Trump Ngaku Terima Surat P Diddy, Pilih Bodo Amat

CNN Indonesia
Jumat, 09 Jan 2026 14:29 WIB
Donald Trump mengaku mendapatkan surat permohonan pengampunan P Diddy, tapi memilih tidak menindaklanjutinya.
Donald Trump mengaku mendapatkan surat permohonan pengampunan P Diddy, tapi memilih tidak menindaklanjutinya. (AFP/Andrew Caballero-Reynolds)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden AS Donald Trump mengaku mendapatkan surat dari Sean 'Diddy' Combs untuk meminta pengampunan. Namun, Trump mengaku tak menggubris surat dari musisi yang kini dikurung di penjara federal AS.

Hal tersebut disampaikan Trump dalam wawancara terbaru dengan New York Times, seperti dikutip dari Variety pada Kamis (8/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Combs telah meminta pengampunan kepada saya," kata Trump sembari menambahkan bahwa permintaan itu datang "melalui surat."

Dia kemudian menawarkan untuk menunjukkan surat itu kepada wartawan tetapi tidak menindaklanjutinya, tetapi mengatakan bahwa dia tidak mempertimbangkan permintaan pengampunan tersebut.

Beberapa sumber yang dekat dan tahu dengan situasi itu sebelumnya mengungkapkan permohonan resmi diajukan ke Trump, P Diddy secara personal juga sudah pernah meminta Trump untuk memberikan pengampunan.

[Gambas:Video CNN]

Namun, pemberitaan New York Times menjadi yang pertama mengonfirmasi langsung dari Trump mengenai permohonan pengampunan.

P Diddy kini menjalani hukuman 50 bulan penjara atas perkara prostitusi.

Terlepas dari kontroversi dan kecaman publik yang luas seputar tuduhan dan dugaan terhadap P Diddy, permintaannya bukan hal yang mustahil.

Hal itu berkaca pada pengampunan presiden terhadap semua peserta yang dihukum dalam serangan 6 Januari 2021 di Gedung Capitol AS.

Begitu pula dengan mantan presiden Honduras Orlando Hernandez yang dihukum 45 tahun penjara pada Juni 2024 setelah juri federal AS menghukumnya karena berkonspirasi mengimpor kokain ke AS dan pelanggaran senjata api.

Trump dan P Diddy saling mengenal sebelum Trump memulai pencalonan pertamanya sebagai presiden pada 2015, tetapi Trump telah mengisyaratkan bahwa hubungan mereka telah memburuk.

"Saya sangat bersahabat dengannya. Saya akrab dengannya, dan dia tampak seperti orang yang baik," kata Trump kepada Newsmax pada 2025

"Saya tidak mengenalnya dengan baik. Tetapi ketika saya mencalonkan diri, dia sangat bermusuhan."

Pada Oktober 2025, "Saya memanggilnya Puff Daddy. Dia telah meminta pengampunan kepada saya."

"Ketika Anda mengenal seseorang dan Anda baik-baik saja, lalu Anda mencalonkan diri dan dia membuat beberapa pernyataan yang mengerikan... jadi saya tidak tahu... itu membuatnya lebih sulit untuk dilakukan."

Selama upaya pertama Trump yang gagal untuk terpilih kembali pada 2020, P Diddu menyerukan agar dia dicopot dari jabatannya dan mengatakan, "pria kulit putih seperti Trump perlu diasingkan."

(chri)