Paramount Tawar Warner Bros Rp1.708 T demi Jegal Kesepakatan Netflix

CNN Indonesia
Kamis, 26 Feb 2026 09:30 WIB
Warner Bros. Discovery mengonfirmasi Paramount mengajukan tawaran baru yang tampak lebih menguntungkan daripada proposal Netflix.
Warner Bros. Discovery mengonfirmasi Paramount mengajukan tawaran baru yang tampak lebih menguntungkan daripada proposal Netflix. (Mario Tama/Getty Images North America/Getty Images via AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dewan Direksi Warner Bros. Discovery (WBD) mengumumkan telah mendapatkan revisi tawaran dari Paramount Skydance pada Selasa (24/2) sebesar 31 dolar AS per lembar saham.

Tawaran tersebut dinilai berpotensi menjadi "proposal yang lebih menguntungkan" dibandingkan kesepakatan yang sedang berjalan dengan Netflix.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melalui rilis resmi yang dipimpin CEO David Zaslav, dewan WBD menyatakan bahwa mereka belum memutuskan apakah tawaran Paramount ini benar-benar lebih baik daripada kesepakatan merger dengan Netflix.

Namun, pihak WBD berjanji akan "menjalin komunikasi lebih lanjut" dengan Paramount untuk memastikan hal tersebut.

Jika dewan direksi resmi menganggap tawaran Paramount lebih unggul, maka sesuai aturan kontrak, Netflix akan diberikan waktu empat hari kerja untuk mengajukan penawaran tandingan atau memperbaiki nilai kerja samanya.

[Gambas:Video CNN]

Respons hangat tersebut membuat pihak Paramount menyambut baik keterbukaan dewan WBD.

"Kami sangat menantikan proses komunikasi yang konstruktif ini untuk memberikan manfaat terbaik bagi para pemegang saham, komunitas kreatif, serta konsumen," ungkap perwakilan Paramount seperti diberitakan Variety pada Rabu (25/2).

Sebagai perbandingan, kesepakatan dengan Netflix awalnya bernilai sekitar US$83 miliar atau setara Rp1.278 triliun, yang mencakup pembelian studio Warner Bros. dan layanan streaming HBO Max.

Sementara itu, Paramount datang dengan tawaran tunai yang lebih besar, yakni total mencapai US$111 miliar atau setara Rp1.708 triliun untuk mengambil alih seluruh perusahaan, termasuk saluran televisi kabelnya.

Meski proposal baru Paramount tampak lebih untung, saat ini perjanjian merger WBD dengan Netflix masih tetap berlaku.

Dewan direksi WBD pun masih merekomendasikan para pemegang saham untuk menyetujui kesepakatan dengan Netflix dalam pemungutan suara yang dijadwalkan pada 20 Maret.

Selain harga saham yang lebih tinggi, tawaran baru Paramount mencakup jaminan dana US$7 miliar jika transaksi gagal karena masalah aturan pemerintah.

Mereka juga bersedia membayarkan biaya denda US$2,8 miliar yang harus ditanggung WBD jika mereka memutuskan untuk membatalkan kontrak dengan Netflix demi bergabung dengan Paramount.

Para analis industri memprediksi bahwa Netflix mungkin akan memilih untuk tidak menaikkan tawaran mereka lebih tinggi lagi karena risiko utang dan biaya operasional yang besar.

Jika harga terus dipicu naik oleh Paramount, ada kemungkinan Netflix akan menarik diri dari persaingan ini.

(chri)