Doktif Siap Bongkar Borok Richard Lee di Persidangan

CNN Indonesia
Rabu, 07 Jan 2026 14:30 WIB
Perseteruan antara Dokter Detektif alias Doktif dengan Richard Lee makin panas.
Perseteruan antara Dokter Detektif alias Doktif dengan Richard Lee makin panas. (CNN Indonesia/Gisella/Screenshot dari Instagram @dr.richard_lee )
Jakarta, CNN Indonesia --

Perseteruan antara Dokter Detektif alias Doktif dengan Richard Lee makin panas. Doktif mengaku dirinya siap membongkar seluruh borok Richard Lee di depan Majelis Hakim.

Hal itu dinyatakan perempuan bernama asli Samira Farahnaz tersebut dalam konferensi pers di Jakarta Selatan pada Rabu (7/1), sehari setelah Richard Lee diketahui sudah ditetapkan sebagai tersangka atas laporan Doktif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Doktif tidak takut, Doktif tunggu sampai tahap P21 dan persidangan untuk membongkar semuanya," kata Doktif. "Jangan cuma berani bicara di medsos. Doktif memberikan informasi fakta, bukan kebohongan. Kita lihat saja nanti di persidangan."

Richard Lee ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian pada 15 Desember 2025, atas dugaan melakukan pelanggaran di bidang kesehatan dan perlindungan konsumen yang dilaporkan oleh Doktif pada Desember 2024 dengan nomor registrasi LP/B/7317/XII/2024/SPKT.

Atas tindakan Doktif, Richard Lee sempat membalas dengan melaporkan balik atas dugaan pencemaran nama baik pada Februari 2025, yang juga membuat Doktif jadi tersangka pada 12 Desember 2025.

Temuan Doktif

Di hadapan awak media, Doktif kembali mengisahkan awal mula perseteruannya dengan Richard, yang merupakan hasil dari temuannya kala mengunjungi Klinik Athena milik Richard di Palembang. Doktif mengklaim kala berkunjung, tidak dalam kondisi menyamar.

Doktif menyoroti produk Mini Stem Cell seharga belasan juta rupiah yang ditawarkan klinik tersebut. Saat Doktif berkunjung, tenaga medis di lokasi akhirnya mengakui bahwa produk itu bukanlah stem cell murni melainkan secretome.

Sejak Oktober hingga November 2024, Doktif menemukan produk White Tomato milik Richard nyatanya tanpa kandungan tomat putih, kemasan DNA Salmon tidak steril, hingga produk Miss V Stem Cellyang diduga merupakan hasil kemas ulang merek lain.

"Selama 19 tahun di dunia kecantikan, Doktif tahu stem cell itu harganya ratusan juta. Tapi di klinik dia, dia menjual Mini Stem Cell seharga Rp15 juta. Ini diduga penipuan kepada konsumen," ujar Doktif.

Ia juga menyoroti tidak adanya papan Surat Izin Praktik (SIP) yang dipasang di area publik klinik tersebut, sebagaimana diatur dalam regulasi Kementerian Kesehatan. Ia menepis dalih pihak DRL yang menyebut SIP dipasang di lantai dua.

Selain itu, Doktif juga menyinggung soal penggunaan logo halal palsu dalam produk minuman yang dijual Richard. Doktif menyebut logo yang dipakai di produk yang dipasarkan belum terdaftar secara resmi di BPJPH.

Selain itu, ia menemukan indikasi penggunaan satu nomor notifikasi (NA) BPOM yang sama untuk dua jenis produk berbeda, yang diduga untuk menyamarkan produk yang belum memiliki izin edar.

Plat bodong dan status gelar akademik

Selain urusan medis, Doktif menduga ada mobil mewah Rolls-Royce dengan plat nomor D 1533 QGK milik Richard Lee tidak terdaftar secara resmi, dan digunakan bertahun-tahun untuk menghindari pajak.

"Doktif minta pemerintah bersikap adil. Pajak mobil tersebut ratusan juta, kenapa dilepaskan? Sementara rakyat kecil yang pajak mobilnya Rp1 jutaan tetap harus bayar," kata Doktif.

Kredibilitas akademik Richard Lee juga tak luput dari sasaran Doktif. Ia mempertanyakan gelar PhD yang diraih Richard Lee dalam waktu satu tahun, yang dinilai tidak wajar dibandingkan durasi pendidikan doktoral pada umumnya.

"Saat gelar perkara di Mabes, dia tidak menggunakan gelar PhD-nya, mungkin takut dirundung Doktif karena dia tidak akan bisa mempertanggungjawabkannya," ujar Doktif.

(gis/end)


[Gambas:Video CNN]