Kristen Stewart Berencana Pindah dari AS Imbas Pemerintahan Trump
Kristen Stewart mengatakan mungkin tidak akan tinggal di AS selama pemerintahan masih dipimpin Donald Trump. Aktris Amerika itu menilai kondisi kenyataan benar-benar berantakan di bawah Trump.
Hal itu ia jawab ketika ditanya apakah akan terus tinggal di AS selama Trump memerintah atau memilih untuk keluar sama seperti sejumlah selebritas lainnya.
"Mungkin tidak. Saya tidak bisa bekerja dengan bebas di sana. Tetapi saya tidak ingin menyerah sepenuhnya. Saya ingin membuat film di Eropa dan kemudian menayangkannya di Amerika," kata Kristen Steward.
"Realitas benar-benar hancur di bawah Trump. Tetapi kita harus mengambil pelajaran darinya dan menciptakan realitas yang ingin kita jalani," tuturnya seperti diberitakan Variety, Senin (26/1).
Kristen Stewart memiliki sejarah dengan Trump setelah pebisnis itu viral mencuit tentang kehidupan pribadi sang aktris pada 2012. Trump mendorong pacar Stewart saat itu, Robert Pattinson, untuk meninggalkannya.
Stewart kemudian merenungkan pesan-pesan Trump beberapa tahun kemudian selama wawancara dengan Variety.
"Dia gila kepada saya beberapa tahun yang lalu, benar-benar terobsesi dengan saya beberapa tahun yang lalu, yang sungguh gila," kata Stewart saat itu.
"Saya bahkan tidak bisa memahaminya. Saya benar-benar tidak bisa memahaminya. Itu adalah konsep yang sangat aneh sehingga saya tidak ingin percaya bahwa itu benar-benar terjadi. Itu gila."
Banyak selebriti telah meninggalkan AS di tengah masa kepresidenan kedua Trump, termasuk Ellen DeGeneres dan Rosie O'Donnell.
Begitu pula dengan James Cameron. Sutradara pemenang Oscar itu awalnya pindah ke Selandia Baru untuk mengerjakan franchise film Avatar, tapi ia belakanganmengatakan bahwa kemungkinan besar tidak akan kembali ke Amerika.
"Setelah pandemi melanda... [Selandia Baru] telah sepenuhnya memberantas virus tersebut," kata Cameron dalam episode terbaru podcast In Depth with Graham Bensinger tentang alasannya meninggalkan AS.
"Mereka sebenarnya memberantas virus itu dua kali. Kali ketiga ketika virus itu muncul dalam bentuk mutasi, virus itu berhasil menembus pertahanan. Tetapi untungnya, mereka sudah memiliki tingkat vaksinasi 98 persen. Ini alasan saya menyukai Selandia Baru."
"Orang-orang di sana, sebagian besar, waras, berbeda dengan Amerika Serikat di mana tingkat vaksinasinya hanya 62 persen, dan itu terus menurun, menuju ke arah yang salah."
Ia pun menegaskan lebih suka tinggal di tempat yang negara dan warganya percaya pada sains dan kewarasan, "Saya tidak di sana untuk pemandangan, saya di sana untuk kewarasannya."
Senada, O'Donnell dalam wawancara dengan Variety awal 2026, mengatakan bahwa saat ini ia tidak berencana untuk kembali ke Amerika Serikat.
"Dengan iklim politik saat ini, kapan akan aman untuk kembali bersama anak saya? Saya tidak akan memaksakannya sebelum pemerintahan ini benar-benar berakhir, dan mudah-mudahan dimintai pertanggungjawaban atas kejahatan mereka."
(chri)