Jon Batiste hingga wave to earth Akan Manggung di Java Jazz 2026

CNN Indonesia
Selasa, 10 Feb 2026 15:00 WIB
Lineup pertama musisi yang akan tampil di Java Jazz Festival 2026, seperti Jon Batiste hingga wave to earth.
Lineup pertama musisi yang akan tampil di Java Jazz Festival 2026, seperti Jon Batiste hingga wave to earth. (Getty Images via AFP/MATT WINKELMEYER)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Java Festival Production resmi mengumumkan daftar musisi untuk Java Jazz Festival 2026. Perhelatan jazz paling bergengsi di Asia Tenggara ini akan berlangsung tiga hari, 29-31 Mei 2026 di NICE, PIK 2.

Salah satu yang dipastikan bakal tampil tahun ini adalah Jon Batiste untuk menghadirkan menghadirkan perpaduan jazz klasik dan sentuhan modern yang enerjik dalam special show hari pertama, Jumat (29/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain Batiste, band Korea Selatan wave to earth juga diumumkan bakal meramaikan special show hari kedua pada Sabtu (30/5).

Nama-nama musisi besar lainnya turut dikonfirmasi dalam pengumuman lineup fase pertama, seperti seperti Dave Koz & Summer Horns, Lisa Simone, Thee Sacred Soul, Close Counters, Billyrrom, Niko Niko Tan Tan, Citrus Sun, Justin Lee Schultz, JustKing Jones, dan Yufu.

Band-band legendaris, seperti Earth Wind and Fire by Al McKay dan Incognito turut melengkapi pengumuman fase pertama tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Beberapa musisi dan band Indonesia juga dipastikan ikut meramaikan acara yang kini bernama myBCA International Java Jazz Festival 2026 tersebut, seperti Slank, RAN, Bilal Indrajaya, dan Ziva Magnolya.

Direktur Utama PT Java Festival Production Dewi Gontha memastikan jajarannya akan terus memperbarui daftar musisi yang akan tampil melalui akun media sosial resmi mereka secara berkala.

Ia juga membahas perpindahan venue Java Jazz Festival yang dalam 15 tahun terakhir selalu digelar di JIExpo Kemayoran, tahun ini bakal berlangsung di NICE PIK 2 Tangerang.

Perpindahan tempat itu disebut bisa memberikan ruang eksplorasi artistik yang lebih luas serta kenyamanan menonton standar dunia bagi audiens lokal maupun mancanegara.

"Melalui babak baru ini, kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih inklusif dan berkelas dunia untuk semua generasi, sekaligus menegaskan posisi Java Festival Production sebagai bagian dari ekosistem budaya global yang terus bergerak maju" tutur Dewi Gontha.

Java Jazz Festival pertama kali digelar pada 2005 di JCC dan kini telah diakui sebagai salah satu festival jazz terbesar di dunia, bahkan yang paling masif di belahan bumi selatan.

Pada 2010, festival musik tahunan itu sempat meraih rekor MURI berkat keterlibatan ribuan musisi dan penggunaan panggung terbanyak.

(gis/chri)