Video Celine Dion Kejang Akibat Stiff Person Syndrome Kembali Viral
Video lama Celine Dion kembali viral di media sosial yang membuat fan khawatir dengan kondisi kesehatan penyanyi itu. Potongan video saat ia kejang akibat Stiff Person Syndrome ramai lagi di media sosial.
Video tersebut merupakan potongan dari film dokumenter I Am: Céline Dion yang telah dirilis pada 2024. Celine Dion terbuka tanpa sensor mengenai kondisi kesehatannya di hadapan kamera.
Ia bersikeras supaya penggemar dan dunia mengetahui situasi Stiff Person Syndrome yang ia hadapi dengan memperlihatkan momen kejang-kejang yang membuat anggota tubuhnya kaku, napasnya tersengal-sengal, rintihan kesakitan keluar dari tenggorokannya.
Pada saat itu, ia didampingi terapis kedokteran olahraganya, Terrill Lobo, yang dengan tenang menyatakan, "Dia sedang dalam krisis."
Situasi kesakitan itu terjadi hampir 10 menit, tanpa filter. Kamera tidak pernah berhenti merekam. Sutradara Irene Taylor Brodsky terus merekam, meskipun rasa kemanusiaannya, seperti yang kemudian dia akui, merasa 'sangat tidak nyaman' dengan situasi itu.
Ia mengatakan Dion ingin kondisi tersebut diabadikan karena ingin mengungkapkan sesuatu mendalam tentang pergulatannya dengan Stiff Person Syndrome. Itu disebut bukan cerita yang ingin dia hilangkan atau haluskan.
Hal tersebut yang diinstruksikan dengan jelas kepada Taylor beberapa bulan setelah kejadian atau saat melihat suntingan kasar.
"Aku tidak ingin kamu memotong adegan itu," kata Celine Dion.
Ia secara naluriah memahami hal yang kemudian disadari oleh Taylor bahwa menunjukkan kondisi tersebut akan membuat yang tak diketahui menjadi terlihat.
"Orang-orang perlu melihat apa yang telah ia gambarkan dalam istilah klinis, kekakuan otot, kejang, hilangnya otonomi tubuh, yang diterjemahkan ke dalam kenyataan pahit dari tubuhnya yang terdistorsi."
Kejang itu tidak diprediksi. Taylor mencatat bahwa secara statistik kemungkinan untuk menangkap episode seperti itu saat kamera sedang merekam sangat rendah.
Dion baru saja menghabiskan dua hari merekam musik untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, pertama kalinya sejak ia mengumumkan diagnosis Stiff Person Syndrome pada Desember 2022.
Kegembiraan dan upaya kreatif memicu hal yang telah ia pelajari bertahun-tahun untuk dikelola. Saat Lobo berusaha menstabilkannya, ia memberikan semprotan hidung benzodiazepin. Tim medis membuatnya dalam posisi miring.
Rekan-rekannya memantau tanda-tanda vital. Dan di tengah semua itu, Dion mengeluarkan suara-suara yang penuh kesakitan, suara seseorang yang tubuhnya sendiri menjadi musuh yang tidak dapat ia atasi.
Ketika ia pulih dari episode tersebut, Dion pun menghadapi momen yang paling manusiawi: rasa malu yang mendalam.
"Setiap kali hal seperti ini terjadi, itu membuatmu merasa sangat malu,' katanya kepada kamera. "Aku tidak tahu bagaimana mengungkapkannya... kau tidak suka kehilangan kendali atas dirimu sendiri, kau tahu?"
Lihat Juga : |
Namun, Dion dengan tegas menolak adanya redemptive arc. Beberapa menit setelah kejang memang dia bernyanyi dan suaranya melambung tinggi, tapi film ini tidak menghapus apa yang terjadi sebelumnya.
"Bagaimana rasanya bagi dia, karena terkadang dia tidak sadar ketika ini terjadi," kata Taylor tersentuh sampai menangis ketika menyaksikan rekaman tersebut.
Stiff Person Syndrome adalah gangguan neurologis auto-imun langka yang menyerang sekitar satu atau dua orang per juta. Gangguan itu menyebabkan kekakuan otot progresif, kejang parah yang dipicu suara, sentuhan, stres - bahkan kegembiraan.
Rasa sakitnya kronis, memburuk tanpa penanganan. Dion telah berjuang melawan gejala tak terlihat ini selama 17 tahun, meskipun ia tidak mengetahui nama penyakitnya hingga 2022.
Dokternya, Dr. Amanda Piquet, menjelaskan kepada pemirsa bahwa kejang dalam film dokumenter tersebut berasal dari kaki Dion dan menyebar ke seluruh tubuhnya, menyebabkan penderitaan fisik dan emosional yang luar biasa.
Secara medis, itu adalah episode ekstrem. Tetapi yang lebih penting adalah kejelasan Dion tentang alasan ia mengizinkan momen personal itu direkam dan dipublikasikan, yakni mengedukasi situasi sebenarnya dari penyakit tersebut.
Celine Dion mengumumkan kepada publik mengidap Stiff Person Syndrome (SPS) pada Desember 2022. Ia sempat hiatus manggung dan nongol beberapa waktu.
Pada musim panas 2024, ia mulai tampil lagi dalam upacara pembukaan Olimpiade Paris.
(chri)