Konten Lokal Indonesia Kini Saingi Popularitas Drakor di Streaming

CNN Indonesia
Kamis, 12 Feb 2026 10:00 WIB
Pangsa pasar konten lokal Indonesia kini mencapai 30 persen, menyamai drama Korea pada Q4 2025. (Vidio)
Jakarta, CNN Indonesia --

Popularitas konten lokal Indonesia, baik film serta serial atau drama, kini resmi sejajar dengan drama Korea (drakor) di dunia streaming.

Berdasarkan data terbaru dari Media Partners Asia (MPA) dan platform AMPD, film serta serial Indonesia semakin diminati hingga mampu bersaing ketat dengan konten Korea yang selama ini mendominasi.

Lonjakan itu dibuktikan dengan banyaknya karya orisinal Indonesia yang memuncaki peringkat penonton selama kuartal keempat 2025.

Seperti diberitakan Variety pada Selasa (10/2), keberhasilan ini dipimpin platform Vidio yang menunjukkan konten Indonesia kini punya daya tarik komersial tinggi untuk menggaet sekaligus mempertahankan pelanggan.

"Indonesia sangat menonjol tahun ini. Judul-judul lokal kita mampu bersaing langsung dengan drama Korea di posisi puncak layanan streaming premium," ujar Dhivya T, analis utama dari MPA dan AMPD.

Sejarah baru tercatat pada akhir 2025 bahwa konten Indonesia dan program Korea kini berbagi angka yang sama, yaitu masing-masing menguasai 30 persen pangsa penonton.

Selain itu, jangkauan kedua jenis konten ini ke pengguna juga hampir identik, berada di angka 47-48 persen.

Tren tersebut sejalan dengan pertumbuhan pesat pasar streaming premium di Asia Tenggara sepanjang 2025. Secara total, penonton di kawasan ini menghabiskan 4,2 miliar jam untuk menonton streaming pada akhir tahun, meningkat 8 persen dari kuartal sebelumnya.

Laporan tersebut tidak menyebutkan judul-judul serial yang memegang peran penting dalam kenaikan tersebut.

Namun, beberapa judul konten original Indonesia populer dalam kuartal itu, seperti Open BO: I Am Campus dan Santri Pilihan Bunda di Vidio. Ada pula Abadi Nan Jaya dan Lupa Daratan yang menjadi konten original Netflix Indonesia.

Dalam persaingan antarplatform, Netflix mencatat kenaikan penayangan sebesar 14 persen dan iQIYI naik 10 persen.

Namun, platform lokal Vidio mencatat pertumbuhan paling signifikan dengan lonjakan sebesar 24 persen. Di Indonesia sendiri, basis pelanggan streaming kini telah mencapai 26,9 juta akun.

Berikut peta persaingan platform streaming utama di Asia Tenggara, terutama Indonesia.

Netflix

Tetap menjadi pemimpin pasar berkat kombinasi film hit global, serial besar Korea, serta konten lokal dari Indonesia dan Thailand.

Viu

Menduduki posisi kedua di regional berkat minat penonton yang stabil pada drama Korea, drama China, dan produksi lokal yang spesifik.

Vidio

Merajai pasar platform lokal Indonesia. Vidio berada di posisi kedua setelah Netflix dalam hal durasi menonton dan pendapatan, didorong oleh kuatnya koleksi konten orisinal dan tayangan olahraga.

iQIYI

Kembali naik daun di paruh kedua 2025 berkat beragam drama China (durasi panjang maupun pendek) serta serial dari Thailand.

(chri)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK