Aurelie Moeremans Blak-blakan soal Broken Strings: Bagian Penyembuhan
Aurelie Moeremans blak-blakan mengenai keputusannya bersuara menjadi child grooming melalui Broken Strings. Ia mengaku maju mundur dan tidak mudah untuk akhirnya mengungkapkan itu semua.
Menurutnya, semua memerlukan proses terutama dalam menghadapi luka yang timbul akibat mengingat peristiwa-peristiwa tersebut.
"Mengingat detail-detail itu tidak mudah dan cukup menyakitkan, tapi justru proses itu menjadi bagian dari penyembuhan," kata Aurelie Moeremans seperti diberitakan detikcom, Senin (12/1).
Setelah bukunya selesai dan dipublikasikan digital beberapa waktu lalu, Aurelie menyatakan tidak menyesal bahkan menilai keputusannya tepat untuk menyuarakan kisahnya.
"Tidak (menyesal). Justru sebaliknya. Meski prosesnya berat, respons yang datang membuatku yakin keputusan ini tepat," ucapnya.
"Banyak orang merasa terbantu dan tidak sendirian, dan itu membuat semua rasa sakitnya terasa berarti," ungkap Aurelie Moeremans.
Perasaan serupa ia sampaikan lewat unggahan di media sosial. Ia merasa bersyukur melihat respons dari warganet dan pembaca terhadap situasinya. Menurutnya, masyarakat kini lebih memahami dan tak lagi banyak menghakimi korban.
"Waktu aku masih sangat muda dan pertama kali coba speak up, respons masyarakat jauh berbeda dengan sekarang. Dulu, suara korban sering tenggelam, disalahkan atau dipelintir. Banyak hal penting justru luput dari perhatian," tuturnya.
"Hari ini, aku melihat perubahan itu. Lebih banyak kesadaran tentang grooming. Lebih paham soal relasi kuasa. Lebih banyak empati, lebih sedikit penghakiman."
CNNIndonesia.com telah meminta izin kepada Aurelie Moeremans untuk mengutip unggahan itu.
Dalam Broken Strings, Aurelie mengisahkan pengalaman diduga menjadi korban grooming pada usia 15 tahun oleh seorang pria.
Pria itu disebut Aurelie berusia hampir dua kali usianya. Dalam buku itu pula, Aurelie mengaku menjadi korban manipulasi, kontrol dari pelaku tersebut dan kemudian secara perlahan menyelamatkan dirinya.
Aurelie juga menggambarkan secara eksplisit berbagai tindak kekerasan yang dilakukan oleh pelaku. Cerita itulah yang kemudian menyeret nama musisi Roby Tremoti yang diketahui adalah mantan kekasih Aurelie.
Insertlive menyebut, Roby Tremoti sempat dikabarkan menikah dengan Aurelie Moeremans pada 2011. Pernikahan itu terjadi saat Aurelie berusia 18 tahun, tapi tanpa dihadiri orang tua dan tak pernah dicatat negara.
Dalam unggahan di media sosial pada 2020, Aurelie mengatakan bahwa pernikahan itu didasari dengan rasa terpaksa. Bahkan Aurelie mengaku kala itu dirinya kerap mendapatkan ancaman bila meninggalkan pria tersebut.
Roby sendiri mengunggah di media sosialnya pada Jumat (9/1) bahwa dirinya mendapatkan banyak "komentar-komentar fitnah yang super liar". Ia menduga semua itu dibuat untuk menjatuhkan reputasinya.
(chri)