Bad Bunny Kala Menang Grammy 2026: ICE Out!
Bad Bunny memberikan pernyataan tegas saat dirinya menerima piala Grammy Awards 2026 untuk kategori Best Música Urbana Album.
Musisi Puerto Rico itu memenangkan kategori tersebut berkat albumnya yang menuai banyak pujian dan viral setahun terakhir, DeBÍ TiRAR MáS FOToS (DTMF).
Lihat Juga : |
"Sebelumnya, saya mau bilang terima kasih ke Tuhan, kemudian.. ICE out!" katanya yang disambut tepuk tangan meriah hadirin Grammy Awards 2026.
"Kami bukan hewan, kami bukan alien, kami manusia, kami juga orang Amerika," lanjutnya.
Bad Bunny menyinggung kebencian yang semakin kencang di Amerika dan berbagai belahan dunia lainnya. Menurut pria bernama asli Benito Antonio Martínez Ocasio itu, kebencian tersebut sangat mengontaminasi kehidupan.
Maka dari itu, Bad Bunny meminta bahwa segala tindak kebencian tersebut mesti dilawan bukan dengan kebencian, tetapi justru dengan cinta dan kebaikan.
"Kita perlu berbeda, kita harus berjuang, dengan cinta," kata Bad Bunny yang juga menegaskan bahwa semua orang mencintai keluarga dan kehidupan mereka.
Aksi petugas ICE yang berujung kekerasan dan pembunuhan sejumlah warga pada Sabtu (24/1) menuai banyak kecaman di Amerika Serikat.
Tindakan tersebut semakin mempertebal konflik sosial yang terjadi di Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump berjanji memerangi para imigran yang dinilai ilegal masuk negara itu.
Salah satu yang menjadi korban jiwa adalah Alex Pretti, perawat ICU berusia 37 tahun, ditembak berulang kali setelah ditangkap oleh agen federal dalam konfrontasi yang terekam dalam video.
Alex Pretti dituduh ICE sebagai teroris lokal. Padahal, menurut keterangan keluarga, dia tak memegang senjata dan justru berusaha melindungi seorang perempuan.
Penembakan itu memicu protes besar di Minnesota dan sejumlah wilayah di AS. Di Los Angeles bahkan para pengunjuk rasa meniup peluit untuk memberi dukungan bagi para imigran.
Bad Bunny dijagokan kuat untuk bisa pertama kalinya memenangkan kategori paling prestise, Album of the Year, lewat DTMF. Ia pertama kali dapat nominasi Grammy Awards pada 2019.
Ada sejumlah alasan yang mendasari para kritikus menjagokan album tersebut. Selain materi yang lebih personal dan berakar kuat pada budaya Puerto Rico yang kaya, balutan musik yang seksi dan kaya akan instrumen juga menjadi nilai tambah.
Selain itu, suasana sosial politik Amerika Serikat yang gaduh antara pasukan anti-imigran dari Presiden Donald Trump dengan mereka yang kontra juga dinilai ikut mendorong album musik Latin ini untuk menang Grammy.
(end)