akan menjadi hasil ekspansi Jagat Sinema Qodrat. Spin-off Qodrat ini disutradarai oleh Charles Gozali. Film tersebut mengambil sudut pandang yang berlawanan dari Ustaz Qodrat, yaitu sudut pandang antagonis.
Film horor itu mengikuti kisah dua seniman jalanan yang mengalami tragedi kejam yang kemudian membangkitkan kekuatan jahat yang berakar pada ritual, cerita rakyat, dan dendam.
Film horor komedi ini merupakan proyek terbaru Come and See Pictures yang digarap oleh Joko Anwar dan Tina Hasibuan. Film tersebut telah melalui proses riset intensif selama enam tahun, sejak 2018-2024.
Ghost in the Cell menceritakan empat narapidana yang menghadapi kejadian mistis di Lapas Labuan Angsana. Dalam situasi seram, mereka terpaksa bekerja sama mengungkap kebenaran di balik fenomena gaib yang menghantui sel mereka.
Na Willa merupakan adaptasi novel bertajuk sama karya Reda Gaudiamo. Film itu akan menjadi proyek terbaru kreator Jumbo, Ryan Adriandhy, sebagai sutradara dan penulis naskah untuk film tersebut.
Film tersebut berlatar di Surabaya pada dekade '60-70an dan mengisahkan kehidupan sehari-hari seorang gadis kecil bernama Na Willa yang penuh warna, keluarga, rasa ingin tahu, dan keajaiban.
Film ini dijadwalkan tayang Lebaran 2026.
Lanjut ke sebelah...