Isyana Sarasvati: Saya Tidak Pernah Menerima Beasiswa LPDP

CNN Indonesia
Rabu, 25 Feb 2026 13:30 WIB
Isyana Sarasvati menyatakan tidak pernah menerima beasiswa LPDP dalam menempuh jalur pendidikannya.
Isyana Sarasvati menyatakan tidak pernah menerima beasiswa LPDP dalam menempuh jalur pendidikannya. (dok. Isyana Sarasvati/Sky Entertainment)
Jakarta, CNN Indonesia --

Isyana Sarasvati menjadi salah satu selebriti yang turut buka suara mengenai beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Ia menyatakan tidak pernah menerima LPDP dalam menempuh studi.

Hal itu disampaikan setelah foto dan pendidikannya dipublikasikan sebagai salah satu awardee LPDP. Namanya pun ikut mencuat saat salah satu penerima LPDP diduga menghindari tanggung jawabnya untuk memenuhi masa bakti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya ingin meluruskan pemberitaan yang kurang tepat mengenai saya sebagai penerima beasiswa LPDP," tulis Isyana Sarasvati di Instagram Story, Rabu (25/2).

"Saya ingin menegaskan bahwa saya tidak pernah menerima beasiswa LPDP."

Ia pun berharap semua pihak bisa bijak dalam menyampaikan informasi, dan memastikan akurasi hal-hal yang ingin disampaikan terlebih dahulu.

CNNIndonesia.com telah meminta izin kepada Isyana Sarasvati untuk mengutip unggahan tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Isyana merupakan lulusan dari Nanyang Academy of Fine Arts, Singapura dan Royal College of Music, Inggris. Saat duduk di kelas 2 SMA, Isyana mendapatkan beasiswa di Nanyang Academy of Fine Arts Singapura.

Dia juga pernah mengikuti pertukaran mahasiswa di Tainan National University of the Arts, Tainan, Taiwan pada 2012. Pada 2013 dia mendapat gelar Diploma di bidang Music Performance.

"Jadi aku setelah SMA kelas 2 aku dapat scholarship, dapat beasiswa langsung ke Singapura. Jadi alhamdulillah aku bisa langsung kuliah. SMP aku langsung S1," kata Isyana diberitakan detikcom pada Februari 2018.

"Aku dapat fast track, enggak usah lulus SMA, punya sertifikat musik bisa ikut audisi. Terus lolos audisi, aku 'Yes enggak UN,'" ia menegaskan.

Para selebriti mulai buka suara setelah masyarakat menuntut pertanggungjawaban dari para penerima beasiswa yang berasal dari pajak tersebut.

Semua bermula setelah seorang warga negara Indonesia (WNI) Dwi Sasetyaningtyas (DS) alumnus beasiswa negara LPDP mengeluarkan pernyataan, "cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan" viral di media sosial.

Netizen langsung menyoroti bahwa ia bersama suaminya yang juga penerima LPDP dan kini bekerja di Jerman, memilih menetap di luar negeri. Hal itu memicu kemarahan publik karena dianggap melanggar janji kepada negara.

Berdasarkan ketentuan, seluruh awardee dan alumni LPDP berkewajiban untuk melakukan masa pengabdian kontribusi di Indonesia selama 2 kali masa studi ditambah 1 tahun.

LPDP menerangkan DS telah menyelesaikan studi S2 dengan dinyatakan lulus pada 31 Agustus 2017 dan telah menuntaskan seluruh masa pengabdian sesuai ketentuan.

Namun, Arya Iwantoro selaku suami DS diduga belum menyelesaikan tanggung jawabnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Arya bersedia mengembalikan dana beasiswa LPDP yang telah diterima, termasuk besaran bunga sesuai ketentuan yang berlaku.

"Pak Dirut LPDP sudah bicara dengan suami terkait dan dia sepertinya sudah setuju untuk mengembalikan uang yang dipakai LPDP nilainya jadi termasuk bunganya. Kan saya juga taruh uang di bank ada bunganya," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Januari, Senin (23/2).

Ia juga mengancam blacklist penerima beasiswa LPDP yang menghina negara masuk ke pemerintahan buntut konten bangga anak menjadi warga negara asing (WNA).

Purbaya menyayangkan adanya penerima beasiswa dari negara yang justru melontarkan hinaan terhadap Indonesia. Pemerintah tidak akan tinggal diam jika dana tersebut digunakan untuk tujuan yang dinilai merugikan negara.

(chri)