Sinners Jadi Film dengan Nominasi Terbanyak Sepanjang Sejarah Oscar
CNN Indonesia
Jumat, 23 Jan 2026 08:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ryan Coogler secara resmi telah menulis ulang sejarah Piala Oscar lewat Sinners yang berhasil masuk 16 nominasi. (Warner Bros. Pictures via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ryan Coogler secara resmi telah menulis ulang sejarah Piala Oscar. Film terbaru garapannya, Sinners, memecahkan rekor nominasi sepanjang masa Academy Awards pada Kamis (22/1).
Sinner jadi film dengan nominasi Oscar terbanyak, yakni 16 nominasi.
Angka itu melampaui rekor sebelumnya, 14 nominasi, yang dipegang tiga film, yakni All About Eve (1950) dari Joseph L. Mankiewicz, Titanic (1997) karya James Cameron, dan La La Land (2016) karya Damien Chazelle.
Film thriller supernatural ini masuk nominasi untuk film terbaik, sutradara, aktor (Michael B. Jordan), aktris pendukung (Wunmi Mosaku), aktor pendukung (Delroy Lindo), serta skenario asli.
Sinners juga masuk nominasi untuk casting, desain produksi, sinematografi, desain kostum, penyuntingan film, tata rias dan penataan rambut, sound, efek visual, original score, dan original song untuk I Lied to You.
Sinners juga jadi film ketujuh yang dinominasikan dalam setiap kategori teknis setelah Dune (2021), Mad Max: Fury Road (2015), The Revenant (2015), Hugo (2011), Master and Commander: The Far Side of the World (2003) dan Titanic (1997).
Variety pada Kamis (22/1) memberitakan jika perhitungan teknis termasuk original song, maka Sinner menjadi film kedua setelah Titanic (1997).
Namun, pengakuan terhadap Coogler melampaui angka-angka tersebut.
Ia menjadi sutradara kulit hitam kedua yang dinominasikan dalam tahun yang sama untuk kategori produser, sutradara, dan skenario asli. Coogler mengikuti Jordan Peele yang meraih tiga penghargaan untuk Get Out (2017).
Coogler juga merupakan sutradara ketiga secara keseluruhan yang mencapai kombinasi tersebut, setelah Spike Lee yang melakukannya untuk BlacKkKlansman (2018), di mana ia juga dinominasikan dalam kategori skenario adaptasi.
Ia tercatat menjadi sutradara kulit hitam ketujuh yang menerima nominasi sutradara terbaik, bergabung dengan John Singleton (Boyz n the Hood), Lee Daniels (Precious), Steve McQueen (12 Years a Slave), Barry Jenkins (Moonlight), Peele, dan Lee. Tak satu pun dari mereka yang menang.
Coogler yang juga dikenal sebagai sutradara film Black Panther itu menjadi produser kulit hitam kedua yang dinominasikan untuk film terbaik lebih dari sekali, setelah Judas and the Black Messiah (2020).
Ia bersanding dengan Jordan Peele memegang rekor lainnya dengan film Get Out dan BlacKkKlansman.
Sinners menghadirkan sejarah bagi beberapa kolaboratornya. Produser Zinzi Coogler menjadi produser Filipina pertama dan perempuan kulit hitam ketiga yang dinominasikan untuk film terbaik.
Ia dan Ryan Coogler juga merupakan pasangan suami istri kulit hitam pertama yang dinominasikan bersama dalam kategori tersebut.
Sinematografer Autumn Durald Arkapaw mencetak sejarah sebagai perempuan Filipina pertama dan perempuan kulit berwarna pertama yang dinominasikan untuk sinematografi.
Desainer produksi Hannah Beachler, yang memenangkan Oscar untuk karyanya di Black Panther (2018), meraih nominasi keduanya dan tetap menjadi satu-satunya perempuan kulit hitam yang diakui dalam kategori tersebut.
Perancang kostum Ruth E. Carter menjadi perempuan kulit hitam pertama yang memenangkan lebih dari satu Oscar kompetitif, untuk Black Panther (2018) dan Black Panther: Wakanda Forever (2022), mendapatkan nominasi kelimanya dalam kategori tersebut.
Ia kini menjadi perempuan kulit hitam dengan nominasi terbanyak dalam sejarah Oscar, melampaui aktris peraih Oscar Viola Davis.
Carter kini setara dengan Spike Lee dan Morgan Freeman sebagai kreator kulit hitam dengan nominasi terbanyak ketiga, setelah Quincy Jones dengan tujuh nominasi dan Denzel Washington dengan sembilan nominasi secara keseluruhan.
Coogler juga bergabung dengan deretan penulis skenario kulit hitam yang dinominasikan untuk skenario asli, sebuah kategori yang pertama kali mengakui penulis kulit hitam pada 1972, ketika Suzanne de Passe menerima nominasi untuk Lady Sings the Blues.
Sejak itu, Lee, Singleton, Peele, dan tim penulis Judas and the Black Messiah telah mendapatkan nominasi, dengan Peele menjadi pemenang kulit hitam pertama, dan hingga kini satu-satunya.
Setelah masuk 16 nominasi, Sinners kini tinggal menunggu hasil akhir. Pemungutan suara final Oscar akan berlangsung dari 26 Februari hingga 5 Maret.
Sepanjang sejarah Piala Oscar, rekor kemenangan terbanyak dipegang bersama oleh tiga film, yakni Ben-Hur (1959), Titanic, dan The Lord of the Rings: The Return of the King (2003), masing-masing dengan 11 penghargaan.
Pemenang Piala Oscar 2026 atau Academy Awards ke-98 akan diumumkan 16 Maret pukul 6.00 WIB dengan Conan O'Brien sebagai pembawa acara.
Jakarta, CNN Indonesia --
Ryan Coogler secara resmi telah menulis ulang sejarah Piala Oscar. Film terbaru garapannya, Sinners, memecahkan rekor nominasi sepanjang masa Academy Awards pada Kamis (22/1).
Sinner jadi film dengan nominasi Oscar terbanyak, yakni 16 nominasi.
Angka itu melampaui rekor sebelumnya, 14 nominasi, yang dipegang tiga film, yakni All About Eve (1950) dari Joseph L. Mankiewicz, Titanic (1997) karya James Cameron, dan La La Land (2016) karya Damien Chazelle.
Film thriller supernatural ini masuk nominasi untuk film terbaik, sutradara, aktor (Michael B. Jordan), aktris pendukung (Wunmi Mosaku), aktor pendukung (Delroy Lindo), serta skenario asli.
Sinners juga masuk nominasi untuk casting, desain produksi, sinematografi, desain kostum, penyuntingan film, tata rias dan penataan rambut, sound, efek visual, original score, dan original song untuk I Lied to You.
Sinners juga jadi film ketujuh yang dinominasikan dalam setiap kategori teknis setelah Dune (2021), Mad Max: Fury Road (2015), The Revenant (2015), Hugo (2011), Master and Commander: The Far Side of the World (2003) dan Titanic (1997).
Variety pada Kamis (22/1) memberitakan jika perhitungan teknis termasuk original song, maka Sinner menjadi film kedua setelah Titanic (1997).
Namun, pengakuan terhadap Coogler melampaui angka-angka tersebut.
Ia menjadi sutradara kulit hitam kedua yang dinominasikan dalam tahun yang sama untuk kategori produser, sutradara, dan skenario asli. Coogler mengikuti Jordan Peele yang meraih tiga penghargaan untuk Get Out (2017).
Coogler juga merupakan sutradara ketiga secara keseluruhan yang mencapai kombinasi tersebut, setelah Spike Lee yang melakukannya untuk BlacKkKlansman (2018), di mana ia juga dinominasikan dalam kategori skenario adaptasi.
Ia tercatat menjadi sutradara kulit hitam ketujuh yang menerima nominasi sutradara terbaik, bergabung dengan John Singleton (Boyz n the Hood), Lee Daniels (Precious), Steve McQueen (12 Years a Slave), Barry Jenkins (Moonlight), Peele, dan Lee. Tak satu pun dari mereka yang menang.
Coogler yang juga dikenal sebagai sutradara film Black Panther itu menjadi produser kulit hitam kedua yang dinominasikan untuk film terbaik lebih dari sekali, setelah Judas and the Black Messiah (2020).
Ia bersanding dengan Jordan Peele memegang rekor lainnya dengan film Get Out dan BlacKkKlansman.
Sinners menghadirkan sejarah bagi beberapa kolaboratornya. Produser Zinzi Coogler menjadi produser Filipina pertama dan perempuan kulit hitam ketiga yang dinominasikan untuk film terbaik.
Ia dan Ryan Coogler juga merupakan pasangan suami istri kulit hitam pertama yang dinominasikan bersama dalam kategori tersebut.
Catatan Rekor Sinners dalam Teknis di Oscar
Ryan Coogler secara resmi telah menulis ulang sejarah Piala Oscar lewat Sinners yang berhasil masuk 16 nominasi. (Warner Bros. Pictures via IMDb)
Sinematografer Autumn Durald Arkapaw mencetak sejarah sebagai perempuan Filipina pertama dan perempuan kulit berwarna pertama yang dinominasikan untuk sinematografi.
Desainer produksi Hannah Beachler, yang memenangkan Oscar untuk karyanya di Black Panther (2018), meraih nominasi keduanya dan tetap menjadi satu-satunya perempuan kulit hitam yang diakui dalam kategori tersebut.
Perancang kostum Ruth E. Carter menjadi perempuan kulit hitam pertama yang memenangkan lebih dari satu Oscar kompetitif, untuk Black Panther (2018) dan Black Panther: Wakanda Forever (2022), mendapatkan nominasi kelimanya dalam kategori tersebut.
Ia kini menjadi perempuan kulit hitam dengan nominasi terbanyak dalam sejarah Oscar, melampaui aktris peraih Oscar Viola Davis.
Carter kini setara dengan Spike Lee dan Morgan Freeman sebagai kreator kulit hitam dengan nominasi terbanyak ketiga, setelah Quincy Jones dengan tujuh nominasi dan Denzel Washington dengan sembilan nominasi secara keseluruhan.
Coogler juga bergabung dengan deretan penulis skenario kulit hitam yang dinominasikan untuk skenario asli, sebuah kategori yang pertama kali mengakui penulis kulit hitam pada 1972, ketika Suzanne de Passe menerima nominasi untuk Lady Sings the Blues.
Sejak itu, Lee, Singleton, Peele, dan tim penulis Judas and the Black Messiah telah mendapatkan nominasi, dengan Peele menjadi pemenang kulit hitam pertama, dan hingga kini satu-satunya.
Setelah masuk 16 nominasi, Sinners kini tinggal menunggu hasil akhir. Pemungutan suara final Oscar akan berlangsung dari 26 Februari hingga 5 Maret.
Sepanjang sejarah Piala Oscar, rekor kemenangan terbanyak dipegang bersama oleh tiga film, yakni Ben-Hur (1959), Titanic, dan The Lord of the Rings: The Return of the King (2003), masing-masing dengan 11 penghargaan.
Pemenang Piala Oscar 2026 atau Academy Awards ke-98 akan diumumkan 16 Maret pukul 6.00 WIB dengan Conan O'Brien sebagai pembawa acara.