KPop Demon Hunters Masuk 'Grup Elite' Film Berkualitas Tinggi
KPop Demon Hunters dan Frankenstein Guillermo del Toro resmi ditambahkan ke Criterion Collection. Masuk ke Criterion adalah bentuk validasi film memiliki nilai budaya, sejarah, atau estetika yang permanen.
Hal itu setara dengan "stempel persetujuan" bahwa film tersebut bukan sekadar hiburan komersial sesaat, melainkan bagian dari sejarah seni manusia.
Lihat Juga : |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Variety pada Senin (23/2) memberitakan hal itu mengukuhkan posisi kedua film tersebut sebagai karya paling dipuji sekaligus paling banyak ditonton sepanjang 2025, di tengah persaingan ketat menuju panggung Academy Awards 2026.
Frankenstein menjadi sorotan utama setelah mengantongi sembilan nominasi Oscar, termasuk kategori film terbaik dan aktor pendukung terbaik bagi Jacob Elordi yang memerankan sang monster.
Proyek itu merupakan buah ketekunan Guillermo del Toro selama puluhan tahun dalam mengadaptasi novel Mary Shelley yang sempat beberapa kali tertunda.
Hasilnya menuai pujian kritikus yang dinilai sebagai karya visual yang berani dengan desain set megah dan sinematografi memukau, di mana sang monster justru digambarkan lebih humanis dibandingkan manusianya.
Sisi lain dari kesuksesan ini diwakili KPop Demon Hunters yang sempat menjadi fenomena viral sejak perilisannya pada Juni 2025 hingga dinobatkan sebagai film terpopuler sepanjang masa di layanan streaming tersebut.
Disutradarai Maggie Kang dan Chris Appelhans di bawah bendera Sony Pictures Animation, film ini telah memenangkan Golden Globe dan Critics' Choice Awards.
Bahkan, lagu temanya yang bertajuk Golden mencetak sejarah sebagai lagu K-Pop pertama yang meraih Grammy, serta kini dijagokan untuk memenangkan kategori lagu orisinal terbaik di Oscar mendatang.
Masuknya kedua judul ini menambah panjang daftar kolaborasi Netflix dengan Criterion Collection setelah menghadirkan judul-judul berkelas, seperti Roma, The Irishman, hingga Guillermo del Toro's Pinocchio.
Criterion Collection yang dikenal dengan standar teknis tertinggi dan konten suplemen eksklusifnya juga mengumumkan penambahan favorit musim penghargaan 2025 lainnya.
Judul-judul, seperti Sentimental Value dari Joachim Trier, It Was Just an Accident karya Jafar Panahi, serta The Secret Agent milik Kleber Mendonça Filho dipastikan turut bergabung dalam barisan koleksi bergengsi tersebut.
Lihat Juga : |
Criterion Collection merupakan institusi kurasi film yang sering dijuluki sebagai perpustakaan mahakarya sinema dunia sejak didirikan pada 1984.
Bagi seorang sineas, terpilihnya sebuah film ke dalam katalog ini bukan sekadar urusan distribusi fisik, melainkan bentuk kanonisasi yang mengukuhkan karya tersebut sebagai bagian dari sejarah seni manusia.
Alasan utama pengakuan ini dianggap begitu krusial adalah karena Criterion menerapkan standar restorasi teknis yang sangat ketat, mereka sering kali memulihkan kualitas visual dan audio film dari seluloid asli ke format digital terbaik agar tetap lestari bagi generasi mendatang.
(chri)
