Bentrok dengan Konser BTS, Pasangan Ini Geser Jadwal Nikah
BTS bersiap untuk comeback dan gelar tur tahun ini. Rencana tersebut disambut hangat oleh fan atau ARMY yang telah menantikan boy group tersebut kembali setelah hiatus aktivitas grup lebih dari tiga tahun tersebut.
Namun, rencana tur tersebut ternyata berdampak pada rencana pernikahan sepasang kekasih di Korea. Park Sae-mi telah booking satu lokasi sejak Juli 2025 untuk menikah di Busan.
Lihat Juga : |
Korea JoongAng Daily pada Rabu (18/2) memberitakan Park Sae-mi bersama pasangannya berencana menikah pada 13 Juni di venue yang terletak dekat Busan Asiad Main Stadium. Namun, pengumuman tur dunia BTS mengubah rencana tersebut.
Pada Januari 2026, Big Hit Music selaku agensi mengumumkan jadwal tur dunia BTS. Selain di Goyang, RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V, dan Jungkook juga akan konser dua hari di Busan Asiad Main Stadium pada 12 dan 13 Juni.
Konser tersebut diyakini bakal diramaikan sekitar 50 ribu penggemar. Busan Asiad Main Stadium tercatat mampu menampung 53 ribu orang.
Situasi tersebut membuat beberapa hal berdampak pada situasi sekitar, seperti kemacetan lalu lintas, padatnya transportasi umum, hotel yang mulai penuh hingga lonjakan tarif per malam.
"Keluarga saya, rekan, dan teman-teman yang diundang perlu untuk menginap setidaknya satu hari di Busan," kata Park Sae-mi.
"Tapi untuk hotel-hotel yang jauh dari venue juga sudah mustahil untuk dipesan, pemesanan untuk kereta KTX dan bus juga sudah susah," ungkapnya.
Busan merupakan kota yang berjarak 2,5 jam perjalanan dengan KTX dari Seoul dan 4,5 jam perjalanan paling cepat dengan mobil.
Menghadapi begitu banyak kesulitan, Park Sae-mi dan pasangannya akhirnya memutuskan mengganti tanggal pernikahan mereka.
"Kalau kami tetap memaksakan pada rencana awal, bagaimana mungkin kami berani mengundang rekan dan teman-teman?" kata Park Sae-mi.
"Meminta mereka untuk nyetir dari Seoul ke Busan dan kembali dalam satu hari yang sama bukan pilihan yang mudah."
Venue dipastikan tidak memintanya biaya tambahan karena perubahan tersebut. Pembatalan dan perubahan dalam 150 hari sebelum tanggal biasanya tak kena biaya lagi atau bisa full refund.
Meski Park Sae-mi tidak perlu membayar biaya tambahan, ia mengaku menghadapi kesulitan untuk mengatur penjadwalan ulang dalam hal-hal teknis lainnya.
"Stresnya luar biasa karena perubahan tanggal pernikahan. Dari semua proses itu, semuanya saya yang harus menghubungi semua orang dan mengurus segalanya," ungkapnya.
Park Sae-mi ternyata tidak sendiri. Dalam forum di Naver yang bertajuk Direct Wedding Preparation, warganet dengan username jetime juga bertanya apakah perlu menggeser tanggal pernikahannya. Ia juga berencana menikah 13 Juni di Busan.
Ia mengungkapkan sebagian besar tamu pernikahannya berada di Seoul. Namun, ia mengaku pusing jika harus menggeser jadwal pernikahan karena berpotensi kehilangan 50 persen biaya sewa venue yang sudah dibayarkan.
"Masalah keuangan ini membuat saya gila," tuturnya. "Bahkan jika tanggalnya sudah berubah, kami juga harus menggeser penerbangan bulan madu. Masalahnya datang silih berganti."
Berdasarkan data Korea JoongAng Daily, wedding hall di Busan telah mengonfirmasi dua pernikahan yang dijadwalkan berlangsung 13 Juni di tempat mereka telah dibatalkan sejak 5 Februari.
Pihak venue mengaku masih menunggu kabar dari pasangan-pasangan lain yang sedang mempertimbangkan menggeser rencana pernikahan mereka.
"Mereka butuh waktu untuk membahas itu dengan keluarga, soal biaya juga faktor yang perlu dipertimbangkan," kata sumber.
(chri)