China Langkahi Amerika Jadi Juara Box Office Global per Februari 2026
China menyalip Amerika Utara sebagai pasar film terbesar di dunia untuk sementara waktu. Hingga Februari 2026, China sudah mencatat pendapatan box office 2026 melampaui 7 miliar yuan.
Angka itu setara Rp17,06 triliun (1 yuan=Rp2.4379,20), termasuk pra-penjualan hingga Sabtu (21/2).
Global Times pada Minggu (22/2) memberitakan capaian itu sedikit lebih tinggi dari US$938 juta di Amerika Utara atau setara Rp15,79 triliun (US$1=Rp16.838).
Kinerja box office yang kuat di China sebagian besar didorong liburan Festival Musim Semi yang sedang berlangsung sejak 15 Februari.
Sejauh ini, pendapatan penjualan tiket liburan di China telah melebihi 4,4 miliar yuan (Rp10,72 triliun) atau menyumbang lebih dari setengah dari total pendapatan tahun ini.
Selama liburan sembilan hari tersebut, berbagai film blockbuster dari berbagai genre dan tema diputar perdana di bioskop-bioskop China.
Pegasus 3, installment ketiga dari franchise komedi balap karya sutradara Han Han yang dibintangi Shen Teng, salah satu aktor komedi paling laris di Tiongkok, menduduki puncak tangga penjualan Festival Musim Semi.
Film tersebut telah mengumpulkan lebih dari 2 miliar yuan (Rp4,87 triliun)sejak debutnya. Dua film pertama dalam seri ini dirilis selama musim Festival Musim Semi 2019 dan 2024, menghasilkan total 5 miliar yuan.
Sedangkan posisi kedua ditempati Scare Out. Film thriller mata-mata yang disutradarai oleh Zhang Yimou itu mengikuti dengan pendapatan box office sebesar 701 juta yuan atau Rp1,7 triliun.
Posisi ketiga ditempati Blades of the Guardians yang bertabur begitu banyak bintang besar, seperti Wu Jing, Nicholas Tse, Yu Shi, Tony Leung Ka-fai, hingga Jet Li dengan pendapatan 577 juta yuan atau Rp1,4 triliun.
Persaingan box office Amerika Utara dan China bermula saat pasar film Tiongkok mulai tumbuh pesat pada awal 2010-an seiring pembangunan masif bioskop di berbagai kota.
Selama puluhan tahun, Amerika Utara atau Hollywood memegang kendali penuh sebagai pasar terbesar di dunia, namun dominasi ini mulai goyah ketika pertumbuhan audiens di China melesat dan menjadi penyumbang pendapatan terbesar bagi film-film blockbuster global.
Puncaknya terjadi pada tahun 2020, di mana untuk pertama kalinya dalam sejarah, China berhasil menyalip Amerika Utara sebagai pasar film terbesar dunia karena pemulihan industri bioskop yang lebih cepat pascapandemi COVID-19.
Setelah momen bersejarah tersebut, kedua wilayah ini terus saling kejar dalam perolehan pendapatan setiap tahunnya, terutama saat musim libur besar seperti Tahun Baru Imlek di China dan musim panas di Amerika.
China yang dikenal sebagai pasar film terbesar kedua di dunia itu tidak lagi hanya bergantung pada film impor dari Hollywood, melainkan telah memperkuat posisinya dengan produksi lokal yang mampu meraup miliaran yuan di dalam negeri.
Hal itu terbukti dengan film-film terlaris sepanjang masa di China didominasi tontonan lokal mereka, seperti Ne Zha 2, The Battle at Lake Changjin, Wolf Warrior 2, Hi, Mom, dan Ne Zha.
(chri)