Mark Ruffalo Murka Trump Bela Agen ICE Tembak Warga: Manusia Rendahan!
Mark Ruffalo 'merujak' Donald Trump menyusul keputusan Presiden AS tersebut membela penembakan warga sipil oleh agen ICE beberapa waktu lalu. Ia menilai AS dalam ancaman besar jika memiliki pemimpin cacat moral seperti Trump.
Trump sebelumnya menyatakan penembakan yang menewaskan Renee Nicole Good oleh agen ICE adalah tindakan membela diri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia adalah manusia terburuk. Jika kita mengandalkan moralitas orang ini atas negara terkuat di dunia, maka kita semua berada dalam masalah besar," kata Mark Ruffalo kepada USA Today seperti dikutip dari Variety, Senin (12/1).
"Dia adalah seorang narapidana yang telah dihukum," ia menegaskan
"Kita dalam perang dengan Venezuela yang kita duduki secara ilegal. Trump memberi tahu kepada dunia bahwa hukum internasional tidak berpengaruh untuknya. Satu-satunya yang penting bagi dia adalah moralitasnya sendiri."
Kritik tegas itu disampaikan Ruffalo ketika menghadiri Golden Globes Awards 2026 pada Minggu (11/1). Ia hadir sebagai nominee Best Actor kategori drama.
Sebagai bentuk penghormatan bagi Renee Good Ruffalo mengenakan pin bertuliskan Be Good. Ia tidak sendirian, sejumlah selebriti, seperti Jean Smart, Natasha Lyonne, dan Wanda Sykes juga mengenakan pin serupa dalam aksi yang dikoordinasikan oleh ACLU.
"Jadi ini saya persembahkan untuk [Renee]. Ini untuk orang-orang di Amerika Serikat yang hari ini hidup dalam teror dan ketakutan. Saya mencintai negara ini, dan apa yang saya lihat terjadi sekarang bukanlah Amerika," kata Ruffalo.
Ruffalo mengaku sulit bersikap formal di tengah situasi negara yang mencekam. Ia mengaku meskipun datang untuk merayakan pencapaiannya, hati nurani dan rasa tanggung jawab moralnya, membuat ia harus bersuara secara politik.
"Saya ingin datang ke sini untuk merayakan. Tetapi pada saat yang sama, ini sudah tidak normal lagi, jadi saya tidak tahu bagaimana bisa diam. Saya merasa agak muak, jadi sulit bagi saya untuk berpura-pura sekarang," ungkap Ruffalo.
Kemarahan publik ini berakar dari insiden yang terjadi pada Rabu (7/1). Renee Nicole Good (37) tewas setelah ditembak agen imigrasi (ICE) di Minneapolis.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, Mobil SUV yang dikendarai Good tampak menghalangi kendaraan petugas tak bertanda di jalan bersalju.
Petugas mendekat dan mencoba membuka pintu mobil saat Good berusaha melaju.
Ketika kendaraannya mulai bergerak menjauh, seorang agen melepaskan tiga tembakan ke arah Good yang menyebabkan perempuan tersebut tewas di rumah sakit.
Donald Trump memicu kemarahan luas setelah secara terbuka membela tindakan petugas tersebut. Trump mengklaim bahwa penembakan tersebut adalah langkah pembelaan diri yang sah.
Pernyataan ini dianggap banyak pihak, termasuk Ruffalo, sebagai bentuk pengabaian terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia demi kepentingan moralitas pribadinya sendiri.
(chri)