Kemenbud Gelar MTV Wave: Gelombang Talenta Seni Budaya Indonesia

CNN Indonesia
Kamis, 12 Feb 2026 11:56 WIB
Kementerian Kebudayaan menggelar apresiasi dan refleksi atas capaian pembinaan talenta seni budaya melalui program prioritas nasional Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni BudayaKementerian Kebudayaa menggelar apresiasi dan refleksi atas capaian pembinaan talenta seni budaya melalui program prioritas nasional Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya di Taman Ismail Marzuki, Rabu (11/2). Foto: CNN Indonesia/Suriyanto
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kebudayaan menggelar malam momentum apresiasi dan refleksi atas capaian pembinaan talenta seni budaya melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (11/2).

Acara ini bertajuk 'MTN Wave: Gelombang Talenta Seni Budaya Indonesia' yang menampilkan perjalanan talenta Indonesia, dari pembibitan hingga kiprah di panggung internasional, sebagai bagian dari ekosistem seni budaya yang terus berkembang.

Acara diisi dengan gelaran pertunjukan modern dari lima bidang seni budaya yang menggambarkan sebagai lima gelombang yang bergerak bersama, membentuk resonansi dan menunjukkan bagaimana talenta seni budaya Indonesia.

Program ini merupakan bagian dari MTN yang jadi program prioritas nasional yang digagas Kementerian PPN/Bappenas.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri langsung acara ini.

Dalam sambutannya ia mengatkan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni budaya merupakan fondasi penting dalam menciptakan generasi emas di 2045.

"Kita harapkan memang negara kita maju bukan hanya secara ekonomi, tetapi menjadi bangsa dan negara yang percaya diri pada identitas dan kebudayaannya sendiri," kata Fadli.

Menurutnya pengembangan talenta seni budaya menjadi bagian strategis dari pembangunan SDM. Ia menekankan bahwa MTN Seni Budaya bukan sekadar program sementara, melainkan program nasional yang keberlangsungannya dijamin oleh kebijakan negara.

"Negara hadir bukan hanya merayakan talenta, tetapi untuk merawat secara berkelanjutan, lintas sektor, lintas generasi," katanya.

Fadli menekankan tantangan saat ini bukan lagi soal jumlah talenta, tetapi akses yang harus diperluas dan membangun lintasan yang adil agar setiap talenta di Nusantara memiliki kesempatan setara untuk berkembang.

"Ini bukan kekurangan talenta, melainkan bagaimana memperluas jangkauan akses, membina lintasan, membuka lintasan yang adil, dan juga memastikan bahwa setiap talenta dari Sorong hingga Flores, dan juga dari Banggai hingga Balige, dari Sabang sampai Merauke memiliki kesempatan yang setara untuk tumbuh," ujar dia.

Fadli juga berharap talenta seni dan budaya Indonesia tak cuma hadir sesaat di panggung namun juga bisa bertumbuh dan punya daya saing dan berkontribusi panjang bagi kebudayaan nasional.

"Talenta tidak boleh berhenti hanya di panggung pertunjukan atau festival. Mereka harus memiliki jalur pembinaan, rekognisi, dan keberlanjutan karir," kata Fadli.

Dia berharap di tahun-tahun mendatang kegiatan MTN ini dapat berkembang untuk membina ekosistem lainnya. Saat ini, ekosistem yang dibina adalah film, sastra, musik, seni pertunjukan, dan seni rupa.

Acara ini turut dihadiri Kepala Kantor Staf Presiden Muhammad Qodari.

Ia mengatakan MTN ini merupakan wujud kehadiran nyata negara dalam membangun ekosistem seni dan budaya.

"Bagi kami MTN Seni Budaya adalah contoh nyata bagaimana negara harus hadir, bukan hanya membangun ruang tetapi membangun ekosistem," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa MTN ini bisa bukti bahwa kebudayaan merupakan investasi pembangunan dan bukan beban anggaran.

"MTN bertujuan memperkuat SDM," kata Qodari.

(tim/sur)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK